Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Demi Nama Baik PDIP Tidak Mengakui Kadernya Melakukan Penganiayaan pada Komandan Brigade Persis

Demi Nama Baik PDIP Tidak Mengakui Kadernya Melakukan Penganiayaan pada Komandan Brigade Persis

4 Februari 2018 | Dibaca : 442x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) Pusat, HR Prawoto telah dianiyaya seseorang bernama Asep pada Kamis (1/2) pukul 07.00 WIB di Blok Kasur RT 01 RW 17, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon. Korban mengalami luka di bagian kepala, pelipis dan patah tangan kanan. Warga sempat melerai kemudian membawa korban ke rumah sakit Santosa Kopo. Namun, sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, Prawoto meninggal dunia.

Diketahui Asep Muftah (45),  sang penganiaya/ tersangka tersebut seorang militant dari PDIP, dikarenakan menggunakan kaos berlambang Kepala Banteng dengan Mocong putih (lambang PDIP).

Soal kaos yang dikenakan Asep tersebut, ramai dibicarakan di media sosial. Berdasarkan foto di media sosial, saat ditangkap, Asep tampak mengenakan kaos merah berlogo banteng.
Dan saat ini kaos dan juga pipa besi yang dipakai Asep untuk memukul korban Prawoto yang berpofesi sebagai ustaz kini diamankan sebagai barang bukti.

Namun, pihak PDI Perjuangan tetap menyangkal dan menyatakan Asep bukan kader maupun simpatisan partai.

"Kami ingin menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian ini dan kita tidak ingin melebar ke lain-lain. Kami perlu sampaikan pelaku bukan kader kami bahkan simpatisan pun bukan," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung, Isa Subagja di Mapolrestabes Bandung.

"Setelah dicek tidak benar anggota kami," tegasnya.

Ya, namanya juga kejelekan/keburukan, kalau sudah terlihat tidak ada yang mau mengakui, benar/tidaknya. Seperti ingin lepas tangan terkait kasus ini, yang tahu kebenaan hanya Allah. Manusia bisa saja di entuk supaya benar dan salah.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo masih mendalami motivasi Asep mengenakan kaos tersebut. Namun yang pasti kaos itu sudah disita.

"Saya datang ke TKP, ke rumah pelaku itu. Sudah tidak ada barang bukti juga. Hanya kaos itu yang dia pakai," kata Hendro.

Semoga pihak aparat bisa bertindak dengan adil dan benar, untuk kepentingan rakyat. Jangan ada manipulasi data atau sebagainya, agar kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian dan hukum bisa terbukti. Tidak hanya membela yang kuat dan berkuasa saja.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Selain Terbalik, Ada Juga Bendera Indonesia Yang Tertukar!
26 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Setelah ramai diperbincangkan soal bendera Indonesia yang terbalik pada halaman 80 buku panduan atau booklet Sea Games 2017, ternyata ada pula tampilan pada ...
Akankah PKS Hengkang Dari Kubu Gerindra dan Prabowo?
18 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Politik adalah sesuatu yang bersifat kompleks dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Lawan jadi kawan dan kawan jadi lawan, mungkin itu kalimat yang dapat ...
Ternyata Persahabatan di Masa Remaja Pengaruhi Kesehatan Mental di Masa Dewasa
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Masa remaja adalah masa dimana tantangan sosial dan harapan berubah. Sementara hubungan dengan teman sebaya mungkin penting bagi kaum muda saat ini, apakah ...
Nekat, Warga Comboran Upacara di Rel Kereta
19 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Tampang.com, Malang - Upacara yang sangat unik dan ekstrem dilakukan warga RT 09 RW 07 Comboran Timur Kelurahan Sukoharjo, Klojen, Kota Malang. Semangat ...
Baru Saja Makan, Sudah Lapar Lagi? Apa yang Menyebabkan Kita Lapar?
2 November 2017, by Rio Nur Arifin
Baru 2 jam setelah sarapan dan saya mulai merasakan perasaan lapar yang aneh, membuat saya bertanya-tanya: apa yang membuat kami lapar? Kelaparan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman