Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Demi Nama Baik PDIP Tidak Mengakui Kadernya Melakukan Penganiayaan pada Komandan Brigade Persis

Demi Nama Baik PDIP Tidak Mengakui Kadernya Melakukan Penganiayaan pada Komandan Brigade Persis

4 Februari 2018 | Dibaca : 546x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) Pusat, HR Prawoto telah dianiyaya seseorang bernama Asep pada Kamis (1/2) pukul 07.00 WIB di Blok Kasur RT 01 RW 17, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon. Korban mengalami luka di bagian kepala, pelipis dan patah tangan kanan. Warga sempat melerai kemudian membawa korban ke rumah sakit Santosa Kopo. Namun, sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, Prawoto meninggal dunia.

Diketahui Asep Muftah (45),  sang penganiaya/ tersangka tersebut seorang militant dari PDIP, dikarenakan menggunakan kaos berlambang Kepala Banteng dengan Mocong putih (lambang PDIP).

Soal kaos yang dikenakan Asep tersebut, ramai dibicarakan di media sosial. Berdasarkan foto di media sosial, saat ditangkap, Asep tampak mengenakan kaos merah berlogo banteng.
Dan saat ini kaos dan juga pipa besi yang dipakai Asep untuk memukul korban Prawoto yang berpofesi sebagai ustaz kini diamankan sebagai barang bukti.

Namun, pihak PDI Perjuangan tetap menyangkal dan menyatakan Asep bukan kader maupun simpatisan partai.

"Kami ingin menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian ini dan kita tidak ingin melebar ke lain-lain. Kami perlu sampaikan pelaku bukan kader kami bahkan simpatisan pun bukan," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung, Isa Subagja di Mapolrestabes Bandung.

"Setelah dicek tidak benar anggota kami," tegasnya.

Ya, namanya juga kejelekan/keburukan, kalau sudah terlihat tidak ada yang mau mengakui, benar/tidaknya. Seperti ingin lepas tangan terkait kasus ini, yang tahu kebenaan hanya Allah. Manusia bisa saja di entuk supaya benar dan salah.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo masih mendalami motivasi Asep mengenakan kaos tersebut. Namun yang pasti kaos itu sudah disita.

"Saya datang ke TKP, ke rumah pelaku itu. Sudah tidak ada barang bukti juga. Hanya kaos itu yang dia pakai," kata Hendro.

Semoga pihak aparat bisa bertindak dengan adil dan benar, untuk kepentingan rakyat. Jangan ada manipulasi data atau sebagainya, agar kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian dan hukum bisa terbukti. Tidak hanya membela yang kuat dan berkuasa saja.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

wawancara kerja
28 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Mendapatkan pekerjaan di saat sekarang merupakan hal yang tidak mudah. Persaingan yang ketat di dunia kerja serta semakin sempitnya lapangan pekerjaan membuat ...
Ternyata T-Rex Tidak Memiliki Bulu
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir dari BBC.co.uk - Gagasan bahwa Tyrannosaurus rex memiliki bulu-bulu tebal telah diragukan. Ada sesuatu yang tidak tepat tentang sebuah pemikiran ...
Inilah Berbagai Cara Mudah Membuat Kulit Cerah dan Kencang
18 Desember 2017, by Maman Soleman
Penampilan seorang wanita akan terlihat lebih menarik jika memiliki kulit yang cerah dan kencang. Berbagai perawatan mencerahkan kulit sekaligus mengencangkan ...
fahira idris
13 April 2017, by Tonton Taufik
Jakarta, 12 April 2017—Penyerangan fisik berupa penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang menimpa Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi ...
Mengamati Tumbuh Kembang Anak Lewat Motorik Halus.
31 Oktober 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Memperhatikan tumbuh kembang anak sejak mulai dini atau kecil memang sangatlah di perlukan buat para orang tua, supaya kita sebagai orang tua ahu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab