Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Curah Hujan Sulit Diukur

Curah Hujan Sulit Diukur

4 Oktober 2017 | Dibaca : 342x | Penulis : Rio Nur Arifin

Curah hujan bisa menjadi hal yang sulit untuk diukur. Jumlah hujan yang jatuh di daerah tertentu bisa berubah dari menit ke menit dan mungkin sama sekali berbeda dari jumlah yang jatuh hanya beberapa mil jauhnya. Banyak negara kaya menghabiskan sejumlah besar uang untuk membangun alat pengukur hujan di daerah-daerah berpenduduk padat, dan melacak tutupan awan menggunakan radar berbasis darat. Tapi di lebih banyak daerah pedesaan, atau di negara-negara yang kurang kaya, pilihan itu bisa dibatasi atau tidak ada samanya.

Saat ini, tanpa alat pengukur hujan atau radar di sana banyak masyarakat tidak memiliki cara untuk mengukur curah hujan secara akurat. Ini bisa menjadi masalah serius di daerah dimana banjir, monsun, atau tanah longsor biasa terjadi. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa peneliti menyarankan cara baru untuk mendeteksi curah hujan menggunakan perangkat yang sudah ditemukan di setiap penjuru dunia: menara sel.

Menara sel membuat pilihan ideal karena beberapa alasan. Mereka ada dimana-mana, bahkan di negara-negara miskin sekalipun yang tidak akan pernah mampu membeli peralatan pendeteksi curah hujan yang mahal. Dan mereka cukup banyak selalu mengirimkan sinyal, yang berarti mereka dapat digunakan untuk memberikan perkiraan waktu curah hujan secara real-time.

Proses sebenarnya menggunakan menara sel untuk mengukur curah hujan cukup cerdik. Hujan menurunkan sinyal sel, dan pemodelan cerdas dapat bekerja mundur dari kekuatan sel untuk menentukan berapa banyak curah hujan yang ada di udara. Dengan menggunakan data real-time dari menara sel, ahli meteorologi dapat mengetahui kira-kira berapa curah hujan yang diperoleh daerah tertentu tanpa peralatan khusus.

Ini bukan metode yang paling akurat, tapi yang paling mudah dan termurah, yang membuatnya sempurna untuk daerah tanpa deteksi curah hujan tradisional. Ini juga membuat pelengkap yang bagus untuk alat pengukur hujan dan radar tersebut, karena menara sel dapat memberikan perincian kedua-per-detik dari jumlah hujan, sementara radar terutama bisa membutuhkan waktu berjam-jam untuk memperbarui.

Konsep ini sudah digunakan di beberapa wilayah di Afrika, dan ini sedang diujicobakan di Swedia. Tapi tak lama kemudian, prakiraan cuaca di seluruh dunia mungkin menggunakan data menara sel selain pengukuran tradisional untuk mencatat curah hujan yang lebih akurat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Satu “Cinta” akan Terbagi Berkeping-Keping Tanpa Kesetiaan
21 April 2018, by oteli w
Satu “Cinta” akan Terbagi Berkeping-Keping Tanpa Kesetiaan Semua orang punya  cinta, namun yang berbahagia hanyalah mereka yang menemukan ...
Berbagai Kepercayaan Mengenai Alis yang Sering Keliru
30 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Alis merupakan salah satu bagian tubuh yang sering diperhatikan dan menjadi hal utama dalam penampilan wanita. Banyak wanita yang tidak percaya ...
Wakapolri Stop Kasus Kaesang, Kapolresta Bekasi Tetap Lanjutkan Proses Kaesang
8 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kasus dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan Kaesang Pangarep yang merupakan putra Presiden Jokowi dalam video vlognya menuai banyak pro ...
t-rex
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir dari uk.news.yahoo.com - Karnivora zaman prasejarah mampu mengerahkan kekuatan sekitar 8.000 pon menggunakan rahangnya yang menganga besar. Dalam ...
pemilu 2019
5 Mei 2019, by Admin
KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi setiap 5 tahun, kali ini di pemilu 2019 terlihat kurang professional. Sejak protes kotak suara memakai kardus, KPU ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab