Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Empati, Sifat Peduli yang Tak Boleh Berlebihan

Empati, Sifat Peduli yang Tak Boleh Berlebihan

23 Oktober 2017 | Dibaca : 4177x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Sifat empati pada saat ini mungkin menjadi salah satu sifat langka yang dapat ditemukan, mengingat orang-orang telah semakin bersifat individualis. Ikut merasakan hal yang dirasakan orang lain memang menjadi salah satu kunci sukses untuk membangun hubungan dengan orang lain, baik itu pasangan, teman, ataupun lingkungan.

Namun, ternyata berempati tak boleh terlalu dalam ketika dilakukan. Hal ini membawa pengaruh buruk untuk kesehatan. Dikutip dari laman Washington Post, terlibat terlalu dalam pada pengalaman orang lain akan menyebabkan kita kelelahan dan merasa depresi.

Keinginan untuk membantu orang lain seperti layaknya suster atau dokter dikatakan dapat membuat seseorang justru kehilangan dirinya sendiri.

Penelitian terdahulu memang membutikan akan efek yang positif pada seseorang yang mempunyai empati besar. Seseorang yang mempunyai level empati yang tinggi memang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.

Meskipun memang hingga kini hal itu benar, namun perlu ada batasan mengenai keinginan untuk membantu orang lain. Tentunya tak sampai membahayakan diri sendiri, dengan tidak berlebihan.

Seseorang yang berempati pada orang yang mengalami kelelahan dan depresi dikatakan mengalami pola depresi yang sama yang terbentuk di otak.

Cara yang tepat dalam membatasi rasa empati adalah dengan hanya membatasi pada memikirkannya, merasakannya, dan merasa tergugah terhadapa apa yang dialami orang lain. Dengan empati kognitif, seseorang paham akan perasaan orang lain.

Melalui empati emosi, seseorang dapat menempatkan diri pada posisi orang yang mengalami hari buruk. Dan dengan empati belas kasih seseorang akan merasa lebih perhatian namun tetap berjarak.

Berempati pada seseorang memang baik, tapi jangan biarkan Anda tinggal di keadaan mental yang sama. Salah satu cara ampuh saat Anda berempati pada seseorang adalah meditasi.

Dengan meditasi, Anda dapat membayangkan pengalaman buruk seseorang dan memvisualisasikan juga bahwa teman, saudara, suami Anda telah terlepas dari situasi buruk, sehingga kemudian tidak membebankan diri Anda sendiri.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sandi Klarifikasi Maksud Kata ‘Dimodalin’ di Spanduk Kampanyenya
18 Desember 2017, by Rindang Riyanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan klarifikasi terhadap kata 'dimodalin' pada spanduk yang berisi janjinya dan Gubernur DKI Jakarta ...
Square Enix Umumkan Game Final Fantasy XV Akan Tersedia di Smartphone
24 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pada gelaran Gamescom 2017, Square Enix umumkan bahwa seri Final Fantasy XV yang didaur ulang akan tersedia di smartphone dengan nama Final ...
Tokoh Betawi Sekaligus Budayawan Betawi  (Ridwan Saidi ) Minta Anies Robohkan Tenda PKL Jatibaru
2 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Sebagaimana diketahui pada bebarapa waktu lalu bahwa Ombudsman menyarankan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta agar membongkar Tenda PKL yang di ...
Susah Diet Karena Suka Ngemil? Ini Dia Camilan yang Tepat Agar Tetap Langsing
25 September 2017, by Retno Indriyani
Memiliki tubuh ideal merupakan dambaan hampir seluruh wanita di dunia. Namun sayangnya banyak orang yang kesulitan untuk menjaga pola makan mereka dan hasilnya ...
10 Cara Mengatasi Kegagalan dengan Positif
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Kegagalan selalu tidak menyenangkan, tapi kita bisa memilih apakah akan kesal atau mendapat manfaat darinya. Berikut adalah sisi-sisi positif kegagalan yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview