Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Kekerasan Seksual Pada Bayi Usia 8 Bulan di India

Kekerasan Seksual Pada Bayi Usia 8 Bulan di India

30 Januari 2018 | Dibaca : 299x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Semakin hari bentuk dan jenis tindakan kriminal semakin meningkat. Terutama di negara-negara berkembang perilaku kriminal akan terus terjadi. Salah satu bentuk perilaku kriminal yang memakan banyak korban adalah perilaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur hingga pada orang dewasa. Baru-baru ini perilaku kekerasan seksual terjadi di India, yakni pada seorang bayi yang berusia 8 bula. Lebih ironisnya adalah sang pelaku bukan orang lain melainkan sepupu dari sang bayi tersebut.

Kejadian ini terjadi di New Delhi pada Minggu (28/01). Dikabarkan peristiwa ini baru terungkap kemarin (29/01). Bayi malang tersebut dilarikan ke rumah sakit pada hari kejadian, kemudian dilakukan operasi, hingga saat ini bayi masih dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi selama 3 jam.

Berdasarkan keterangan polisi setempat, pelaku pemerkosaan telah ditangkap. Pelaku merupakan pria dewasa yang sudah berusia 28 tahun bekerja sebagai buruh harian.

 Mendengar kabar bayi malang ini, Kepala Komisi Perempuan Delhi, Swati Maliwal mengunjungi rumah sakit dimana bayi dirawat untuk melihat kondisi. Wilawal mengaku bahwa luka-luka yang diderita sang bayi sang mengerikan.

"Apa yang harus dilakukan? Bagaimana warga Delhi bisa tidur tenang saat ini sementara bayi delapan bulan diperkosa secara brutal di ibu kota kita? Apa kita sudah tak lagi peduli atau kita pasrah saja menerima ini sebagai takdir," tulisnya dalam akun Twitternya, dikutip dari laman BBC, Selasa (30/1).

Dirinya juga mengirim seruan langsung kepada Narendra Modi, Perdana Menteri India agar pemerintah memberi perhatian lebih pada situasi semacam ini. "Buatlah undang-udang yang lebih ketat dan kerahkan sumber daya polisi yang lebih banyak untuk melindungi anak perempuan di negeri ini," ucapnya.

Menanggapi kejahatan yang kian marak ini memicu protes dari masyarakat. Mereka mendesak pemerintah untuk membuat peraturan perundangan yang lebih serius dan lebih ketat, serta hukuman bagi para pelaku pemerkosaan akan diberi hukuman mati.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Diduga Manipulasi Data, Panwaslu Periksa Ketua KPU Makassar
30 Juni 2018, by oteli w
Diduga Manipulasi Data, Panwaslu Periksa Ketua KPU Makassar Foto rekapan data perolehan suara Pilkada Sulsel yang diduga dimanipulasi beredar luas di media ...
zainul majdi
14 April 2017, by Tonton Taufik
Begitu Hina kah Kami Para Pribumi di Indonesia? Oleh: Tanri Abeng Menjelang tengah malam, ada sepucuk surat yang berselewaran di media sosial. Surat ...
Selfie Maut Mahasiswa Unair di Tebing Air Terjun Malang
30 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Lagi dan lagi aksi selfie di tempat berbahaya memakan korban jiwa. Kali ini terjadi pada salah seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) ...
Terungkap! Ini Tahun Terindah dan Tersulit dalam Pernikahan
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Tidak semua pasangan menyadari bahwa usaha dari kedua pasangan sangat dibutuhkan dalam kehidupan keluarga. Ini sesuai dengan data 950.000 perkawinan di Eropa ...
Ingin Pasta Buatan Tambah Lezat? Berikut Trik Rahasia dari Chef Terkemuka Scott Conant
24 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu makanan khas Italia, Pasta menjadi salah satu makanan asing yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Dalam memasak hidangan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab