Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Jokowi Imbau Petani Jangan Jual Gabah

Jokowi Imbau Petani Jangan Jual Gabah

22 Januari 2018 | Dibaca : 312x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Harga beras yang semakin melonjak tak sebanding dengan harga jual gabah para petani kepada tengkulak. Harga jual gabah per kilogram terbilang sangat kecil dari pada harga beras yang dijual di pasaran. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin jika para petani dapat menjual hasil panennya bukan dalam bentuk gabah melainkan sudah dalam bentuk beras. Sebab keuntungan terbesar dari menanam padi yaitu saat pasca panen bukan saat panen.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi saat berbicara pada Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Terintegrasi di Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, Minggu 21 Januari 2018. Selama ini yang dilakukan petani yaitu mengurus sawah dengan mengairi, memupuk, panen dan kemudian menjualnya dalam bentuk gabah. Kebiasaan ini harus diubah agar taraf hidup petani semakin sejahtera.

"Padahal keuntungan besar itu pada saat jadi beras. Jadi saya sampaikan agar jualnya dalam bentuk beras. Syukur sudah dikemas. Ini di penggilingan padi modern ini bisa dilakukan,” ujar Presiden Jokowi.

Di lokasi Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, terdapat pabrik penggilingan padi. Presiden menginginkan pabrik penggilingan padi tersebut dapat berfungsi secara maksimal dan produktif.

"Saya mau lihat dulu apa kapasitas di sini cukup atau enggak. Kalau enggak bisa ditambah. Bermanfaat atau tidak bermanfaat. Kalau tidak sudah tinggalkan. Kalau bermanfaat akan dibesarkan lagi sehingga kapasitasnya memenuhi yang ada di masyarakat," ujar dia.

Saat ini harga gabah petani dihargai sebesar Rp 3.500 per-kg. Sedangkan harga beras berada dikisaran Rp 10-11 ribu per-kg. "Ini yang perlu kita lakukan bersama-sama sehingga sekali lagi produk pertanian kita tidak ketinggalan zaman. Ada pengerjaan setelah panen, pengeringan, digilang, dikemas baik apalagi diberi nama baik juga dikemas dalam kelompok besar petani, diberi merek. Itu akan memberi nilai tambah dengan menaikkan harga," kata Jokowi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

JK Sejalan dengan Anies- Sandi Kasus Reklamasi Jakarta
3 November 2017, by Admin
Tampang.com - MANTAN Ketua Tim Sinkronisasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Sudirman Said membantah pandangan yang menurutnya keliru atas sikap Wakil Presiden ...
 Waspadai 7 Tanda Peringatan pada Apa yang Pria Katakan, Ladies!
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Ini tanda-tanda peringatan yang menunjukkan bahwa ia pasangan yang salah dilihat dari topik yang ia bicarakan. 1. Mantannya Mantan hubungan selalu rumit. ...
Meminta Belas kasihan Orang, Pengemis ini Berpenghasilan Rp.29,5 juta dalam 4  Bulan
20 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Siapa sangka pengemis asal Madura Jawa Timur ini menjadi orang kaya dalam 4 bulan. Pendapatan dari hasil mengemisnya selama 4 bulan mendapatkan ...
Cerdas Dalam Mengkonsumsi Berita, Jangan Terprovokasi Oleh Berita Hoax Yang Tidak Jelas Asal-Usulnya
15 November 2017, by Dwi Heri Yana
Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi informasi dan komunikasi dengan mudahnya dapat di akses oleh semua kalangan masyarakat. Baik di media cetak, ...
Sri Mulyani : Tarif Cukai Rokok 2019 Jangan Dinaikkan
16 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam perkembangan ekonomi di Indonesia, pemerintah yang diwakilkan oleh Kementrian Keuangan (Kemenkeu) diminta untuk tidak menaikkan tarif ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab