Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Empati, Sifat Peduli yang Tak Boleh Berlebihan

Empati, Sifat Peduli yang Tak Boleh Berlebihan

23 Oktober 2017 | Dibaca : 2843x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Sifat empati pada saat ini mungkin menjadi salah satu sifat langka yang dapat ditemukan, mengingat orang-orang telah semakin bersifat individualis. Ikut merasakan hal yang dirasakan orang lain memang menjadi salah satu kunci sukses untuk membangun hubungan dengan orang lain, baik itu pasangan, teman, ataupun lingkungan.

Namun, ternyata berempati tak boleh terlalu dalam ketika dilakukan. Hal ini membawa pengaruh buruk untuk kesehatan. Dikutip dari laman Washington Post, terlibat terlalu dalam pada pengalaman orang lain akan menyebabkan kita kelelahan dan merasa depresi.

Keinginan untuk membantu orang lain seperti layaknya suster atau dokter dikatakan dapat membuat seseorang justru kehilangan dirinya sendiri.

Penelitian terdahulu memang membutikan akan efek yang positif pada seseorang yang mempunyai empati besar. Seseorang yang mempunyai level empati yang tinggi memang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.

Meskipun memang hingga kini hal itu benar, namun perlu ada batasan mengenai keinginan untuk membantu orang lain. Tentunya tak sampai membahayakan diri sendiri, dengan tidak berlebihan.

Seseorang yang berempati pada orang yang mengalami kelelahan dan depresi dikatakan mengalami pola depresi yang sama yang terbentuk di otak.

Cara yang tepat dalam membatasi rasa empati adalah dengan hanya membatasi pada memikirkannya, merasakannya, dan merasa tergugah terhadapa apa yang dialami orang lain. Dengan empati kognitif, seseorang paham akan perasaan orang lain.

Melalui empati emosi, seseorang dapat menempatkan diri pada posisi orang yang mengalami hari buruk. Dan dengan empati belas kasih seseorang akan merasa lebih perhatian namun tetap berjarak.

Berempati pada seseorang memang baik, tapi jangan biarkan Anda tinggal di keadaan mental yang sama. Salah satu cara ampuh saat Anda berempati pada seseorang adalah meditasi.

Dengan meditasi, Anda dapat membayangkan pengalaman buruk seseorang dan memvisualisasikan juga bahwa teman, saudara, suami Anda telah terlepas dari situasi buruk, sehingga kemudian tidak membebankan diri Anda sendiri.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pejamkan Mata Kamu, Jika Kamu Merasa Ada yang Lupa
24 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - University of Surrey mengidentifikasi bahwa dengan memejamkan mata, kita mampu tingkatkan kekuatan otak. Jadi, jika kamu lupa meletakan suatu ...
Ingin Awet Cantik? Perhatikan 6 Khasiat Kedelai Ini
9 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Kacang Kedelai yang kaya akan kandungan protein, serat dan isoflavon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti dapat menjaga ...
habib novel
29 Mei 2017, by Zeal
Masyarakat cukup gempar dengan ditetapkannya Habib Rizieq sebagai tersangka. Bahkan, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habib Novel Bamukmin mengatakan ...
Inner Beauty Lebih Penting Dibanding Outer Beauty, Ini Alasannya
7 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Memiliki wajah yang cantik adalah sebuah anugerah yang harus disukuri, karena tidak semua orang memilikinya. Demikian pula hati yang baik tidak dimiliki oleh ...
Tren Positif AC Milan 10 Kali Menang di Serie A Rontok di Kandang Juventus
1 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Ambisi AC Milan untuk merebut tiket masuk Liga Champions sepertinya harus tertahan setelah gagal meraih kemenangan di kandang Juventus, Allianz ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab