Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Empati, Sifat Peduli yang Tak Boleh Berlebihan

Empati, Sifat Peduli yang Tak Boleh Berlebihan

23 Oktober 2017 | Dibaca : 2564x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Sifat empati pada saat ini mungkin menjadi salah satu sifat langka yang dapat ditemukan, mengingat orang-orang telah semakin bersifat individualis. Ikut merasakan hal yang dirasakan orang lain memang menjadi salah satu kunci sukses untuk membangun hubungan dengan orang lain, baik itu pasangan, teman, ataupun lingkungan.

Namun, ternyata berempati tak boleh terlalu dalam ketika dilakukan. Hal ini membawa pengaruh buruk untuk kesehatan. Dikutip dari laman Washington Post, terlibat terlalu dalam pada pengalaman orang lain akan menyebabkan kita kelelahan dan merasa depresi.

Keinginan untuk membantu orang lain seperti layaknya suster atau dokter dikatakan dapat membuat seseorang justru kehilangan dirinya sendiri.

Penelitian terdahulu memang membutikan akan efek yang positif pada seseorang yang mempunyai empati besar. Seseorang yang mempunyai level empati yang tinggi memang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.

Meskipun memang hingga kini hal itu benar, namun perlu ada batasan mengenai keinginan untuk membantu orang lain. Tentunya tak sampai membahayakan diri sendiri, dengan tidak berlebihan.

Seseorang yang berempati pada orang yang mengalami kelelahan dan depresi dikatakan mengalami pola depresi yang sama yang terbentuk di otak.

Cara yang tepat dalam membatasi rasa empati adalah dengan hanya membatasi pada memikirkannya, merasakannya, dan merasa tergugah terhadapa apa yang dialami orang lain. Dengan empati kognitif, seseorang paham akan perasaan orang lain.

Melalui empati emosi, seseorang dapat menempatkan diri pada posisi orang yang mengalami hari buruk. Dan dengan empati belas kasih seseorang akan merasa lebih perhatian namun tetap berjarak.

Berempati pada seseorang memang baik, tapi jangan biarkan Anda tinggal di keadaan mental yang sama. Salah satu cara ampuh saat Anda berempati pada seseorang adalah meditasi.

Dengan meditasi, Anda dapat membayangkan pengalaman buruk seseorang dan memvisualisasikan juga bahwa teman, saudara, suami Anda telah terlepas dari situasi buruk, sehingga kemudian tidak membebankan diri Anda sendiri.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

6 Tips Menahan Diri Makan Berlebihan Terhadap Godaan Makanan Lezat Saat Lebaran
15 Juni 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Tak terasa bulan puasa umat muslim telah berlalu, dan kini hari pertama perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H. Hari kemenangan untuk umat muslim di seluruh dunia ...
Pasar Tradisional di Surabaya Tidak Boleh Beroperasi Lagi... Ini Alasannya...
14 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - 3 pasar di Surabaya dianggap ilegal karena tidak memiliki izin untuk beroperasi. Pasar tersebut yaitu Pasar Tanjungsari 36, Pasar Tanjungsari 74 ...
https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=b1f25cdb5b&view=att&th=15f8cde4420754a8&attid=0.1&disp=safe&realattid=1583239126396698624-local0&zw&am
6 November 2017, by Liesdiana Yudiawati
 Masalah sampah merupakan hal polemik yang susah dicari jalan keluarnya. Dampak dari sampah sangat besar sekali terutama sampah plastik yang perlu ...
Bahaya di Balik Kelezatan Makanan yang di Bakar
4 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Makanan yang disajikan dengan cara di bakar memiliki cita rasa tersendiri yang menggugah selera. Siapa yang tak suka makanan yang dibakar seperti ...
Tokoh Baduy Berharap Pilkada Serentak 2018 Berlangsung Kondusif dan Damai
2 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Tokoh Masyarakat Baduy Jaro Tanggungan 12, Saidi Putra menyampaikan harapannya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada 27 ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab