Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Menutupi 70% Permukaan Bumi, Sudahkah Kita Mengenal Baik Apa Itu Lautan?

Menutupi 70% Permukaan Bumi, Sudahkah Kita Mengenal Baik Apa Itu Lautan?

2 Oktober 2017 | Dibaca : 728x | Penulis : Rio Nur Arifin

Lautan mencakup lebih dari 70% permukaan bumi. Sekitar 97% air bumi terkandung di lautan dan lautan. Kelima lautan, Pasifik, Atlantik, India, Selatan, dan Arktik, semuanya terhubung dan membentuk sejumlah besar air.

Lautan itu asin, yang membuat mereka tidak cocok untuk diminum. Sebagian besar garam berasal dari mineral dari batuan dan tanah yang telah dicuci dari darat dan dibawa ke lautan oleh sungai. Mineral kebanyakan klorida dan natrium, yang dikombinasikan untuk membuat garam. Sebagian besar garam meja berasal dari lautan.

Salinitas, jumlah garam, bervariasi di lautan. Lautan di daerah yang hangat dan kering lebih asin dibanding lautan di iklim dingin, seperti di dekat Kutub Utara dan Selatan. Itu karena air laut di daerah yang lebih hangat menguap lebih cepat, meninggalkan lebih banyak garam di belakang. Air paling asin di dunia ada di Laut Merah, yang hampir seluruhnya dikelilingi padang pasir.

Pasang surut

Gelombang pasang surut, ombak, dan arus menyebabkan lautan bergerak terus-menerus. Gelombang pasang naik dan turunnya permukaan laut di laut dan badan air lainnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gravitasi bulan di Bumi. Air di sisi Bumi yang paling dekat dengan Bulan ditarik ke arah Bulan, menciptakan tonjolan di laut. Di sisi lain Bumi, gravitasi Bulan menarik Bumi dari air, menghasilkan tonjolan yang serasi. Tonjolan ini membentuk arus pasang. Karena Bumi berputar pada porosnya, setiap titik di Bumi (kecuali kutub) bergerak melalui dua zona pasang naik dan dua zona pasang surut setiap harinya. Inilah sebabnya mengapa ada dua pasang naik dan dua pasang surut setiap harinya.

Pasang surut air laut, yang sangat kuat, terjadi pada bulan baru dan penuh, setiap dua minggu. ketika Bumi, Bulan, dan Matahari sejajar. Neap tides, yang lebih lemah, terjadi pada bulan pertama dan terakhir, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut kanan.

Ombak

Angin menyebabkan gelombang di laut. Saat angin bertiup di atas permukaan laut, ia mendorong ke air dan memindahkan sebagian energinya ke air. Air mendapat energi dari angin karena gesekan antara molekul udara dan molekul air. Tampaknya gelombang bergerak maju atau horizontal, tapi ternyata tidak. Mereka bergerak naik turun. Anda bisa melihat ini dengan melihat pelampung di air. Ini naik turun dengan gelombang daripada bergerak dari sisi ke sisi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Anda mengalami Baby Blues? Inilah 5 Langkah Menguranginya
11 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Apakah anda sering mendengar Baby Blues? Baby Blues merupakan suatu gangguan jiwa yang dialami seorang wanita pasca melahirkan. Ciri yang ...
Ragunan Zoo Mengenalkan Satwa Indonesia Lewat Platform Eduitainment
30 Juni 2018, by Maman Soleman
Anda malas pergi ke kebun binatang? Atau merasa kebun binatang sudah tidak menarik lagi bagi anda? Tunggu dulu. Coba install aplikasi buatan Indosat bernama ...
Berangkat 20 Lebih Cepat dan Minta Maaf, Kereta Jepang Tuai Pujian Netizen
19 November 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah perusahaan layanan kereta api Jepang, Tsukuba Express, menuai pujian warganet karena menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Hal yang ...
Sukseskan Jagoannya di Pilkada, Iuran Massal Jadi Pilihan
1 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Menghadapi Pilkada 2018 mendatang ini, banyak upaya dilakukan untuk memenangkan para jagoan dari masing – masing partai. Tidak ...
Halimah Yacob Lebih Memilih Tinggal di Tempat ini Dibandingkan di Istana!
16 September 2017, by Zeal
Tampang - Tak disangka Presiden terpilih Singapura, Halimah Yacob, menyatakan dia akan tetap tinggal di rumah susun (rusun) miliknya ketika menjabat sebagai ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview