Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Inilah Wilayah yang Cocok jadi Ibukota Negara Pengganti Jakarta Versi ITS

Inilah Wilayah yang Cocok jadi Ibukota Negara Pengganti Jakarta Versi ITS

18 Agustus 2017 | Dibaca : 514x | Penulis : Risa Suadiani

Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, rektor dan para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyampaikan hasil kajiannya terkait penggantian ibukota negara dari Jakarta ke kota lain.

Dikutip dari VOA Indonesia, Joni Hermana selaku Rektor ITS mengatakan bahwa wacana pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain adalah tepat. Ia juga mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini masih memiliki nilai indeks kota yang rendah jika dibanding kota-kota lainnya. Jakarta juga cenderung berada di posisi terbawah secara indeks fungsi ibukota. Permasalahan seperti kemacetan, transportasi, keamanan, serta pengembangan kewilayahan juga menjadi penyebab mengapa terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi.

Peneliti E-Government ITS, Tony D. Susanto juga mengungkapkan pemindahan ibukota negara juga harus memperhatikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang teknologi, informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan ibukota di tempat yang baru.

Menurut Tony, SDM terutama di bidang IT serta infrastrutur teknologinya sangatlah penting untuk diperhatikan dalam penataan kawasan ibukota negara nantinya untuk menghubungkan daerah-daerah di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain dari segi SDM dan Infrastruktur IT, pemerintah juga perlu memerhatikan aspek kemaritiman karena Indonesia merupakan negara maritim. Menurut Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut, Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Tri Achmadi, pengembangan aspek kemaritiman akan menunjang pemerataan pembangunan dan ekonomi Indonesia untuk kawasan luar pulau Jawa seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTT dan NTB.

Ahli Tata Kota dan Arsitektur ITS, Johan Silas mengatakan pemilihan kota Palangkaraya sebagai ibukota negara yang baru tidak sesuai dengan misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan pembangunan ekonomi bangsa.

Johan SIlas juga mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Timur adalah yang cocok dan memenuhi kriteria ibukotas negara versi ITS. Hal ini karena wilayah Kaltim sebagian besar tekstur tanahnya padat, sehingga dari segi pembangunan akan lebih mudah dan menghemat budget, berbeda dengan tanah Palangkaraya yang berupa gambut. Selain itu Kalimantan Timur adalah wilayah yang paling jarang terjadi konflik sosial serta bencana alam seperti tanah longsor atau kebakaran.

Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, rektor dan para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyampaikan hasil kajiannya terkait penggantian ibukota negara dari Jakarta ke kota lain.

Dikutip dari VOA Indonesia, Joni Hermana selaku Rektor ITS mengatakan bahwa wacana pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain adalah tepat. Ia juga mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini masih memiliki nilai indeks kota yang rendah jika dibanding kota-kota lainnya. Jakarta juga cenderung berada di posisi terbawah secara indeks fungsi ibukota. Permasalahan seperti kemacetan, transportasi, keamanan, serta pengembangan kewilayahan juga menjadi penyebab mengapa terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi.

Peneliti E-Government ITS, Tony D. Susanto juga mengungkapkan pemindahan ibukota negara juga harus memperhatikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang teknologi, informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan ibukota di tempat yang baru.

Menurut Tony, SDM terutama di bidang IT serta infrastrutur teknologinya sangatlah penting untuk diperhatikan dalam penataan kawasan ibukota negara nantinya untuk menghubungkan daerah-daerah di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain dari segi SDM dan Infrastruktur IT, pemerintah juga perlu memerhatikan aspek kemaritiman karena Indonesia merupakan negara maritim. Menurut Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut, Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Tri Achmadi, pengembangan aspek kemaritiman akan menunjang pemerataan pembangunan dan ekonomi Indonesia untuk kawasan luar pulau Jawa seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTT dan NTB.

Ahli Tata Kota dan Arsitektur ITS, Johan Silas mengatakan pemilihan kota Palangkaraya sebagai ibukota negara yang baru tidak sesuai dengan misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan pembangunan ekonomi bangsa.

Johan SIlas juga mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Timur adalah yang cocok dan memenuhi kriteria ibukotas negara versi ITS. Hal ini karena wilayah Kaltim sebagian besar tekstur tanahnya padat, sehingga dari segi pembangunan akan lebih mudah dan menghemat budget, berbeda dengan tanah Palangkaraya yang berupa gambut. Selain itu Kalimantan Timur adalah wilayah yang paling jarang terjadi konflik sosial serta bencana alam seperti tanah longsor atau kebakaran.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Polri Menyayangkan Pelaku Kasus Ujaran Kebencian terhadap Istri Presiden RI
12 September 2017, by Zeal
tampang - Mabes Polri sangat menyayangkan hal yang dilakukan pelaku ujaran kebencian (hate speech) yang sepertinya tidak pernah jera. Setelah sebelumnya ...
aplikasi facebook
25 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk pelayanan bagi para pengguna khususnya dalam segi kemanan, kini Facebook sedang menguji fitur baru yang akan dihadirkan. Fitur baru ini ...
essien
9 Mei 2017, by herline
Kemenangan Persib bandung pada saat menaklukkan Persipura jayapura 1-0, Minggu (7/5/2017). Essien memberikan tiga poin untuk Persib yang berlaga di Stadion ...
Soal Patung Kongco, Pemerintah Jokowi Kurang Sensitif
15 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Polemik soal patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen tidak bisa dipandang selintas. Apalagi dengan menganggap penentangnya sebagai kelompok intoleran yang ...
Surat Joseph Merrick, Si Manusia Gajah yang Membuat Heboh, Dipajang di Museum Leicestershire
17 September 2017, by Rio Nur Arifin
Satu-satunya surat yang masih ada yang ditulis oleh Joseph Merrick adalah sebuah ucapan terima kasih yang dikirim kepada seorang janda bernama Leila ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab