Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Gempa Meksiko Memicu Cahaya Terang yang Misterius, Cahaya Apa?

Gempa Meksiko Memicu Cahaya Terang yang Misterius, Cahaya Apa?

9 September 2017 | Dibaca : 877x | Penulis : Rachmiamy

Cahaya hijau dan biru misterius telah disaksikan di Mexico City setelah diguncang gempa berkekuatan 8,2 SR.

Gempa yang dahsyat tersebut memicu peringatan tsunami untuk setidaknya delapan negara. Orang-orang pun panik dan melarikan diri ke jalanan.
Dilansir dari Metro.co.uk, Jumat (8/9/2017) satu orang mengambil video fenomena cahaya gempa yang kerap terjadi setelah terjadi gempa.

Sedikit yang mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Beberapa percaya bahwa ini mungkin karena pasokan listrik,  sementara yang lain mengklaim fenomena cahaya misterius pascagempa di Meksiko itu dilaporkan sudah terjadi selama ribuan tahun.

Ahli seismologi Stephen Hicks mengatakan: "cahaya gempabumi tidak pernah terbukti. Penjelasan yang lebih sederhana adalah ledakan kecil pada generator listrik dan sistem tenaga.
Cahayanya mirip dengan aurora dan terkadang bisa berlanjut beberapa menit setelah atau sebelum gempa.

Misalnya pada tahun 1975, cahaya misteri muncul setelah gempa di Kalapana di Hawaii.

Cahaya itu muncul dalam berbagai warna dan bentuk. Orang-orang melaporkan telah melihat cahaya tersebut selama ratusan tahun namun baru-baru ini para ilmuwan datang untuk membuktikan mengapa cahaya tersebut bisa muncul.

Salah satu hipotesis menyebutkan bahwa fenomena cahaya itu muncul akibat efek getaran gempa, yang mengakibatkan ionisasi oksigen ke anion oksigen dengan memutus ikatan peroksi pada beberapa jenis batuan dengan tekanan tinggi, sebelum dan selama gempa bumi.

"Setelah ionisasi, ion-ion bergerak melalui celah-celah di bebatuan. Begitu mereka sampai di atmosfer, ion-ion ini bisa mengionisasi kantong udara, membentuk plasma yang memancarkan cahaya.

Lainnya menyebutkan bahwa cahaya tersebut disebabkan oleh hasil dua lapisan bahan yang sama saling menggosok satu sama lain menciptakan voltase.

Menurut Profesor Troy Shinbrot dari Rutgers University, yang melakukan percobaan laboratorium dengan berbagai jenis butiran untuk meniru kerak bumi, saat lapisan retak, voltase dilepaskan ke udara yang kemudian menggerakkan udara dan menciptakan cahaya listrik yang terang.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sejarah Penemuan Staples
11 Juni 2018, by oteli w
Sejarah Penemuan Staples Menurut catatan sejarah, staples berasal dari abad ke-18 di Prancis. Menurut legenda, mesin staples yang dioperasikan dengan ...
sumber : radarcirebon
8 Mei 2017, by Retno Indriyani
Cirebon, Tampang.com - Senin (8/5), Seorang perempuan tanpa identitas ditemukan sudah tak bernyawa tergeletak di tanah kosong samping Puskesmas Kelangenan, ...
planet EBLM
12 Juli 2017, by Slesta
Para ilmuwan telah melaporkan penemuan bintang terkecil yang pernah ditemukan, mendeteksi bintang yang hanya sedikit lebih besar dari Saturnus yang berjarak ...
Fabinho: Mimpi Saya Ingin Bermain Pada Piala Dunia 2018 Mewakili Brasil
27 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pemain berposisi Gelandang dari AS Monaco, Fabinho mengatakan, ia memikirkan target masuk ke skuad Brasil pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Itu tak ...
DPR Serahkan Pembangunan Gedung Baru ke Pemerintah
4 November 2017, by Admin
Tampng.com  - Pimpinan DPR RI menyerahkan rencana pembangunan gedung baru di Komplek Parlemen, Senayan kepada pemerintah. Pasalnya, lembaga eksekutif itu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview