Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ingin Lebih Bahagia dengan Pekerjaanmu? Yuk,  Kita Belajar dari Konsep Ikigai!

Ingin Lebih Bahagia dengan Pekerjaanmu? Yuk, Kita Belajar dari Konsep Ikigai!

31 Januari 2018 | Dibaca : 1301x | Penulis : Dika Mustika

Pernahkah kamu memperhatikan, betapa bahagianya seseorang dengan pekerjaannya karena memang pekerjaannya tersebut adalah hobinya. Atau dengan kata lain, betapa bahagianya seseorang yang profesinya adalah hobinya. Sebut saja misalnya: pemain bola, penulis, designer, pemain film, dan lain sebagainya. Nah, bisa juga kita sebut jika ada seseorang yang profesinya adalah hobinya adalah orang yang beruntung. Karena mereka melakukan hobi, namun dibayar! Siapa yang tidak ingin juga bisa seperti itu!

Nah, ternyata ada konsepnya juga lho mengenai hobi dan juga pekerjaan. Tentunya dipengaruhi oleh faktor lainnya juga. Ikigai adalah konsep kebahagiaan hidup yang berasal dari Jepang. Ikigai sendiri berarti alasan untuk hidup atau alasan yang membuat kita mau untuk bangun setiap harinya. Dalam konsep ikigai, ada empat hal dalam hidup kita yang saling beririsan: apa yang kamu sukai, apa yang kamu  kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang dibayar dari dirimu.

Nah, dalam hal yang kita sukai ini terdapat kegemaran dan misi. Di dalam lingkaran apa yang kita kuasai terdapat kegemaran dan profesi. Dalam lingkaran apa yang orang mau bayar terdapat profesi dan pekerjaan. Dan terakhir di dalam lingkaran yang dunia butuhkan terdapat pekerjaan dan misi.

Dalam setiap lingkaran terdapat 2 hal dan dua hal ini saling beririsan membentuk diagram venn. Nah 2 hal dari masing-masing lingkaran itu ternyata menumpuk pada satu area, area itu lah yang disebut sebagai ikigai! Ikigai adalah area pertemuan antara kegemaran, profesi, pekerjaan, dan misi. Dalam area tersebut terdapat kepuasan, kenyamanan, gairah, dan gembira.

Di area di luar ikigai, misal: jika kita bekerja di suatu bidang yang sesuai dengan kegemaran kita dan itu menjadi profesi kita. Kita akan merasa puas namun merasa tidak berguna karena itu bukanlah yang dibutuhkan oleh dunia. Jika kita bekerja di area ikigai, kita akan merasa puasan, nyaman, bergairah, dan  gembira karena kita mengerjakan apa yang kita sukai, yang kita kuasai, itu juga hal yang dibutuhkan oleh dunia, dan ada orang yang mau membayar kita untuk itu. Betapa menyenangkannya jika kita meraih ikigai itu bukan?

Namun, jika kita melihat realitanya sekarang. Memang adakalanya kita tidak dihadapkan pada pilihan pekerjaan yang bisa memenuhi 4 lingkaran tersebut. Lantas jika pekerjaan kita tidak bisa memenuhi 4 lingkaran tersebut, apakah itu berarti kita tidak bisa merasa puas, nyaman, bergairah, atau gembira? Mungkin memang tidak bisa semua orang di dunia ini bisa mencapai ikigai dengan 4 irisan lingkaran tersebut, namun jika kita bisa menemukan 1 saja irisan dalam 4 lingkaran ini, ini juga sudah bisa kita jadikan sebagai kebahagiaan. Di jepang pun, konsep ikigai ini dikaitkan dengan mengumpulkan kebahagiaan-kebahagiaan kecil. Apalagi di Jepang dunia pekerjaan memang terkenal dengan kedisiplinannya, dalam disiplin ini, sangat mungkin juga terjadinya tingkat stres yang tinggi. Nah ikigai ini membantu memetakan di mana seseorang bisa menemukan bahagia-bahagia kecil tersebut.

Menurut sebuah referensi, ikigai  juga adalah kita bisa merasakan pekerjaan yang kita miliki dan kita membuat pekerjaan tersebut memberi perbedaan atau dampak dalam kehidupan orang lain. Ikigai juga berati merasakan pekerjaan kita berguna bagi kehidupan orang lain

Dalam sebuah penelitian, dijelaskan bahwa yang memotivasi para pekerja adalah mengerjakan pekerjaan yang mempengaruhi kesejahteraan orang lain dan yang melihat orang-orang yang terpengaruhi oleh pekerjaan mereka. Pekerjaan ternyata bertujuan bukan hanya mempengaruhi kesejahteraan kita saja (baca: para pekerjanya), tapi bekerja yang bermakna adalah bekerja yang mempengaruhi kesejahteraan diri dan juga orang lain. Dengan adanya makna dalam pekerjaan kita, kita pun akan mendapatkan tenaga lebih, bukan hanya dari fisik kita saja, tapi tenaga lebih itu justru berasal dari hati yang bahagia. Hati bahagia karena tahu bahwa yang merasakan ‘bayaran’ dari pekerjaan kita, bukanlah kita sendiri saja, tapi hati yang lain juga. Hati dari orang-orang yang senantiasa mencintai, mendukung, dan mendoakan kita. Tanpa (mungkin) kita tahu itu.

Yuk, kita semangat dalam bekerja dan temukan bahagia-bahagia dalam pekerjaan kita!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Atasi Kendaraan Mogok Habis Bensin di Kemacetan.. Pertamina Siapkan Satgas Bensin
9 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kementrian Perhubungan dan Kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas menjelang arus mudik lebaran 2017. Selain itu, untuk mempermudah para ...
ARCore, Aplikasi Google untuk Augmented Reality
31 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perusahaan teknologi raksasa dunia, Google kini tengah mengembangkan aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) terbaru dengan nama ARCore. ...
Pulau Karang Terbesar di Dunia Salah Satunya Ada di Indonesia
25 Mei 2018, by oteli w
Tampang.com - Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Terdapat 17.000 pulau yang menghiasi nusantara. Di antara begitu banyak pulau indah, ...
Orang Taiwan yang Kabur karena Selundupkan Sabu-sabu 1 Ton Ketangkep juga
14 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Anak buah Lin Ming Hui yang merupakan bos penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton dan ditewas ditembak polisi, akhirnya ketangkap juga. Hsu Yung Li ...
Isi Surat Wasiat Pria yang Terjun dari Jembatan Layang Pasupati
30 Juli 2017, by Rachmiamy
Bunuh diri bukanlah cara untuk mengakhiri masalah. Seperti yang terjadi di Bandung. Seorang pria yang diketahui bernama Oki nekat terjun dari jembatan layang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab