Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Inilah Wilayah yang Cocok jadi Ibukota Negara Pengganti Jakarta Versi ITS

Inilah Wilayah yang Cocok jadi Ibukota Negara Pengganti Jakarta Versi ITS

18 Agustus 2017 | Dibaca : 415x | Penulis : Risa Suadiani

Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, rektor dan para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyampaikan hasil kajiannya terkait penggantian ibukota negara dari Jakarta ke kota lain.

Dikutip dari VOA Indonesia, Joni Hermana selaku Rektor ITS mengatakan bahwa wacana pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain adalah tepat. Ia juga mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini masih memiliki nilai indeks kota yang rendah jika dibanding kota-kota lainnya. Jakarta juga cenderung berada di posisi terbawah secara indeks fungsi ibukota. Permasalahan seperti kemacetan, transportasi, keamanan, serta pengembangan kewilayahan juga menjadi penyebab mengapa terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi.

Peneliti E-Government ITS, Tony D. Susanto juga mengungkapkan pemindahan ibukota negara juga harus memperhatikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang teknologi, informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan ibukota di tempat yang baru.

Menurut Tony, SDM terutama di bidang IT serta infrastrutur teknologinya sangatlah penting untuk diperhatikan dalam penataan kawasan ibukota negara nantinya untuk menghubungkan daerah-daerah di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain dari segi SDM dan Infrastruktur IT, pemerintah juga perlu memerhatikan aspek kemaritiman karena Indonesia merupakan negara maritim. Menurut Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut, Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Tri Achmadi, pengembangan aspek kemaritiman akan menunjang pemerataan pembangunan dan ekonomi Indonesia untuk kawasan luar pulau Jawa seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTT dan NTB.

Ahli Tata Kota dan Arsitektur ITS, Johan Silas mengatakan pemilihan kota Palangkaraya sebagai ibukota negara yang baru tidak sesuai dengan misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan pembangunan ekonomi bangsa.

Johan SIlas juga mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Timur adalah yang cocok dan memenuhi kriteria ibukotas negara versi ITS. Hal ini karena wilayah Kaltim sebagian besar tekstur tanahnya padat, sehingga dari segi pembangunan akan lebih mudah dan menghemat budget, berbeda dengan tanah Palangkaraya yang berupa gambut. Selain itu Kalimantan Timur adalah wilayah yang paling jarang terjadi konflik sosial serta bencana alam seperti tanah longsor atau kebakaran.

Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, rektor dan para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyampaikan hasil kajiannya terkait penggantian ibukota negara dari Jakarta ke kota lain.

Dikutip dari VOA Indonesia, Joni Hermana selaku Rektor ITS mengatakan bahwa wacana pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain adalah tepat. Ia juga mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini masih memiliki nilai indeks kota yang rendah jika dibanding kota-kota lainnya. Jakarta juga cenderung berada di posisi terbawah secara indeks fungsi ibukota. Permasalahan seperti kemacetan, transportasi, keamanan, serta pengembangan kewilayahan juga menjadi penyebab mengapa terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi.

Peneliti E-Government ITS, Tony D. Susanto juga mengungkapkan pemindahan ibukota negara juga harus memperhatikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang teknologi, informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan ibukota di tempat yang baru.

Menurut Tony, SDM terutama di bidang IT serta infrastrutur teknologinya sangatlah penting untuk diperhatikan dalam penataan kawasan ibukota negara nantinya untuk menghubungkan daerah-daerah di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain dari segi SDM dan Infrastruktur IT, pemerintah juga perlu memerhatikan aspek kemaritiman karena Indonesia merupakan negara maritim. Menurut Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut, Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Tri Achmadi, pengembangan aspek kemaritiman akan menunjang pemerataan pembangunan dan ekonomi Indonesia untuk kawasan luar pulau Jawa seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTT dan NTB.

Ahli Tata Kota dan Arsitektur ITS, Johan Silas mengatakan pemilihan kota Palangkaraya sebagai ibukota negara yang baru tidak sesuai dengan misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan pembangunan ekonomi bangsa.

Johan SIlas juga mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Timur adalah yang cocok dan memenuhi kriteria ibukotas negara versi ITS. Hal ini karena wilayah Kaltim sebagian besar tekstur tanahnya padat, sehingga dari segi pembangunan akan lebih mudah dan menghemat budget, berbeda dengan tanah Palangkaraya yang berupa gambut. Selain itu Kalimantan Timur adalah wilayah yang paling jarang terjadi konflik sosial serta bencana alam seperti tanah longsor atau kebakaran.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

cinta laura
21 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Lagi-lagi unggahan foto selebritis dalam akun media social menjadi ramai diperbincangkan dan menjadi bahan buat para nitizen berkomentar pedas. ...
Jangan Salah, Patung Ini Terbuat dari Ban Bekas
9 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seni memang dapat dibuat dengan bahan apapun. Bahkan dengan bahan-bahan bekas pakai pun dapat menjadi suatu karya seni yang ...
emmanuel macron
12 Mei 2017, by Devi
Ada yang menarik dari kisah percintaan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya yang kini menjadi ibu negara Prancis yang terpaut umur cukup jauh yaitu 24 ...
bajir aneh
8 Mei 2017, by Ayu
Salah satu Negara yakni Indonesia juga pernah terkena dampak banjir yang aneh dan belum pernah ada sebelumnya. Banjir yang ada di Indonesia ialah  banjir ...
Ternyata Anak-Anak Sudah Mulai Menyiapkan Masa Depan Mulai Usia 6 Tahun
27 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Kebiasaan yang disengaja sangat penting untuk meningkatkan berbagai keterampilan yang penting untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari mengikat tali sepatu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab