Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Curah Hujan Sulit Diukur

Curah Hujan Sulit Diukur

4 Oktober 2017 | Dibaca : 453x | Penulis : Rio Nur Arifin

Curah hujan bisa menjadi hal yang sulit untuk diukur. Jumlah hujan yang jatuh di daerah tertentu bisa berubah dari menit ke menit dan mungkin sama sekali berbeda dari jumlah yang jatuh hanya beberapa mil jauhnya. Banyak negara kaya menghabiskan sejumlah besar uang untuk membangun alat pengukur hujan di daerah-daerah berpenduduk padat, dan melacak tutupan awan menggunakan radar berbasis darat. Tapi di lebih banyak daerah pedesaan, atau di negara-negara yang kurang kaya, pilihan itu bisa dibatasi atau tidak ada samanya.

Saat ini, tanpa alat pengukur hujan atau radar di sana banyak masyarakat tidak memiliki cara untuk mengukur curah hujan secara akurat. Ini bisa menjadi masalah serius di daerah dimana banjir, monsun, atau tanah longsor biasa terjadi. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa peneliti menyarankan cara baru untuk mendeteksi curah hujan menggunakan perangkat yang sudah ditemukan di setiap penjuru dunia: menara sel.

Menara sel membuat pilihan ideal karena beberapa alasan. Mereka ada dimana-mana, bahkan di negara-negara miskin sekalipun yang tidak akan pernah mampu membeli peralatan pendeteksi curah hujan yang mahal. Dan mereka cukup banyak selalu mengirimkan sinyal, yang berarti mereka dapat digunakan untuk memberikan perkiraan waktu curah hujan secara real-time.

Proses sebenarnya menggunakan menara sel untuk mengukur curah hujan cukup cerdik. Hujan menurunkan sinyal sel, dan pemodelan cerdas dapat bekerja mundur dari kekuatan sel untuk menentukan berapa banyak curah hujan yang ada di udara. Dengan menggunakan data real-time dari menara sel, ahli meteorologi dapat mengetahui kira-kira berapa curah hujan yang diperoleh daerah tertentu tanpa peralatan khusus.

Ini bukan metode yang paling akurat, tapi yang paling mudah dan termurah, yang membuatnya sempurna untuk daerah tanpa deteksi curah hujan tradisional. Ini juga membuat pelengkap yang bagus untuk alat pengukur hujan dan radar tersebut, karena menara sel dapat memberikan perincian kedua-per-detik dari jumlah hujan, sementara radar terutama bisa membutuhkan waktu berjam-jam untuk memperbarui.

Konsep ini sudah digunakan di beberapa wilayah di Afrika, dan ini sedang diujicobakan di Swedia. Tapi tak lama kemudian, prakiraan cuaca di seluruh dunia mungkin menggunakan data menara sel selain pengukuran tradisional untuk mencatat curah hujan yang lebih akurat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Benarkah Prabowo Terlibat Saracen?
5 September 2017, by Gatot Swandito
“Dulu saat pilpres 2014 banyak akun Facebook yang menghina Islam dan Pak Prabowo. Kami simpatisan Pak Prabowo. Saya membajak akun yang sudah kelewatan ...
Chicco Jerikho : Istriku Cantik dan Pintar Memijat
29 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Chicco Jerikho amatlah beruntung menikahi istrinya Putri Marino. Selain cantik, Putri Marino , perempuan yang dinikahinya pada 3 Maret 2018 ...
Direktur Pencapresan DPP PKS: Partai Koalisi Menyutujui Anies Jadi Capres 2019, Bukan Cawapres
9 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pembukaan pendaftaran pencalonan presiden dan wakil presiden 2019 akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Masing-masing parpol pun sedang mencari-cari ...
Usai Teror Mesir, Imam Masjid Ingin Kembali Lanjutkan Khotbah
30 November 2017, by Rindang Riyanti
Imam masjid Al-Rawdah di Sinai Utara, Mesir, Mohammed Abdel Fattah (26), sedang berkhotbah saat teror terjadi pada Jumat (24/11). Serangan brutal itu hingga ...
https://www.cekaja.com/produk-asuransi/news/164923-bebas-riba-pilih-kartu-kredit-syariah-terbaik-ini.html
5 Maret 2020, by Admin
Tentu sudah tidak asing dengan yang namanya kartu kredit. Benda yang sangat bermanfaat sebagai alat pembayaran yang praktis, mudah dan juga aman. Jutaan orang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview