Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Inilah Wilayah yang Cocok jadi Ibukota Negara Pengganti Jakarta Versi ITS

Inilah Wilayah yang Cocok jadi Ibukota Negara Pengganti Jakarta Versi ITS

18 Agustus 2017 | Dibaca : 620x | Penulis : Risa Suadiani

Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, rektor dan para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyampaikan hasil kajiannya terkait penggantian ibukota negara dari Jakarta ke kota lain.

Dikutip dari VOA Indonesia, Joni Hermana selaku Rektor ITS mengatakan bahwa wacana pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain adalah tepat. Ia juga mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini masih memiliki nilai indeks kota yang rendah jika dibanding kota-kota lainnya. Jakarta juga cenderung berada di posisi terbawah secara indeks fungsi ibukota. Permasalahan seperti kemacetan, transportasi, keamanan, serta pengembangan kewilayahan juga menjadi penyebab mengapa terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi.

Peneliti E-Government ITS, Tony D. Susanto juga mengungkapkan pemindahan ibukota negara juga harus memperhatikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang teknologi, informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan ibukota di tempat yang baru.

Menurut Tony, SDM terutama di bidang IT serta infrastrutur teknologinya sangatlah penting untuk diperhatikan dalam penataan kawasan ibukota negara nantinya untuk menghubungkan daerah-daerah di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain dari segi SDM dan Infrastruktur IT, pemerintah juga perlu memerhatikan aspek kemaritiman karena Indonesia merupakan negara maritim. Menurut Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut, Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Tri Achmadi, pengembangan aspek kemaritiman akan menunjang pemerataan pembangunan dan ekonomi Indonesia untuk kawasan luar pulau Jawa seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTT dan NTB.

Ahli Tata Kota dan Arsitektur ITS, Johan Silas mengatakan pemilihan kota Palangkaraya sebagai ibukota negara yang baru tidak sesuai dengan misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan pembangunan ekonomi bangsa.

Johan SIlas juga mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Timur adalah yang cocok dan memenuhi kriteria ibukotas negara versi ITS. Hal ini karena wilayah Kaltim sebagian besar tekstur tanahnya padat, sehingga dari segi pembangunan akan lebih mudah dan menghemat budget, berbeda dengan tanah Palangkaraya yang berupa gambut. Selain itu Kalimantan Timur adalah wilayah yang paling jarang terjadi konflik sosial serta bencana alam seperti tanah longsor atau kebakaran.

Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, rektor dan para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyampaikan hasil kajiannya terkait penggantian ibukota negara dari Jakarta ke kota lain.

Dikutip dari VOA Indonesia, Joni Hermana selaku Rektor ITS mengatakan bahwa wacana pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain adalah tepat. Ia juga mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini masih memiliki nilai indeks kota yang rendah jika dibanding kota-kota lainnya. Jakarta juga cenderung berada di posisi terbawah secara indeks fungsi ibukota. Permasalahan seperti kemacetan, transportasi, keamanan, serta pengembangan kewilayahan juga menjadi penyebab mengapa terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi.

Peneliti E-Government ITS, Tony D. Susanto juga mengungkapkan pemindahan ibukota negara juga harus memperhatikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang teknologi, informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan ibukota di tempat yang baru.

Menurut Tony, SDM terutama di bidang IT serta infrastrutur teknologinya sangatlah penting untuk diperhatikan dalam penataan kawasan ibukota negara nantinya untuk menghubungkan daerah-daerah di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain dari segi SDM dan Infrastruktur IT, pemerintah juga perlu memerhatikan aspek kemaritiman karena Indonesia merupakan negara maritim. Menurut Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut, Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Tri Achmadi, pengembangan aspek kemaritiman akan menunjang pemerataan pembangunan dan ekonomi Indonesia untuk kawasan luar pulau Jawa seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTT dan NTB.

Ahli Tata Kota dan Arsitektur ITS, Johan Silas mengatakan pemilihan kota Palangkaraya sebagai ibukota negara yang baru tidak sesuai dengan misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan pembangunan ekonomi bangsa.

Johan SIlas juga mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Timur adalah yang cocok dan memenuhi kriteria ibukotas negara versi ITS. Hal ini karena wilayah Kaltim sebagian besar tekstur tanahnya padat, sehingga dari segi pembangunan akan lebih mudah dan menghemat budget, berbeda dengan tanah Palangkaraya yang berupa gambut. Selain itu Kalimantan Timur adalah wilayah yang paling jarang terjadi konflik sosial serta bencana alam seperti tanah longsor atau kebakaran.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

China Town Hadir di Bandung
21 Januari 2018, by Dika Mustika
Rasanya tak akan ada habisnya ide bepergian jika kamu pergi ke Bandung. Perkembangan tempat wisata seakan menjamur di kota ini. Bahkan tak jarang penduduk ...
setnov
15 November 2017, by Zeal
Tampang - Setelah kembali ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto, dipanggil oleh penyidik KPK untuk dimintai keterangan. ...
Ini Dampak yang Terjadi pada Otak, Ketika Kamu Berhenti Berolahraga
7 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mesti dilakukan. Olahraga ini tak hanya baik secara fisik, ...
Setengah Dari Materi Yang Hilang Di Alam Semesta Ditemukan
16 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah misteri lama tentang keberadaan materi yang hilang di alam semesta telah dipecahkan. Berdasarkan pengukuran radiasi latar belakang yang tersisa dari ...
Studi: Karena Tidak Menyadari Kehilangan Ingatan Bisa Memprediksi Alzheimer
11 Oktober 2017, by Slesta
Sebuah studi baru-baru ini oleh Center for Addiction and Mental Health di Toronto menemukan bahwa ketidaksengajaan kehilangan ingatan mungkin merupakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab