Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Muntahan Paus Bisa Menjadikan Anda Mendadak Kaya Raya

Muntahan Paus Bisa Menjadikan Anda Mendadak Kaya Raya

21 Juli 2018 | Dibaca : 1304x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Paus Sperma merupakan salah satu jenis ikan paus yang memiliki muntahan bernilai miliaran rupiah. Seseorang bisa mendadak kaya raya jika menemukan muntahan paus tersebut. Namun, tak banyak orang yang tahu bagaimana sebenarnya wujud dari muntahan paus sperma.

Tampang.com memberikan sedikit tips bagi Anda tentang bentuk dan tekstur muntahan paus, yakni menyerupai bongkahan lilin. Bongkahan lilin tersebut dipercaya keluar dari saluran pembuangan kotoran paus kepala kotak (Physeter macrocephalus) yang muncul dengan bau busuk dan berwarna hitam. Akan tetapi, jika Anda membiarkannya dalam jangka waktu yang lama, muntahan tersebut akan berubah menjadi harum seperti kasturi.

Dibalik perubahan bau yang menjadi harum itu, muntahan ikan paus sperma memiliki banyak kegunaan yang tentunya bernilai mahal. Untuk apa saja? Mari simak ulasan berikut ini:

1. Bahan pembuat parfum

Muntahan paus atau disebut ambergris bernilai sangat mahal dan biasa digunakan oleh sejumlah industri parfum. Sayangnya, lambat laun industri parfum tidak lagi mencampurkan ambergris ke dalam resep parfumnya lantaran dilarang oleh IFRA (International Fragrance Association).

Selain itu, bangsa Arab dan China juga pernah menggunakan Ambergris sebagai parfum atau dibakar sebagai dupa.

2. Bahan untuk pengobatan

Ambergris diduga manjur digunakan sebagai ramuan obat atau pengobatan. Antara lain sebagai herbal, afrodisiak, hingga obat untuk menyembuhkan banyak penyakit termasuk otak, jantung, dan panca indra.

3. Penambah rasa pada makanan

Ambergris juga dapat digunakan sebagai bahan penambah rasa makanan maupun minuman, seperti anggur. Hal ini telah dilakukan oleh sejumlah restoran yang menggunakan ambergris sebagai penambah rasa untuk koktail, kue khusus, maupun coklat.

4. Sebagai sanitasi udara

Penggunaan ambergris untuk sanitasi udara pertama kali dilakukan oleh bangsa Eropa pada abad ke-14. Pada saat itu, masyarakat di Eropa terjangkit wabah yang bisa mencemari udara. Sehingga digunakan ambergris untuk mensanitasi udara di benua Eropa tersebut.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Resep Membuat Nasi Cikur Ala Resto Sunda
23 Maret 2018, by Maman Soleman
Nasi sejatinya adalah makanan pokok yang membutuhkan lauk pauk sebagai teman, dengan berbagai olahan rasa. Namun, rasa haus untuk terus mendapatkan sensasi ...
Valentino Rossi Sangat Menyukai Balapan di Sirkut Sepang Malaysia
26 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Movistar Yamaha asal Italia Valentino Rossi sukses merebut podium kedua pada balapan seri 16 MotoGP Australia yang berlangsung Minggu 22 Oktober ...
Maverick Vinales : "Saya Pikir Cara Kami Bekerja Akhir Pekan Ini Benar"
4 Juli 2018, by Rachmiamy
Dari delapan seri yang telah dilakukan di MotoGP 2018, pembalap tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales belum pernah menaiki podium tertinggi. Prestasi terbaik ...
Pengembangan Baterai Isi Ulang dari Molekul Organik
18 September 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) telah berhasil merancang sebuah bahan organik baru dengan konduktivitas listrik dan kemampuan ...
Kombucha: Minuman Teh Fermentasi, Berikut 8 Manfaat Kesehatannya
9 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Kombucha adalah minuman bersoda manis yang terbuat dari ragi, gula, dan teh fermentasi. Ini memiliki sejumlah manfaat kesehatan potensial, termasuk kesehatan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab