Tutup Iklan
hijab
  
login Register
KOI-314c, Eksoplanet Mirip Bumi, Layakkah untuk Kita Huni?

KOI-314c, Eksoplanet Mirip Bumi, Layakkah untuk Kita Huni?

11 Mei 2018 | Dibaca : 1204x | Penulis : Maman Soleman

Sebuah planet yang mengandung gas dengan massa yang sama dengan Bumi telah ditemukan para peneliti antariksa dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics. Mereka mengumumkan penemuan tersebut beberapa waktu lalu.

Beberapa waktu terakhir memang para ilmuwan berupaya mencari eksoplanet atau planet yang letaknya di luar jangkauan sistem tata surya, yang memiliki ukuran, massa, dan habitat mirip dengan Bumi. Sejauh ini kebanyakan eksoplanet yang ditemukan berukuran lebih besar daripada Bumi. Seiring dengan perkembangan teknologi, planet-planet kecil pun mulai terlihat.

Planet KOI-314c berjarak sekitar 200 tahun cahaya dan mengitari bintang kerdil merah. Planet tersebut mempunyai massa lebih kecil daripada matahari dan tergolong dalam kelas spektrum yang berbeda. KOI-314c mempunyai masa orbit 23 hari bumi dan dengan suhu permukaan sekitar 220 derajat Fahrenheit (104 derajat Celcius) karena berada dalam posisi yang dekat dengan bintang. Suhu itu terlalu panas untuk mendukung kehidupan. Sebagai perbandingan suhu paling tinggi di bumi adalah 136 derajat Fahrenheit (57,8 derajat Celcius).

KOI-314c mempunyai diameter sekitar 60% lebih besar daripada Bumi meskipun massa keduanya hampir sama.

Dari kedua parameter itu, peneliti menyimpulkan planet tersebut sangat bergas dan memiliki atmosfer yang terdiri dari helium dan hidrogen dengan ketebalan mencapai ratusan mil.

Penentuan massa planet dilakukan dengan menggunakan metode relativitas baru yang disebut transit timing variations (TTV). Metode itu sudah digunakan sejak 2010. Metode TTV memungkinkan astronom memperoleh kepastian mengenai ukuran planet bermassa kecil.

Tim juga memantau cahaya KOI-314c terhadap tetangganya, KOI-214b, yang berukuran sama meskipun sekitar empat kali lebih padat.

Penemuan itu sangat menggagumkan karena bukan hanya mengenai keberhasilan pencarian oleh tim astronom, melainkan juga karena mereka berhasil menggabungkan data yang diperoleh dari teleskop angkasa luar Kepler untuk mencari eksobulan di sekitar planet yang berpotensi untuk dihuni. Penemuan mereka ternyata lebih dari yang diharapkan. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam The Astrophysical Journal.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kepala Terbentur, Pria Ini Mendadak Menjadi Jenius Piano
23 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tidak semua kecelakaan berakhir tragis. Mungkin saja ada hikmah terkandung dalam kecelakaan atau bencana tersebut. Seperti cerita Derek Amato ...
Ini Cara Termudah Atasi Bau Mulut yang Menyerang
10 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bau mulut memang menjadi salah satu masalah yang dapat menyebabkan kurang percaya diri. Bau mulut dapat disebabkan karena penyakit, seperti ...
Saur Sepuh The Series Tayang Besok di SCTV
12 Agustus 2017, by Rachmiamy
Kabar gembira bagi anda pecinta drama laga kolosal seperti Tutur Tinular dan Misteri Gunung Berapi, pasalnya mulai besok tanggal 13 Agustus 2017, drama laga ...
4 Hal Penyebab Bibir Pecah-pecah
5 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Bibir pecah-pecah dapat menyebabkan iritasi atau luka. Salah satu penyebabnya yaitu akibat faktor cuaca saat musim dingin. Pada saat itu, bibir ...
Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan
1 Mei 2018, by Slesta
Setelah epilepsi tampaknya tidak menurunkan kemungkinan seorang wanita hamil, penelitian baru menemukan. "Makalah kami adalah mitos-buster," kata ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview