Tutup Iklan
hijab
  
login Register
DPR Dukung Pemprov DKI Jakarta Hentikan Reklamasi

DPR Dukung Pemprov DKI Jakarta Hentikan Reklamasi

2 November 2017 | Dibaca : 422x | Penulis : Admin

Tampang.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan pemerintah harus tetap menghentikan reklamasi Teluk Jakarta yang selama ini menjadi polemik. Oleh sebab itu, para wakil rakyat di Senayan mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang bertekad menyetop kegiatan tersebut.

”Selama proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta tidak memenuhi kaidah-kaidah lingkungan, sepatutnya proyek tersebut distop," ungkap Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI kepada wartawan dalam pesan tertulisnya, Rabu (1/11).

Apalagi, sambung politisi Partai Demokrat itu, saat ini sudah 21 ribu nelayan yang terancam kehilangan pekerjaan. ”Kita tetap kepada keputusan lama, bahwa reklamasi harus memenuhi terhadap kaidah-kaidah lingkungan. Terhadap aturan perundang-undangan dibidang lingkungan,” jelasnya.

Herman menegaskan, tentang persoalan lingkungan tidak bisa ditabrak-tabrak dengan perlakukan tak bertanggung jawab. ”Karena kalau ditabrak pasti akan ada dampak yang ditimbulkannya. Stop reklamasi sudah harga mati,” tegasnya.

Herman juga mengatakan, jika semua kaidah dan unsur itu dipenuhi, maka proyek reklamasi Teluk Jakarta boleh dilanjutkan. ”Saya kira moratorium tetap harus dipertahankan, dan harus ada keputusan lain, yang tentu ini memberikan keputusan yang lebih baik. Yang kedua dalam pandangan saya bahwa tetap laut itu milik bersama,” katanya.

Begitupun dengan Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo yang menagtakan, sampai saat ini DPR masih dalam status moratorium reklamasi teluk Jakarta. ”Saat itu Komisi IV DPR yang salah satunya membidangi masalah kelautan dan perikanan masih dalam status memoratorium reklamasi Teluk Jakarta. Kalau dikatakan sudah memenuhi Amdal, apa benar-benar itu sudah selesai. Kedua adalah terkait alih fungsi wilayah atau lahan, Teluk Jakarta itu berada di wilayah kawasan strategis nasional, jadi harus dikeluarkan izin alih fungsi lahan,” ucapnya saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, saat ini terlihat ada rekomendasi dari Tim Moratorium yang seolah diabaikan. Sebagian besar Pulau G, itu terdapat obyek vital nasional, yang jika Pulau G itu dibangun, maka obyek vital nasional akan terganggu. ”Belum lagi di lokasi tersebut ada muara sungai. Dimana kalau muara sungai tidak dibatasi oleh pulau saja maka sedimentasinya akan cepat sekali, terlebih lagi kalau dibatasi,” jelasnya.

Jika kemudian terjadi kerusakan lingkungan tersebut, sambungnya, maka siapa yang akan bertanggung jawab akan hal itu. ”Belum lagi dampak lainnya, misalnya pelarangan nelayan memasuki wilayah tersebut. Padahal laut merupakan jalan nasional yang bisa dilalui siapa saja. Tidak ada pelarangan satu jengkal pun bagi warga negara Indonesia untuk bisa melalui laut,” tuntasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket
31 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Manuver Pansus Hak Angket yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu, membuat para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) semakin gerah. ...
Pihak Toyota Berikan Keterangan Terkait Kecelakaan yang dialami Setya Novanto
20 November 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kecelakaan mobil yang dialami Setya Novanto masih menjadi pembicaraan hangat hingga saat ini. Pasalnya banyak yang menduga jika kecelakaan ini ...
Merasa Pintar atau Pintar Merasa ???
5 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Salah satu penyakit manusia yang paling sulit dihilangkan adalah penyakit arogansi. Penyakit arogansi menjangkit semua orang kaya atau miskin, ...
Film Kartun Lucu ini Dicekal di Sejumlah Negara.
19 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Guys kalian pasti ingetkan film kartun jaman kalian kecil, mungkin sampai saat ini juga masih sering ditayangkan di tv. Rasanya kita nggak akan ...
Inilah Tips Sehat Selama Bulan Puasa
23 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Pola makan saat berpuasa akan berubah, makan dan minum baru akan dilakukan pada saat sahur dan juga berbuka. Beberapa saran dijelaskan oleh ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab