Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Indahnya Pemandangan di Tebing Keraton Bandung...

Indahnya Pemandangan di Tebing Keraton Bandung...

22 Juli 2018 | Dibaca : 303x | Penulis : Dika Mustika

Rumput tetangga memang sering (tampak) lebih hijau. Beberapa waktu lalu aku berlibur ke luar kota untuk berburu pemandangan matahari terbit yang konon sungguh indah bagaikan negeri di atas awan. Eh, ternyata sebenarnya untuk berburu pemandangan seperti itu, tak perlu-perlu sampai lintas provinsi lho. Bagi kalian warga Bandung, ada satu tempat yang oke untuk menyaksikan matahari terbit. Sebenarnya tempat ini sudah terdengar sejak lama. Namun entah mengapa, baru tadi pagi aku bisa mengunjunginya.

 

Tempat ini cukup mudah aksesnya kok. Memang tak ada kendaraan umum langsung untuk menuju ke tempat ini. Namun jika kalian menggunakan mobil atau motor, aman lah! Untuk menuju ke tempat ini dari Bandung jika kalian menggunakan motor,  waktu tempuhnya sekitar 45 menit. Bagi kalian yang masih bingung bagaimana menuju ke tempat ini, simaklah dengan baik ceritaku ini. Tempat ini tak jauh dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura). Bahkan di tiket masuknya, ternyata Tebing Keraton ini merupakan bagian dari Tahura. Jarak menuju ke Tebing Keraton dari Tahura adalah 3 km. Jika kalian menggunakan mobil, kalian akan parkir di bawah gerbang masuk Tebing Keraton. Jarak dari gerbang ke Tebing Keratonnya sendiri sekitar 1 km. Setelah kalian parkir, kalian akan berjalan kaki sekitar 1 km untk sampai ke Tebing Keraton. Sebagai informasi, jalan yang akan kalian tempuh cukup menanjak, tapi semua dapat terobati dengan segarnya udara dan indahnya pemandangan. Supaya nyaman, pakailah pakaian dan sepatu yang memudahkan mobilitasmu, juga jangan lupa bawa juga minuman untuk lepas dahagamu setelah menanjak. Oh iya, jangan khawatir kamu sendirian ketika menanjak ya. Di kiri kanan jalan banyak dijumpai para pesepeda lho! Bahkan ada semacam tempat istirahat bagi mereka. Terbayangkah jarak 1 km yang menanjak? Jika kamu pergi bersama ibu atau kakek nenekmu, jangan khawatir, ada ojeg kok di parkiran mobil. Ongkos pulang-pergi adalah 50 ribu rupiah dan 30 ribu rupiah jika kamu hanya ingin diantar atau dijemput saja. Sebagai saran, jika kamu sehat wal afiat,  ingin berwisata sambil berolah raga, tak ada salahnya mencoba jalan menanjak ini.

 

Selanjutnya ketika sampai ke gerbang Tebing Keraton, belilah terlebih dahulu tiketnya Harga tiket masuknya adalah 15 ribu rupiah. Dengan membeli tiket, kamu akan mendapatkan galeng gelang bertulis sebagai tanda kamu sudah boleh masuk. Gelangnya cukup fancy kok dijadikan sebagai kenang-kenangan, khususnya jika kamu berasal dari luar kota. Owh, jika kalian merasa lapar setelah berjalan menanjak, kalian bisa kok makan terlebih dahulu sebelum menikmati indahnya Tebing Keraton. Ada warung-warung kecil yang menjual kuapan kecil semacam mie instan, gorengan, atau siomay di dekat parkiran motor. Tapi jika memang kalian ingin langsung menikmati Tebing Keraton, langsunglah masuk. Oh iya, sudah bukan rahasia umum jika wisata sekarang tak cukup hanya menikmati keindahan alam tanpa mengabadikannya dalam foto. Bawalah kamera atau telepon seluler dengan baterai penuh. Ada banyak spot foto keren di tempat ini. Tempat yang utama sih di bagian dengan pemandangan gunung dan pepohonan, carilah spot ini, pasti mudah kok menemukannya, karena orang-orang memang ingin berfoto di spot ini. Jika kalian tak terkejar menyaksikan matahari terbit, tak usah khawatir, pemandangan di sini pada dasarnya sudah indah kok.

 

Sebagai catatan lagi, tempat ini sudah dibangun dengan memperhatikan kemudahan akses dan juga keamanannya. Tak perlu lah tergoda untuk mengambil foto di luar pagar. Terlihat beberapa orang nekad untuk lompat pagar dan berfoto di tempat yang jelas-jelas dilarang (baca: berbahaya!). Apalah artinya foto spektakuler jika berakhir dengan hal yang tidak diinginkan. Oh iya ada satu spot yang menarik, carilah semacam cermin yang berisi penjelasan mengenai Tebing Keraton ini. Di sana disebutkan jika Tebing Keraton adalah gerbang surga masa lalu, masa kini, dan masa depan. Di Tatar Pasundan, Tuhan Pengasih menitipkan cahaya cinta-Nya ke tangan kokoh manusia Pasundan sang pemelihara ingatan leluhur dan pelestari kebudayaan. Penasaran dengan kelanjutan penjelasannya? Yuk, datang langsung ke Tebing Keraton di Bandung!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sebelum Laga Kontra Persela, Pemain Persib Kunjungi Rumah Almarhum Chorul Huda
22 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Laga kontra Persela Lamongan akan dilakoni Persib Bandung sore ini, Minggu (22/10),  di Stadion Surajaya, Lamongan. Para pemain Persib ...
Yusril : Ini Mispersepsi Dalam Penegakan Hukum, harus di Carikan Jalan Keluarnya
18 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Habib Rizieq Shihab yang masih berada di Arab Saudi meminta bantuan kepada Pakar Hukum Tata Negara Indonesia, Yusril Ihza Mahendra untuk membentuk ...
Jangan Sepelekan Hal Kecil...
17 Mei 2018, by Dika Mustika
Jangan pernah sepelekan sedikit atau sebentar! Kemarin aku mengalami kejadian yang cukup membuatku kaget ketika hendak pergi ke kantor. Pagi itu aku berangkat ...
pusat hijab bandung
4 September 2018, by Rizal Abdillah
Dulu mengenakan hijab itu tidak sepopuler sekarang. Saat ini, hijab semakin banyak peminatnya, semakin banyak juga penyedia keperluannya. Sekarang fashion ...
Agar Nasi Goreng Jadi Makanan Sehat, Gunakan Minyak Jagung
30 November 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Institut Pertanian Bogor dari jurusan Teknologi Pangan menemukan bahwa memasak nasi goreng dengan menggunakan minyak jagung dapat menurunkan risiko ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes