Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Indonesia Jadi Market Potensial Narkoba, Kenapa Tidak Tembak Mati Saja?

Indonesia Jadi Market Potensial Narkoba, Kenapa Tidak Tembak Mati Saja?

23 Februari 2018 | Dibaca : 709x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Seperti yang diberitakan semakin hari kasus peredaran narkoba di Indonesia terus meningkat. Semakin tingginya pengguna narkoba di Indonesia membuka peluang market yang potensial narkoba internasional. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu bulan terakhir saja, jumlah penyelundupan narkoba ke Indonesia semakin besar.

Terakhir, ketika tim gabungan Bareskrim Polri dan Bea Cukai menggagalkan percobaan penyelundupan 1.6 ton sabu di perairan Batam.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, perairan Batam paling sering digunakan jaringan internasional untuk menyelundupkan narkoba. Sudah beberapa kali dilakukan penangkapan di Batam. Salah satunya yang dilakukan BNN dan TNI Angkatan Laut.

"Indonesia jadi market potensial narkoba internasional," tegas Kapolri Tito Karnavian dalam konferensi pers penangkapan penyelundupan 1,6 ton sabu di Batam, Jumat (23/2).

Hal senada diungkapkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait Indonesia menjadi target pengedaran narkoba. Semakin tingginnya pertumbuhan ekonomi dan jumlah kelas menengah mengalaminya peningkatan membuat Indonesia dijadikan sebagai potensial market peredaran narkoba.

"Indonesia dinilai potensi market besar (narkoba) dilihat dari frekuensinya yang besar. Dalam dua bulan saja 2,9 ton. Satu tahun kemarin 2,1 ton. Artinya potensi mencoba untuk masuk narkoba makin tinggi," ucap Sri Mulyani.

Luasnya wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan seringkali dimanfaatkan para banda narkoba jaringan internasional. Mereka menyelundupkan narkoba lewat pelabuhan resmi hingga pelabuhan tikus. Kementerian Keuangan Sri Mulyani mengatakan para penyelundu masuk ke wilayah perairan Indonesia, lalu mencoba kabur ke perairan internasional saat aksi mereka mulai terlihat gagal.

"Kalau bicara 1,62 ton maka kita bicara 8 juta pengguna. Ini membuktikan besarnya ancaman terhadap anak muda di Indonesia."

Sri Mulyani juga menyinggung soal bisnis peredaran narkoba yang justru dilakukan narapidana kasus narkoba. Seperti yang diungkap Bea Cukai dan BNN beberapa waktu lalu. Penyelundupan narkoba dijalankan oleh narapidana yang sudah dua kali divonis hukuman mati.

Kementerian Keuangan yang sering disapa Ani tersebut juga menyinggung soal pelaku pengedar narkoba yakni narapidana kasus narkoba. Hingga narapidana yang sudah dua kali divonis hukuman mati, namun tetap bisa melakukan pengedaran narkoba. Tentu saja hal ini terkait terhadap ketegasan hukum yang diterapkan di Indonesia.

"Orang dihukum (vonis) mati 2 kali tapi belum mati. Malah masih bisa koordinasi penyelundupan. Dua kali belum mati, dia masih bisa bisnis," katanya.

Terkait ketegasan penindakan terhadap bandar narkoba menjadi perhatian Kapolri Tito. Dia mengaku sudah memberi instruksi tegas ke anak buahnya untuk tak segan menindak para bandar narkoba.

"Mungkin salah satu faktor adalah penegakan hukum yang tegas dan keras. Ini jadi polemik. Ada yang pro dan kontra. Saya sudah instruksikan ke jajaran Polri, jangan ragu tindak tegas. Bandar melawan, tembak mati. Perintah saya itu," tegas Tito. 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jangan Minum Teh Jika Perut Masih Kosong, Pokoknya Jangan!
9 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebagian orang mungkin memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi teh di pagi hari. Biasanya, perut masih dalam keadaan kosong. Teh memang dapat ...
Tips  Anak Tetap Percaya Diri Saat Namanya Dianggap Aneh
10 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Nama adalah sebuah sebutan yang diberikan orang tua kepada sang anak tersayang yang baru saja lahir, dengan pilihan nama yang banyak dengan penuh ...
Mulyadi Mendadak Menarik Dukungan, Presiden PKS: Tidak akan Berpengaruh terhadap Koalisi
12 September 2017, by Zeal
tampang - Setelah sempat berkomitmen untuk mengusung pasangan Deddy Mizwar (Demiz) - Ahmad Syaikhu (AS) dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat ...
Perempuan Diperlakukan tidak Adil di 9 Negara Ini
18 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Masalah gender enggak lagi menjadi halangan untuk kita dalam berekspresi dan menyuarakan hak. Namun di beberapa negara ternyata masih memberikan ...
6 Alasan Susah Move On Padahal Pacaran Cuma Sebentar
30 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Move on merupakan hal yang sulit dilakukan untuk sebagian orang. Apalagi jika putus saat lagi sayang-sayangnya pasti akan lebih susah melupakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab