Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Cegah Hoax dan Gosip dengan Mengutamakan Tabayyun

Cegah Hoax dan Gosip dengan Mengutamakan Tabayyun

4 Juni 2018 | Dibaca : 323x | Penulis : Maman Soleman

Bergosip memang sip. Waktu tak terasa berlalu. Bahkan acara televisi yang termasuk favorit juga seputar gosip yang dibungkus dalam infotainment. Namun, berhati-hatilah dalam menyebarkan gosip, informasi yang tak benar, apalagi fitnah. Ajaran Islam menegaskan pentingnya tabayyun yakni meneliti kebenaran sebuah informasi agar tak menimbulkan bencana kepada diri ataupun masyarakat luas.

Merujuk kepada QS Alhujurat: 6, "Hai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu".

Ulama besar Ibnu Katsir memasukkan ayat ini sebagai ayat yang agung karena mengandung sebuah pelajaran yang penting agar umat tidak mudah terpancing, atau mudah menerima begitu saja berita yang tidak jelas sumbernya. Bisa juga berita palsu, isu murahan atau berkata yang menebar fitnah.

Pada bulan Ramadan ini merupakan bulan evaluasi diri, baik terhadap para pejabat, wakil rakyat, maupun orang yang bisa menjadi narasumber atau menyebarkan informasi. Orang yang menyampaikan informasi bisa dibagi dalam tiga kelompok yakni informasi dari seorang yang jujur dan secara hukum harus diterima, informasi dari seorang pendusta yang harus ditolak, dan infonnasi dari orang fasik yang membutuhkan klarifikasi, cek dan ricek akan kebenarannya.

Puasa itu menahan diri, termasuk menahan diri untuk tidak meng-gosip atau menyebarkan informasi yang tidak benar. Kalau hal itu tetap dilakukan bisa mengurangi pahala puasa, bahkan menggugurkan puasa sehingga kita hanya mendapatkan pahala berupa lapar dan dahaga.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Qatadah, Nabi Muhammad menyatakan, tabayyun merupakan perintah Allah, sedangkan sikap terburu-buru dan langsung menyebarkan informasi yang belum tentu benar merupakan arahan setan. Hanya karena kita mendengar atau membaca berita yang isinya sepihak lantas kita sebarkan ke mana-mana.

Tabayyun atau dalam komunikasi disebut check and recheck merupakan upaya mencari kejelasan suatu masalah, mempertegas hakikat sesuatu, yang dilandasi sikap hati-hati dalam menyampaikan informasi. Orang tak bersikap tabayyun bisa karena lupa, terpesona dengan narasumber, atau ada maksud tertentu untuk membuat orang lain bernilai kurang baik.

Sikap tabayyun bisa dilaksanakan dengan bertanya langsung kepada pelaku utama, mendengar dengan seksama pemaparan orang lain, dan melakukan pengecekan melalui pengamatan dan pertemanan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Akibat Revolusi Bumi di Kehidupan Sehari-Hari
31 Maret 2018, by oteli w
Dilansir dari laman ilmusiana.com, revolusi bumi ternyata mendatangkan akibat tersendiri bagi bumi dan seluruh kehidupan yang ada diatasnya. ...
3 Kebiasaan yang Dapat Kalian Lakukan Untuk Turunkan Berat Badan
31 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mayoritas orang, menggunakan diet sebagai cara untuk menurunkan berat badannya. Padahal, diet bukan satu-satunya cara untuk menurunkan ...
eggy sudjana
20 Juli 2017, by Tonton Taufik
Jakarta, 19 Juli 2017 Kepada Yth.: Pimpinan KPK Di                             ...
bohong
3 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jangan kaget jika Anda sebagai atasan sering dibohongi. Pasalnya, menurut studi bahwa sepertiga dari bawahan berbohong kepada Anda. Memang, ...
Pasangan Deddy – Dedi Raih Elektabilitas Teratas
13 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Pasangan calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi mengaku bersyukur atas peraihan elektabilitas teratas daripada pasangan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih