Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Kekerasan Seksual Pada Bayi Usia 8 Bulan di India

Kekerasan Seksual Pada Bayi Usia 8 Bulan di India

30 Januari 2018 | Dibaca : 264x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Semakin hari bentuk dan jenis tindakan kriminal semakin meningkat. Terutama di negara-negara berkembang perilaku kriminal akan terus terjadi. Salah satu bentuk perilaku kriminal yang memakan banyak korban adalah perilaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur hingga pada orang dewasa. Baru-baru ini perilaku kekerasan seksual terjadi di India, yakni pada seorang bayi yang berusia 8 bula. Lebih ironisnya adalah sang pelaku bukan orang lain melainkan sepupu dari sang bayi tersebut.

Kejadian ini terjadi di New Delhi pada Minggu (28/01). Dikabarkan peristiwa ini baru terungkap kemarin (29/01). Bayi malang tersebut dilarikan ke rumah sakit pada hari kejadian, kemudian dilakukan operasi, hingga saat ini bayi masih dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi selama 3 jam.

Berdasarkan keterangan polisi setempat, pelaku pemerkosaan telah ditangkap. Pelaku merupakan pria dewasa yang sudah berusia 28 tahun bekerja sebagai buruh harian.

 Mendengar kabar bayi malang ini, Kepala Komisi Perempuan Delhi, Swati Maliwal mengunjungi rumah sakit dimana bayi dirawat untuk melihat kondisi. Wilawal mengaku bahwa luka-luka yang diderita sang bayi sang mengerikan.

"Apa yang harus dilakukan? Bagaimana warga Delhi bisa tidur tenang saat ini sementara bayi delapan bulan diperkosa secara brutal di ibu kota kita? Apa kita sudah tak lagi peduli atau kita pasrah saja menerima ini sebagai takdir," tulisnya dalam akun Twitternya, dikutip dari laman BBC, Selasa (30/1).

Dirinya juga mengirim seruan langsung kepada Narendra Modi, Perdana Menteri India agar pemerintah memberi perhatian lebih pada situasi semacam ini. "Buatlah undang-udang yang lebih ketat dan kerahkan sumber daya polisi yang lebih banyak untuk melindungi anak perempuan di negeri ini," ucapnya.

Menanggapi kejahatan yang kian marak ini memicu protes dari masyarakat. Mereka mendesak pemerintah untuk membuat peraturan perundangan yang lebih serius dan lebih ketat, serta hukuman bagi para pelaku pemerkosaan akan diberi hukuman mati.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kementerian Kesehatan Kongo Melaporkan Kematian Pertama Dalam Wabah Ebola
11 Mei 2018, by Slesta
Satu orang diyakini telah meninggal setelah wabah baru virus Ebola, Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo mengumumkan Kamis. Menteri Kesehatan Oly ...
La Vecchia Signora Juventus Berhasil Mengalahkan Tamunya  Sporting Lisbon Dengan Skor 2-1
19 Oktober 2017, by Rachmiamy
Klub Raksasa Italia Juventus berhasil mengalahkan tamunya Sporting Lisbon pada laga pekan ketiga babak penyisihan grup D Liga Champion 2017/2018. La Vecchia ...
Begini Pengakuan Pria Pembuang Senjata Tajam Jenis Pisau di Masjid Satpas SIM Daan Mogot
16 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Polisi masih mendalami motif pria pembuang pisau di Masjid Satpas SIM Daan Mogot pada Selasa, 15 Mei 2018 kemarin. Pria yang ...
5 Manfaat Tidur Siang Untuk Kecantikan
31 Maret 2018, by oteli w
Setelah jam makan siang biasanya saat itu rasa ngantuk mendatangi banyak orang dan muncul keinginan untuk tidur sejenak. Namun, untuk sebagian orang merasa ...
Merasa Flu Berkepanjangan Hati-Hati Terserang Penyakit Jantung
3 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seringkali, ketika cuaca tak menentu seperti ini kita mudah sekali terserang beberapa penyakit. Salah satu yang mudah menyerang adalah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview