Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Gempa Meksiko Memicu Cahaya Terang yang Misterius, Cahaya Apa?

Gempa Meksiko Memicu Cahaya Terang yang Misterius, Cahaya Apa?

9 September 2017 | Dibaca : 1235x | Penulis : Rachmiamy

Cahaya hijau dan biru misterius telah disaksikan di Mexico City setelah diguncang gempa berkekuatan 8,2 SR.

Gempa yang dahsyat tersebut memicu peringatan tsunami untuk setidaknya delapan negara. Orang-orang pun panik dan melarikan diri ke jalanan.
Dilansir dari Metro.co.uk, Jumat (8/9/2017) satu orang mengambil video fenomena cahaya gempa yang kerap terjadi setelah terjadi gempa.

Sedikit yang mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Beberapa percaya bahwa ini mungkin karena pasokan listrik,  sementara yang lain mengklaim fenomena cahaya misterius pascagempa di Meksiko itu dilaporkan sudah terjadi selama ribuan tahun.

Ahli seismologi Stephen Hicks mengatakan: "cahaya gempabumi tidak pernah terbukti. Penjelasan yang lebih sederhana adalah ledakan kecil pada generator listrik dan sistem tenaga.
Cahayanya mirip dengan aurora dan terkadang bisa berlanjut beberapa menit setelah atau sebelum gempa.

Misalnya pada tahun 1975, cahaya misteri muncul setelah gempa di Kalapana di Hawaii.

Cahaya itu muncul dalam berbagai warna dan bentuk. Orang-orang melaporkan telah melihat cahaya tersebut selama ratusan tahun namun baru-baru ini para ilmuwan datang untuk membuktikan mengapa cahaya tersebut bisa muncul.

Salah satu hipotesis menyebutkan bahwa fenomena cahaya itu muncul akibat efek getaran gempa, yang mengakibatkan ionisasi oksigen ke anion oksigen dengan memutus ikatan peroksi pada beberapa jenis batuan dengan tekanan tinggi, sebelum dan selama gempa bumi.

"Setelah ionisasi, ion-ion bergerak melalui celah-celah di bebatuan. Begitu mereka sampai di atmosfer, ion-ion ini bisa mengionisasi kantong udara, membentuk plasma yang memancarkan cahaya.

Lainnya menyebutkan bahwa cahaya tersebut disebabkan oleh hasil dua lapisan bahan yang sama saling menggosok satu sama lain menciptakan voltase.

Menurut Profesor Troy Shinbrot dari Rutgers University, yang melakukan percobaan laboratorium dengan berbagai jenis butiran untuk meniru kerak bumi, saat lapisan retak, voltase dilepaskan ke udara yang kemudian menggerakkan udara dan menciptakan cahaya listrik yang terang.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tips Merawat Motor Injeksi yang Tepat
8 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Dunia otomotif semakin berkembang pesat, bahkan saat ini seluruh keluaran motor terbaru hampir semuanya menggunakan teknologi injeksi. Sistem ...
Keren! Ini Jadinya Jika Spongebob Jadi Anime
31 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pasti masih banyak diantara kita yang menonton salah satu film kartun asal Nickelodeon, Spongebob Squarepants. Kartun mengenai kehidupan bawah ...
Hubungan Mengejutkan antara Peradangan dan Penyakit Jiwa
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Hingga 75 persen pasien dengan systemic lupus erythematosus- penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan yang umumnya dikenal sebagai gejala neuropsikiatri ...
Tak Disangka Jus dan Masker Blackberry Bisa Bikin Awet Muda
7 Januari 2018, by Maman Soleman
Wanita mana saja pastinya selalu ingin terlihat awet muda, walau usia bertambah terus. Wajah yang tidak ada kerutan walau telah di atas 40 tahun merupakan ...
Sebaiknya, Jauhkan 8 Minuman Ini dari Si Kecil
26 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dengan perubahan gaya hidup saat ini, orangtua harus bertindak lebih hati-hati ketika memilih makanan atau minuman pada anak. Pasalnya, tidak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab