Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Mengapa Rambut Kita Beruban?

Mengapa Rambut Kita Beruban?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 970x | Penulis : Rio Nur Arifin

Saat Anda melihat ke cermin di pagi hari, Anda melihat takdir yang tak terelakkan telah datang: uban pertama Anda! Apakah Anda berusia 20-an atau usia 50-an, uban akan segera bdatang pada kita semua.

Selama pertumbuhan rambut, melanosit membuat pigmen dan menyebarkannya ke sel induk progenitor di dasar folikel rambut. Sel-sel ini, pada gilirannya, berubah menjadi berbagai komponen rambut yang tumbuh.

Saat rambut kita tumbuh, pigmen terus digabungkan, yang menghasilkan warna rambut unik kita. Sel-sel yang bertanggung jawab untuk proses ini adalah melanosit penghasil pigmen di dasar folikel rambut.

Pada pertumbuhan rambut normal, folikel menghasilkan rambut dengan kecepatan sekitar 1 sentimeter per bulan selama beberapa tahun.

Tapi semua sel di tubuh kita menjadi semakin rusak sepanjang hidup kita, dan melanosit ini akhirnya hilang. Bila semua melanosit hilang dalam folikel rambut tertentu, rambut berikutnya yang tumbuh akan berwarna abu-abu atau putih.

Biologi pertumbuhan rambut agak rumit, dengan banyak sel khusus yang terlibat dalam struktur dan fungsi folikel rambut. Ilmuwan terus mengungkap proses pertumbuhan dan pigmentasi rambut manusia.

Apa yang mengendalikan pigmentasi?

Manusia memiliki dua jenis pigmen berbeda. Eumelanin bertanggung jawab atas warna hitam dan coklat, sementara pheomelanin bertanggung jawab atas warna oranye dan kuning.

Gen menentukan campuran pigmen yang dihasilkan setiap individu, itulah sebabnya warna rambut sering serupa di dalam keluarga.

Mekanisme yang tepat yang mengendalikan pigmentasi belum jelas. Namun, penelitian terbaru menunjukkan adanya interaksi yang baik antara beberapa sel di folikel rambut.

Sel progenitor rambut dilaporkan melepaskan protein yang disebut stem cell factor, yang merupakan persyaratan untuk produksi pigmen oleh melanocytes. Dalam studi tikus, para peneliti menunjukkan bahwa jika protein ini tidak ada, warna rambut hilang.

Begitu rambut berhenti tumbuh, folikel rambut mengalami perubahan struktural yang dramatis dan memasuki masa istirahat. Selama proses ini, melanosit secara alami mati.

Namun, sel induk melanosit di folikel rambut biasanya menghasilkan seperangkat melanosit baru pada awal siklus pertumbuhan rambut berikutnya.

Begitu rambut baru mulai tumbuh, melanosit ini sekali lagi memastikan pigmentasi tersedia. Tapi bila melanosit rusak atau tidak ada, rambut yang dihasilkan tidak memiliki warna dan bisa terlihat abu-abu atau putih.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Beredar Foto Song- Song Couple di Bandara, Mau Kemana?
5 September 2017, by Rachmiamy
Setelah kemarin netizen dilanda Hari Patah Hati Nasional Jilid 2 karena pernikahan Raisa dan Hamish Daud. Sepertinya para netizen harus bersiap- siap karena ...
Wow! Wanita Ini Berprofesi Sebagai Pemeluk dan Dibayar Rp 1 Juta/Jam
19 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Profesi dari wanita ini terbilang unik. Wanita dengan nama Janet Trevino ini berprofesi sebagai pemeluk profesional. Jasa pelukannya dibayar ...
Siapa Sangka, 3 Makanan Sehat Ini Dapat Menyebabkan Bau Badan
11 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Salah satu factor turunnya rasa percaya diri adalah disebabkan oleh bau badan. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi bau badan. Salah ...
Sophia Latjuba Menuai Kritik Gara – Gara Foto Ini
23 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Salah satu artis cantik Indonesia ini memiliki hobi dan kesenangan terhadap anjing. Ia begitu mencintai anjing – anjingnya, namun ...
Jangan Salah, Patung Ini Terbuat dari Ban Bekas
9 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seni memang dapat dibuat dengan bahan apapun. Bahkan dengan bahan-bahan bekas pakai pun dapat menjadi suatu karya seni yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab