Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Mengapa Rambut Kita Beruban?

Mengapa Rambut Kita Beruban?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 412x | Penulis : Rio Nur Arifin

Saat Anda melihat ke cermin di pagi hari, Anda melihat takdir yang tak terelakkan telah datang: uban pertama Anda! Apakah Anda berusia 20-an atau usia 50-an, uban akan segera bdatang pada kita semua.

Selama pertumbuhan rambut, melanosit membuat pigmen dan menyebarkannya ke sel induk progenitor di dasar folikel rambut. Sel-sel ini, pada gilirannya, berubah menjadi berbagai komponen rambut yang tumbuh.

Saat rambut kita tumbuh, pigmen terus digabungkan, yang menghasilkan warna rambut unik kita. Sel-sel yang bertanggung jawab untuk proses ini adalah melanosit penghasil pigmen di dasar folikel rambut.

Pada pertumbuhan rambut normal, folikel menghasilkan rambut dengan kecepatan sekitar 1 sentimeter per bulan selama beberapa tahun.

Tapi semua sel di tubuh kita menjadi semakin rusak sepanjang hidup kita, dan melanosit ini akhirnya hilang. Bila semua melanosit hilang dalam folikel rambut tertentu, rambut berikutnya yang tumbuh akan berwarna abu-abu atau putih.

Biologi pertumbuhan rambut agak rumit, dengan banyak sel khusus yang terlibat dalam struktur dan fungsi folikel rambut. Ilmuwan terus mengungkap proses pertumbuhan dan pigmentasi rambut manusia.

Apa yang mengendalikan pigmentasi?

Manusia memiliki dua jenis pigmen berbeda. Eumelanin bertanggung jawab atas warna hitam dan coklat, sementara pheomelanin bertanggung jawab atas warna oranye dan kuning.

Gen menentukan campuran pigmen yang dihasilkan setiap individu, itulah sebabnya warna rambut sering serupa di dalam keluarga.

Mekanisme yang tepat yang mengendalikan pigmentasi belum jelas. Namun, penelitian terbaru menunjukkan adanya interaksi yang baik antara beberapa sel di folikel rambut.

Sel progenitor rambut dilaporkan melepaskan protein yang disebut stem cell factor, yang merupakan persyaratan untuk produksi pigmen oleh melanocytes. Dalam studi tikus, para peneliti menunjukkan bahwa jika protein ini tidak ada, warna rambut hilang.

Begitu rambut berhenti tumbuh, folikel rambut mengalami perubahan struktural yang dramatis dan memasuki masa istirahat. Selama proses ini, melanosit secara alami mati.

Namun, sel induk melanosit di folikel rambut biasanya menghasilkan seperangkat melanosit baru pada awal siklus pertumbuhan rambut berikutnya.

Begitu rambut baru mulai tumbuh, melanosit ini sekali lagi memastikan pigmentasi tersedia. Tapi bila melanosit rusak atau tidak ada, rambut yang dihasilkan tidak memiliki warna dan bisa terlihat abu-abu atau putih.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ternyata Ini yang Membuat Dan Brown Jatuh Cinta pada Teka-Teki
13 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Untuk kamu yang gemar membaca novel misteri pasti tak asing lagi dengan nama Dan Brown. Setelah sukses dengan novelnya ‘The Da Vinci Code’, Dan ...
Inilah Kode Rahasia Untuk Jenazah yang Ada di Dalam Pesawat
4 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Dilansir dari Liputan6.com, Pesawat adalah sebuah transportasi udara yang memindahkan penumpangnya dari daerah satu ke daerah lain. Namun, ...
9 Hal Luar Biasa Yang Terjadi Saat Anda Mengganti Semua Jenis Minuman Dengan Air Putih
13 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Kita semua tahu apa yang bisa menyebabkan minuman berbahaya. Obesitas, masalah jantung, sakit perut, penyakit kulit,  Daftar ini terdengar sangat ...
Jangan Panik Jika Terjadi Gempa!
27 Januari 2018, by Dika Mustika
Minggu lalu, Indonesia dilanda gempa. Gempa yang ternyata bersumber dari Banten itu cukup terasa hingga ke beberapa daerah. Gempa memang tak bisa dicegah, ...
6 Zodiak yang Terlahir Sebagai Seorang yang Jenius
12 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Ada 6 zodiak yang memang sudah ditakdirkan untuk menjadi orang yang jenius yang selalu mendapatkan nilai diatas rata-rata. Namun, jenius bukan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab