Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Mengapa Rambut Kita Beruban?

Mengapa Rambut Kita Beruban?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 346x | Penulis : Rio Nur Arifin

Saat Anda melihat ke cermin di pagi hari, Anda melihat takdir yang tak terelakkan telah datang: uban pertama Anda! Apakah Anda berusia 20-an atau usia 50-an, uban akan segera bdatang pada kita semua.

Selama pertumbuhan rambut, melanosit membuat pigmen dan menyebarkannya ke sel induk progenitor di dasar folikel rambut. Sel-sel ini, pada gilirannya, berubah menjadi berbagai komponen rambut yang tumbuh.

Saat rambut kita tumbuh, pigmen terus digabungkan, yang menghasilkan warna rambut unik kita. Sel-sel yang bertanggung jawab untuk proses ini adalah melanosit penghasil pigmen di dasar folikel rambut.

Pada pertumbuhan rambut normal, folikel menghasilkan rambut dengan kecepatan sekitar 1 sentimeter per bulan selama beberapa tahun.

Tapi semua sel di tubuh kita menjadi semakin rusak sepanjang hidup kita, dan melanosit ini akhirnya hilang. Bila semua melanosit hilang dalam folikel rambut tertentu, rambut berikutnya yang tumbuh akan berwarna abu-abu atau putih.

Biologi pertumbuhan rambut agak rumit, dengan banyak sel khusus yang terlibat dalam struktur dan fungsi folikel rambut. Ilmuwan terus mengungkap proses pertumbuhan dan pigmentasi rambut manusia.

Apa yang mengendalikan pigmentasi?

Manusia memiliki dua jenis pigmen berbeda. Eumelanin bertanggung jawab atas warna hitam dan coklat, sementara pheomelanin bertanggung jawab atas warna oranye dan kuning.

Gen menentukan campuran pigmen yang dihasilkan setiap individu, itulah sebabnya warna rambut sering serupa di dalam keluarga.

Mekanisme yang tepat yang mengendalikan pigmentasi belum jelas. Namun, penelitian terbaru menunjukkan adanya interaksi yang baik antara beberapa sel di folikel rambut.

Sel progenitor rambut dilaporkan melepaskan protein yang disebut stem cell factor, yang merupakan persyaratan untuk produksi pigmen oleh melanocytes. Dalam studi tikus, para peneliti menunjukkan bahwa jika protein ini tidak ada, warna rambut hilang.

Begitu rambut berhenti tumbuh, folikel rambut mengalami perubahan struktural yang dramatis dan memasuki masa istirahat. Selama proses ini, melanosit secara alami mati.

Namun, sel induk melanosit di folikel rambut biasanya menghasilkan seperangkat melanosit baru pada awal siklus pertumbuhan rambut berikutnya.

Begitu rambut baru mulai tumbuh, melanosit ini sekali lagi memastikan pigmentasi tersedia. Tapi bila melanosit rusak atau tidak ada, rambut yang dihasilkan tidak memiliki warna dan bisa terlihat abu-abu atau putih.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sifat Cowok yang Bikin Cewek Sebel
24 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Terkadang kita sebagai cewek suka bosen dengan sifat-sifat menyebalkan si doi. Udah gitu sifat menyebalkannya bisa bikin kita ngambek ataupun ...
Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara kompak Unggah Foto Berdua di Instagram
10 Desember 2017, by Rachmiamy
Artis cantik sekaligus Puteri Indonesia tahun 2005, Nadine Chandrawinata nampaknya sudah mulai terbuka perihal hubungan asmaranya dengan aktor Dimas Anggara. ...
Sejumlah Artis Tanah Air Deklarasi Lawan Narkoba
23 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Narkoba telah memakan banyak korban di berbagai elemen masyarakat hingga ke anak-anak. Untuk itu, semua masyarakat dan pihak yang berwenang harus mawas diri ...
Sering Stress? Hati-Hati! Ini yang Terjadi Pada Tubuh
3 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ada ungkapan yang menyebut bahwa "Stress Berlebihan akan Membunuhmu". Hal ini ternyata dibenarkan, jika dilihat dari dampaknya terhadap ...
Kalah Dari Kroasia di Babak Semifinal, Begini Kata Kapten Timnas Inggris Harry Kane
12 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Mimpi Inggris menjadi juara Piala Dunia 2018 pupus usai ditaklukkan Kroasia di partai semifinal Piala Dunia yang dilangsungkan di Stadion Luzhniki, Moskow ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman