Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Jelang Akhir Tahun Harga Gabah Petani Alami Kenaikan

Jelang Akhir Tahun Harga Gabah Petani Alami Kenaikan

4 November 2017 | Dibaca : 233x | Penulis : Admin


Tampang.com – Menuju akhir tahun 2017, harga beras dan gabah mengalami kenaikan tipis di tingkat hulu atau di tingkat petani. Beras juga mencatatkan kenaikan tipis di semua kualitas, baik, Premium,Medium, ataupun beras kualitas rendah.  
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan, Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani yang pada september menujukkan harga Rp. 4.655/kilogram naik menjadi Rp.4.791 per kilogram atau 2,91 persen pada Oktober. Sementara Gabah Kering Giling (GKG) menujukkan harga Rp. 5.502/kilogram naik menjadi Rp. 5.532/kilogram atau naik 0.53 persen. 
Di tingkat penggilingan, GKP juga mengalami kenaikan 2,98 persen sementara GKG 0,55 persen. Harga GKG pada September tercatat Rp. 4.744/kilogram lantas naik menjadi Rp. 4.885/kilogram pada bulan berikutnya. Demikian pula dengan GKG yang semula Rp. 5.590/kilogram naik menjadi Rp. 5.621/kilogram. 
Beras pun demikian, kualitas Premium tercatat mengalami kenaikan harga 0,34 persen. Baras kulaitas rendah naik 1,86 persen. Kenaikan tajam ada pada beras Medium yang merupakan beras konsumsi terbanyak, yakni 2,03 persen. 
Tren kenaikan ini diperkirakan masih akan berlangsung sampai akhir tahun. Meski demikian, menurut kepala BPS Suhariyanto kenaikan ini bisa saja disebabkan karena akhir tahun memasuki musim tanam serta lewatnya musim panen. “Sesuatu yang biasa, biasanya November dan Desember juga naik,” katanya.
Suhariyanto mengatakan, bahwa harga diperkirakan normal kembali selepas panen pertama antara periode Januari hingga Februari tahun depan. 
Menurut Alumnus Universitas Indonesia ini, kenaikan beras masih tergolong sangat tipis dengan andilnya terhadap inflasi sebesar 0,04 persen. Pergerakan harga beras yang cukup signifikan masih terjadi di beras kualitas medium. 
Meski demikian, jika melihat tren yang terjadi sejak Januari awal tahun lalu, upaya-upaya pemerintah telah berhasil menekan fluktuasi harga beras di pasaran. Menurut Suhariyanto, kenaikan ini tidak akan mengganggu. “Stabilisasi sudah dilakukan pemerintah, ini naik tapi tetap terkendali,” ungkapnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Panel: Pemeriksaan Kanker Ovarium Tidak Efektif, Tidak Dianjurkan
15 Februari 2018, by Slesta
Skrining untuk kanker ovarium tidak direkomendasikan untuk wanita yang tidak memiliki tanda atau gejala penyakit, pedoman yang baru dirilis dari Satuan Tugas ...
Lina Istri Cawagub Jabar Uu Ruzhanul Konsen Untuk Pemberdayaan Perempuan Jabar
10 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Istri dari Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjanjikan akan membangun potensi perempuan setiap kota/kabupaten yang ada di Jawa ...
Ini Alasan Mengapa BPOM Larang Albothyl Sebagai Obat Sariawan
16 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu obat sariawan paling ampuh, yakni Albothyl kini dilarang untuk digunakan. Adanya kandungan policresulen didalamnya dapat sebabkan kita ...
Generasi Muda Punya Andil dalam Sosialisasi Empat Pilar RI
16 September 2017, by Rindang Riyanti
Wakil Ketua MPR Mahyudin menuturkan bahwa kemajuan bangsa bergantung pada andil generasi muda. Sebab, generasi muda saat ini terutama mahasiswa sangat merespon ...
masalah jerawat
3 September 2017, by Rachmiamy
Masalah jerawat memang sangat mengganggu terutama bagi kaum wanita. Selain mengganggu karena rasa sakitnya, jerawat juga dianggap mengurangi kecantikan di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman