Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Mammoth dan Sayuran Mentah Menu Makan Utama Manusia Purba

Mammoth dan Sayuran Mentah Menu Makan Utama Manusia Purba

21 Agustus 2017 | Dibaca : 1546x | Penulis : Rindang Riyanti

Manusia purba mengkonsumsi lebih banyak tanaman daripada Neanderthal tapi hanya makan sedikit ikan.

Ilmuwan Senckenberg telah mempelajari makanan manusia modern anatomis. Dengan studi terbaru mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, mereka dapat menolak teori bahwa makanan dari Homo sapiens lebih fleksibel daripada Neanderthal. Sama seperti Neanderthal, nenek moyang kita Homo sapiens memakan mammoth dan tumbuhan - para peneliti tidak dapat mendokumentasikan ikan sebagai bagian dari makanan mereka. Oleh karena itu, tim internasional mengasumsikan bahwa pemindahan Neanderthal adalah hasil dari persaingan langsung.

Perwakilan pertama Homo sapiens menjajah Eropa sekitar 43.000 tahun yang lalu, menggantikan Neanderthal di sana sekitar 3.000 tahun kemudian. "Banyak penelitian meneliti pertanyaan tentang apa yang menyebabkan perpindahan ini - satu hipotesis mendalilkan bahwa makanan manusia modern anatomis lebih beragam dan fleksibel dan sering termasuk ikan," jelas Prof. Dr. Hervé Bocherens dari Senckenberg Center for Human Evolution and Palaeoenvironment (HEP) di University of Tübingen.

Bersama rekannya, Dr. Dorothée Drucker, ahli biogeologi dari Tübingen sekarang bertekad untuk sampai ke dasar hipotesis ini. Sehubungan dengan tim internasional, dia mempelajari kebiasaan makan manusia purba berdasarkan fosil tertua yang diketahui dari gua Buran Kaya di Semenanjung Krimea di Ukraina. "Dalam studi ini, kami meneliti temuan manusia purba dalam konteks fauna lokal," jelas Drucker, dan dia melanjutkan, "Sampai sekarang, semua analisis makanan manusia purba didasarkan pada penemuan yang terisolasi; Oleh karena itu, mereka sangat sulit untuk menafsirkannya. "

Untuk merekonstruksi menu leluhur kita - meskipun tidak ada catatan makanan fosil – tim ilmuwan mengukur persentase isotop karbon dan nitrogen yang stabil di tulang manusia purba dan hewan seperti kuda dan rusa. Selain itu, mereka juga menganalisis kandungan nitrogen-15 dari masing-masing asam amino, sehingga memungkinkan untuk tidak hanya menentukan asal-usulnya, tetapi juga proporsi nitrogen. "Hasil kami menunjukkan proporsi yang sangat tinggi dari isotop nitrogen 15N pada manusia purba," tambah Bocherens, dan dia melanjutkan, "Namun, berlawanan dengan asumsi sebelumnya, ini tidak berasal dari konsumsi produk ikan, namun terutama dari mammoth. "

Hasil lain mengejutkan ilmuwan: Proporsi tumbuhan dalam makanan manusia purba secara signifikan lebih tinggi daripada spesies Neanderthal yang sebanding, mammoth tampaknya merupakan salah satu sumber utama daging pada kedua spesies.

 

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

4 Rahasia Miliarder Besarkan Anak Jadi Orang Kaya
29 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya menjadi seseorang yang sukses dan juga kaya raya. Namun , siapa sangkan banyak sekali hal ...
Rildo Ananda Ketua Baru Pengurus Pusat Perstuan Tenis Seluruh Indonesia
27 November 2017, by Admin
Tampang.com  - Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia  (PP Pelti) membawa Rildo Ananda Anwar sebagai nahkoda ...
Mustofa Nahrawardaya Jagokan Ruhut Sitompul Pada Pilpres 2019
6 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Relawan senior #2019GantiPresiden Mustofa Nahrawardaya mengatakan ia memiliki jagoan untuk didukung pada pilpres 2019. Mustofa Nahrawardaya mengaku ...
Loew: Tak Usah Gusarkan Claudio Bravo
2 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Joachim Loew selaku pelatih Jerman, meminta pasukannya percaya diri saat menghadapi Chile pada final Piala Konfederasi 2017, di Stadion ...
kebahagiaan sejati
2 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Kawan... Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama. Ketika kita membawa tas atau ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview