Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Demi Nama Baik PDIP Tidak Mengakui Kadernya Melakukan Penganiayaan pada Komandan Brigade Persis

Demi Nama Baik PDIP Tidak Mengakui Kadernya Melakukan Penganiayaan pada Komandan Brigade Persis

4 Februari 2018 | Dibaca : 510x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) Pusat, HR Prawoto telah dianiyaya seseorang bernama Asep pada Kamis (1/2) pukul 07.00 WIB di Blok Kasur RT 01 RW 17, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon. Korban mengalami luka di bagian kepala, pelipis dan patah tangan kanan. Warga sempat melerai kemudian membawa korban ke rumah sakit Santosa Kopo. Namun, sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, Prawoto meninggal dunia.

Diketahui Asep Muftah (45),  sang penganiaya/ tersangka tersebut seorang militant dari PDIP, dikarenakan menggunakan kaos berlambang Kepala Banteng dengan Mocong putih (lambang PDIP).

Soal kaos yang dikenakan Asep tersebut, ramai dibicarakan di media sosial. Berdasarkan foto di media sosial, saat ditangkap, Asep tampak mengenakan kaos merah berlogo banteng.
Dan saat ini kaos dan juga pipa besi yang dipakai Asep untuk memukul korban Prawoto yang berpofesi sebagai ustaz kini diamankan sebagai barang bukti.

Namun, pihak PDI Perjuangan tetap menyangkal dan menyatakan Asep bukan kader maupun simpatisan partai.

"Kami ingin menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian ini dan kita tidak ingin melebar ke lain-lain. Kami perlu sampaikan pelaku bukan kader kami bahkan simpatisan pun bukan," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung, Isa Subagja di Mapolrestabes Bandung.

"Setelah dicek tidak benar anggota kami," tegasnya.

Ya, namanya juga kejelekan/keburukan, kalau sudah terlihat tidak ada yang mau mengakui, benar/tidaknya. Seperti ingin lepas tangan terkait kasus ini, yang tahu kebenaan hanya Allah. Manusia bisa saja di entuk supaya benar dan salah.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo masih mendalami motivasi Asep mengenakan kaos tersebut. Namun yang pasti kaos itu sudah disita.

"Saya datang ke TKP, ke rumah pelaku itu. Sudah tidak ada barang bukti juga. Hanya kaos itu yang dia pakai," kata Hendro.

Semoga pihak aparat bisa bertindak dengan adil dan benar, untuk kepentingan rakyat. Jangan ada manipulasi data atau sebagainya, agar kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian dan hukum bisa terbukti. Tidak hanya membela yang kuat dan berkuasa saja.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tora Sudiro Ditetapkan Sebagai Tersangka, Istrinya Hanya Disarankan Jalani Rehab
4 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan akhirnya menahan aktor kawakan Tora Sudiro. Hal ini karena memiliki pil Dumolid. Pil Dumolid sendiri ...
Inilah Dinosaurus Terbesar di Dunia ynag Pernah Ada
17 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Titanosaur seberat 70 ton telah resmi dinobatkan sebagai hewan darat terbesar yang pernah ada di Bumi. Pemakan tumbuhan raksasa yang menjelajahi planet ini ...
Bahan Makanan Penghasil Rasa Pedas Selain Cabai
3 Juli 2018, by oteli w
Bahan Makanan Penghasil Rasa Pedas Selain Cabai Bagi penggemar pedas rasanya tidak lengkap jika makan tanpa sambal atau makanannya tidak ada rasa pedas. ...
Menteri Agama Meminta Para Ulama Menyiarkan Pesan-Pesan Damai Selama Bulan Ramadhan
16 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta para ulama Indonesia menyampaikan pesan-pesan perdamaian selama bulan Ramadan. "Mubalig dalam ...
Ditersangkakan oleh Polisi Karena Cuitan Sarkastik, ADP: Tidak Melanggar Pasal!
29 November 2017, by Zeal
Tampang - Buntut cuitan Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) tentang penista agama, dirinya ditetapkan tersangka oleh pihak penyidik Polres Jakara Selatan. Kasus yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman