Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Jokowi Imbau Petani Jangan Jual Gabah

Jokowi Imbau Petani Jangan Jual Gabah

22 Januari 2018 | Dibaca : 827x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Harga beras yang semakin melonjak tak sebanding dengan harga jual gabah para petani kepada tengkulak. Harga jual gabah per kilogram terbilang sangat kecil dari pada harga beras yang dijual di pasaran. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin jika para petani dapat menjual hasil panennya bukan dalam bentuk gabah melainkan sudah dalam bentuk beras. Sebab keuntungan terbesar dari menanam padi yaitu saat pasca panen bukan saat panen.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi saat berbicara pada Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Terintegrasi di Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, Minggu 21 Januari 2018. Selama ini yang dilakukan petani yaitu mengurus sawah dengan mengairi, memupuk, panen dan kemudian menjualnya dalam bentuk gabah. Kebiasaan ini harus diubah agar taraf hidup petani semakin sejahtera.

"Padahal keuntungan besar itu pada saat jadi beras. Jadi saya sampaikan agar jualnya dalam bentuk beras. Syukur sudah dikemas. Ini di penggilingan padi modern ini bisa dilakukan,” ujar Presiden Jokowi.

Di lokasi Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, terdapat pabrik penggilingan padi. Presiden menginginkan pabrik penggilingan padi tersebut dapat berfungsi secara maksimal dan produktif.

"Saya mau lihat dulu apa kapasitas di sini cukup atau enggak. Kalau enggak bisa ditambah. Bermanfaat atau tidak bermanfaat. Kalau tidak sudah tinggalkan. Kalau bermanfaat akan dibesarkan lagi sehingga kapasitasnya memenuhi yang ada di masyarakat," ujar dia.

Saat ini harga gabah petani dihargai sebesar Rp 3.500 per-kg. Sedangkan harga beras berada dikisaran Rp 10-11 ribu per-kg. "Ini yang perlu kita lakukan bersama-sama sehingga sekali lagi produk pertanian kita tidak ketinggalan zaman. Ada pengerjaan setelah panen, pengeringan, digilang, dikemas baik apalagi diberi nama baik juga dikemas dalam kelompok besar petani, diberi merek. Itu akan memberi nilai tambah dengan menaikkan harga," kata Jokowi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ketika Tubuh Kekurangan Vitamin D
22 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hingga kini, pentingnya asupan vitamin D masih dalam perdebatan oleh beberapa peneliti. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian menyatakan bahwa ...
Tingkat-Tingkat Darah dari Penghambat Api Beracun Menurun Pada Anak-Anak
5 April 2018, by Slesta
Ketinggian darah dari penghambat api telah jatuh pada anak-anak Amerika karena penggunaan bahan kimia itu dilarang dalam produk konsumen, sebuah studi baru ...
Massimiliano Allegri Kecewa Dengan Hasil Yang Didapat Juventus Ketika Bermain di Kandang Sporting CP
1 November 2017, by Rachmiamy
Juventus gagal mempertahankan tren kemenangannya di Liga Champion 2017. The Old Lady hanya mampu pulang membawa satu poin dari kandang Sporting CP. Bertanding ...
5 Tips Perawatan Gitar untuk Pemain Gitar Listrik
26 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Ikuti tip bermanfaat yang digunakan oleh pemusik berpengalaman dan profesional untuk menjaga agar gitar Anda tetap dalam kondisi bermain bagus:   1. ...
Sulitnya Penerapan Penggunaan Isu Agama di Pilkada Jabar
24 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Pilkada Jawa Barat 2018 tinggal menghitung hari. Sosialisasi dan kampanye telah dilakukan sebelumnya. Kini masing – masing pasangan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab