Tutup Iklan
hijab
  
login Register
BKPPD Bekasi akan Potong Tunjangan Pegawainya yang Bolos Kerja

BKPPD Bekasi akan Potong Tunjangan Pegawainya yang Bolos Kerja

25 November 2017 | Dibaca : 1167x | Penulis : Admin

Tampang.com - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) akan segera memberlakukan pemotongan uang Tunjangan Penambaham Penghasilan (TPP) bagi pegawai yang bolos kerja. Tak tanggung tanggung pegawai yang ketahuan bolos tanpa keterangan dipotong 5 persen.
  ”Pegawai yang sengaja bolos atau tidak masuk kerja tanpa keterangan akan kami potong tunjangannya sebanyak 5 persen, terang Kepala BKPPD Kota Bekasi Reny Hendrawati. Dia juga mengaku, pemberlakuan pemotongan uang tunjangan ini akan mulai diterapkan pada 2018 mendatang. 
  Pasalnya, penerapan sistem absensi juga tengah diberlakukan di tahun depan. "Pengadaan mesin sidik jarinya juga sedang kita upayakan," ujarnya. Pemotongan tunjangan ini kata Reny buntut kenaikan TPP sebesar 60 persen pada tahun 2018. Sehingga kenaikan ini harus berbanding lurus dengan kinerja pegawai. 
  ”Sekarang ini yang sudah berjalan menggunakan sistem absensi adalah dinas penanaman modal dan investasi," jelasnya. Dalam sistem absensi elektronik itu kata Reny untuk mengontrol ketertiban pegawai dalam bekerja. Bukan hanya mereka yang bolos kerja yang mendapat potongan, akan tetapi pegawai yang datang terlambat juga dipotong TPP-nya sebesar 0.25 persen.  
  ”Jadi pemotongan itu didasarkan tunjangan yang dimiliki pegawai dalam sebulan bekerja,” paparnya. 
Menurut Reny juga, sistem kehadiran pegawai elektronik ini sudah siap diterapkan. Pihaknya pun menyiapkan petunjuk teknis melalui rancangan Peraturan Walikota (Perwal). 
  Perwal ini mengatur TPP bagi staf pelaksana maupun pejabat. "Yang dimaksud TPP itu dulumya disebut Tunjangan Daerah (Tunda)," katanya. Sejauh ini kata Reny, TPP diberikan dalam dua pos anggaran. Pertama TPP statis yang selalu dibayar 40 persen di awal bulan. Dan kedua TPP dinamis yang dibayar 60 perswn pada bulan berikutnya. "Nah yang menjadi incaran pemotongan ada di TPP dimas," paparnya.
  Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan penerapan pemotongan tunjangan itu seharusnya tidak menunggu kenaikan TPP. "Sama saja tidak ada pemotongan dong. Soalnya sudah lebih dulu dinaikan," jelasnya.
  Ketua fraksi PKB itu mengaku, banyak pegawai pemerintah daerah yang tidak disiplin saat jam kerja. Bahkan Satpol PP sering menangkap pegawai yang berkeliaran saat jam kerja. ”Padahal sudah ada bukti kenapa didiamkan sejak lama,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Semakin Tua Kamu, Semakin Terasa 8 Efek Ini Dirasakan Tubuh
9 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seiring bertambah tuanya usia kita, tentunya pasti ada perubahan yang dirasakan oleh kamu. Salah satu perubahan yang jelas terlihat adalah ...
elpiji bersubsidi
25 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Elpiji bersubsidi 3 kilogram memang di salurkan untuk keluarga yang kurang mampu. Namun penyaluran elpiji subsidi ini masih sering disalah ...
Peneliti Menemukan Bahwa Olahraga Rutin Dapat Memperlambat Terjadinya Demensia
2 Juni 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Semua olahraga yang baik dan benar sangat berguna untuk kesehatan. Manfaat rutin olahraga secara umum adalah mendapatkan tubuh yang tetap sehat, bugar, serta ...
Ketrampilan Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Data Analyst
24 Januari 2022, by Admin
Saat ini, profesi berbasis data mulai menjamur, termasuk data analyst. Hal ini tak lepas dari kebutuhan perusahaan atau instansi akan data-data yang ...
Carlo Ancelotti Kandidat Kuat Pelatih Timnas Italia
18 November 2017, by Admin
Tampang.com - Carlo Ancelotti menjadi kandidat paling kuat untuk jadi suksesor Giampiero Ventura sebagai pelatih Timnas Italia. Akan tetapi, ada satu syarat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab