Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Jokowi Imbau Petani Jangan Jual Gabah

Jokowi Imbau Petani Jangan Jual Gabah

22 Januari 2018 | Dibaca : 260x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Harga beras yang semakin melonjak tak sebanding dengan harga jual gabah para petani kepada tengkulak. Harga jual gabah per kilogram terbilang sangat kecil dari pada harga beras yang dijual di pasaran. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin jika para petani dapat menjual hasil panennya bukan dalam bentuk gabah melainkan sudah dalam bentuk beras. Sebab keuntungan terbesar dari menanam padi yaitu saat pasca panen bukan saat panen.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi saat berbicara pada Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Terintegrasi di Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, Minggu 21 Januari 2018. Selama ini yang dilakukan petani yaitu mengurus sawah dengan mengairi, memupuk, panen dan kemudian menjualnya dalam bentuk gabah. Kebiasaan ini harus diubah agar taraf hidup petani semakin sejahtera.

"Padahal keuntungan besar itu pada saat jadi beras. Jadi saya sampaikan agar jualnya dalam bentuk beras. Syukur sudah dikemas. Ini di penggilingan padi modern ini bisa dilakukan,” ujar Presiden Jokowi.

Di lokasi Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, terdapat pabrik penggilingan padi. Presiden menginginkan pabrik penggilingan padi tersebut dapat berfungsi secara maksimal dan produktif.

"Saya mau lihat dulu apa kapasitas di sini cukup atau enggak. Kalau enggak bisa ditambah. Bermanfaat atau tidak bermanfaat. Kalau tidak sudah tinggalkan. Kalau bermanfaat akan dibesarkan lagi sehingga kapasitasnya memenuhi yang ada di masyarakat," ujar dia.

Saat ini harga gabah petani dihargai sebesar Rp 3.500 per-kg. Sedangkan harga beras berada dikisaran Rp 10-11 ribu per-kg. "Ini yang perlu kita lakukan bersama-sama sehingga sekali lagi produk pertanian kita tidak ketinggalan zaman. Ada pengerjaan setelah panen, pengeringan, digilang, dikemas baik apalagi diberi nama baik juga dikemas dalam kelompok besar petani, diberi merek. Itu akan memberi nilai tambah dengan menaikkan harga," kata Jokowi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Laki-Laki ini Memutuskan Hidup dengan 7 Boneka Seks dari  pada menikah
5 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Dunia memang sudah semakin aneh saja, dengan kecanggihan yang ada saat ini, banyak fenomenal yang terjadi yang dirasa kurang wajar untuk dilakukan ...
tsania marwa
12 Juli 2017, by Rachmiamy
Kisruh rumah tangga antara Tsania Marwa dan Atalarik Syah belum juga menemukan titik terang. kabarnya artis cantik kelahiran 5 April 1991 ini tidak bisa ...
Tanggapi Rumor Sergej Milinkovic-Savic Pindah Ke Real Madrid, Begini Kata Agen Savic
31 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sebelum dimulainya kompetisi musim panas setiap klub berlomba-lomba melakukan transfer pemain untuk mendapatkan bintang baru yang dipercaya dapat memberi ...
Berat Badan TurunsSampai 30 kg dalam Waktu 6 Bulan
1 September 2017, by Rachmiamy
Memiliki tubuh yang ramping dan juga ideal adalah impian sebagian besar kaum wanita. Lalu, bagaimana jika kita sudah terlanjur bertubuh besar? Pasti kita akan ...
Perempuan Bekerja Lebih Rentan Terkena Anemia
7 Juni 2018, by Maman Soleman
Pemahaman masyarakat awam terhadap anemia sering kali dangkal, hanya sebatas kurang darah. Beberapa anggapan awam bahkan menyamakan antara kurang darah dengan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview