Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Indonesia Jadi Market Potensial Narkoba, Kenapa Tidak Tembak Mati Saja?

Indonesia Jadi Market Potensial Narkoba, Kenapa Tidak Tembak Mati Saja?

23 Februari 2018 | Dibaca : 605x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Seperti yang diberitakan semakin hari kasus peredaran narkoba di Indonesia terus meningkat. Semakin tingginya pengguna narkoba di Indonesia membuka peluang market yang potensial narkoba internasional. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu bulan terakhir saja, jumlah penyelundupan narkoba ke Indonesia semakin besar.

Terakhir, ketika tim gabungan Bareskrim Polri dan Bea Cukai menggagalkan percobaan penyelundupan 1.6 ton sabu di perairan Batam.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, perairan Batam paling sering digunakan jaringan internasional untuk menyelundupkan narkoba. Sudah beberapa kali dilakukan penangkapan di Batam. Salah satunya yang dilakukan BNN dan TNI Angkatan Laut.

"Indonesia jadi market potensial narkoba internasional," tegas Kapolri Tito Karnavian dalam konferensi pers penangkapan penyelundupan 1,6 ton sabu di Batam, Jumat (23/2).

Hal senada diungkapkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait Indonesia menjadi target pengedaran narkoba. Semakin tingginnya pertumbuhan ekonomi dan jumlah kelas menengah mengalaminya peningkatan membuat Indonesia dijadikan sebagai potensial market peredaran narkoba.

"Indonesia dinilai potensi market besar (narkoba) dilihat dari frekuensinya yang besar. Dalam dua bulan saja 2,9 ton. Satu tahun kemarin 2,1 ton. Artinya potensi mencoba untuk masuk narkoba makin tinggi," ucap Sri Mulyani.

Luasnya wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan seringkali dimanfaatkan para banda narkoba jaringan internasional. Mereka menyelundupkan narkoba lewat pelabuhan resmi hingga pelabuhan tikus. Kementerian Keuangan Sri Mulyani mengatakan para penyelundu masuk ke wilayah perairan Indonesia, lalu mencoba kabur ke perairan internasional saat aksi mereka mulai terlihat gagal.

"Kalau bicara 1,62 ton maka kita bicara 8 juta pengguna. Ini membuktikan besarnya ancaman terhadap anak muda di Indonesia."

Sri Mulyani juga menyinggung soal bisnis peredaran narkoba yang justru dilakukan narapidana kasus narkoba. Seperti yang diungkap Bea Cukai dan BNN beberapa waktu lalu. Penyelundupan narkoba dijalankan oleh narapidana yang sudah dua kali divonis hukuman mati.

Kementerian Keuangan yang sering disapa Ani tersebut juga menyinggung soal pelaku pengedar narkoba yakni narapidana kasus narkoba. Hingga narapidana yang sudah dua kali divonis hukuman mati, namun tetap bisa melakukan pengedaran narkoba. Tentu saja hal ini terkait terhadap ketegasan hukum yang diterapkan di Indonesia.

"Orang dihukum (vonis) mati 2 kali tapi belum mati. Malah masih bisa koordinasi penyelundupan. Dua kali belum mati, dia masih bisa bisnis," katanya.

Terkait ketegasan penindakan terhadap bandar narkoba menjadi perhatian Kapolri Tito. Dia mengaku sudah memberi instruksi tegas ke anak buahnya untuk tak segan menindak para bandar narkoba.

"Mungkin salah satu faktor adalah penegakan hukum yang tegas dan keras. Ini jadi polemik. Ada yang pro dan kontra. Saya sudah instruksikan ke jajaran Polri, jangan ragu tindak tegas. Bandar melawan, tembak mati. Perintah saya itu," tegas Tito. 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengenai TKA, Dede Yusuf: Bila Pekerja Kasar atau Ilegal, Tangkap!
1 Mei 2018, by Zeal
Tampang.com - Dede Yusuf Macan Effendi ikut bersuara dalam peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei. Dede Yusuf yang merupakan Ketua Komisi IX DPR ...
4 Kiat Hilangkan Rasa Malas
17 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Terkadang rasa malas melanda kita, yang akhirnya mengakibatkan hidup terasa tidak menyenangkan. Pertanyaannya, bisakah malas ...
Sering Buat Kegaduhan, Amien Rais Disarankan Segera Pensiun Dari Dunia Politik
18 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Bukan sekali dua kali Amine Rais mengeluarkan pernyataan yang dianggap menimbulkan polemik. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyampaikan agar ...
Menang di Adu Penalti 4-3 Atas Rusia, Kroasia Dapat Tiket Semifinal Piala Dunia 2018
8 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam sebuah pertandingan seperti dunia olahraga, menang dan kalah adalah suatu yang pasti. Hal itu berlaku untuk pertandingan tadi malam atau dini hari yakni ...
Menginspirasi, Dua Mahasiswa ini Ciptakan Alat Pemutus Sinyal Ponsel di Masjid
25 November 2017, by Rachmiamy
Mungkin kalian pernah mengalami kejadian saat berada di sebuah masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah terdengar sebuah ponsel milik orang lain berdering. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab