Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Curah Hujan Sulit Diukur

Curah Hujan Sulit Diukur

4 Oktober 2017 | Dibaca : 489x | Penulis : Rio Nur Arifin

Curah hujan bisa menjadi hal yang sulit untuk diukur. Jumlah hujan yang jatuh di daerah tertentu bisa berubah dari menit ke menit dan mungkin sama sekali berbeda dari jumlah yang jatuh hanya beberapa mil jauhnya. Banyak negara kaya menghabiskan sejumlah besar uang untuk membangun alat pengukur hujan di daerah-daerah berpenduduk padat, dan melacak tutupan awan menggunakan radar berbasis darat. Tapi di lebih banyak daerah pedesaan, atau di negara-negara yang kurang kaya, pilihan itu bisa dibatasi atau tidak ada samanya.

Saat ini, tanpa alat pengukur hujan atau radar di sana banyak masyarakat tidak memiliki cara untuk mengukur curah hujan secara akurat. Ini bisa menjadi masalah serius di daerah dimana banjir, monsun, atau tanah longsor biasa terjadi. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa peneliti menyarankan cara baru untuk mendeteksi curah hujan menggunakan perangkat yang sudah ditemukan di setiap penjuru dunia: menara sel.

Menara sel membuat pilihan ideal karena beberapa alasan. Mereka ada dimana-mana, bahkan di negara-negara miskin sekalipun yang tidak akan pernah mampu membeli peralatan pendeteksi curah hujan yang mahal. Dan mereka cukup banyak selalu mengirimkan sinyal, yang berarti mereka dapat digunakan untuk memberikan perkiraan waktu curah hujan secara real-time.

Proses sebenarnya menggunakan menara sel untuk mengukur curah hujan cukup cerdik. Hujan menurunkan sinyal sel, dan pemodelan cerdas dapat bekerja mundur dari kekuatan sel untuk menentukan berapa banyak curah hujan yang ada di udara. Dengan menggunakan data real-time dari menara sel, ahli meteorologi dapat mengetahui kira-kira berapa curah hujan yang diperoleh daerah tertentu tanpa peralatan khusus.

Ini bukan metode yang paling akurat, tapi yang paling mudah dan termurah, yang membuatnya sempurna untuk daerah tanpa deteksi curah hujan tradisional. Ini juga membuat pelengkap yang bagus untuk alat pengukur hujan dan radar tersebut, karena menara sel dapat memberikan perincian kedua-per-detik dari jumlah hujan, sementara radar terutama bisa membutuhkan waktu berjam-jam untuk memperbarui.

Konsep ini sudah digunakan di beberapa wilayah di Afrika, dan ini sedang diujicobakan di Swedia. Tapi tak lama kemudian, prakiraan cuaca di seluruh dunia mungkin menggunakan data menara sel selain pengukuran tradisional untuk mencatat curah hujan yang lebih akurat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wagub DKI : Ada Tersedia 14-15 Ribu Lowongan Kerja Baru di Ibu Kota
23 Juni 2018, by oteli w
Wagub DKI : Ada Tersedia 14-15 Ribu Lowongan Kerja Baru di Ibu Kota Dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Asian ...
Dedi Mulyadi : Tips untuk Caleg Golkar
4 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam sebuah kesempatan berbicara, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat membagikan tips untuk bakal calon anggota legislatif yang akan ...
SBY Bantah Sodorkan AHY Jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
31 Maret 2018, by oteli w
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah adanya isu pemberitaan di media massa yang menyebut dirinya menyodorkan nama putera ...
Lee Min Ho dan Bae Suzy Putus?
16 November 2017, by Rachmiamy
Lee Min Ho dan sang kekasih Bae Suzy dianggap sebagai pasangan yang serasi. Banyak fans yang sangat mendukung hubungan yang telah mereka jalin selama 3 tahun ...
 Waspadai 7 Tanda Peringatan pada Apa yang Pria Katakan, Ladies!
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Ini tanda-tanda peringatan yang menunjukkan bahwa ia pasangan yang salah dilihat dari topik yang ia bicarakan. 1. Mantannya Mantan hubungan selalu rumit. ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab