Tutup Iklan
hijab
  
login Register
BKPPD Bekasi akan Potong Tunjangan Pegawainya yang Bolos Kerja

BKPPD Bekasi akan Potong Tunjangan Pegawainya yang Bolos Kerja

25 November 2017 | Dibaca : 758x | Penulis : Admin

Tampang.com - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) akan segera memberlakukan pemotongan uang Tunjangan Penambaham Penghasilan (TPP) bagi pegawai yang bolos kerja. Tak tanggung tanggung pegawai yang ketahuan bolos tanpa keterangan dipotong 5 persen.
  ”Pegawai yang sengaja bolos atau tidak masuk kerja tanpa keterangan akan kami potong tunjangannya sebanyak 5 persen, terang Kepala BKPPD Kota Bekasi Reny Hendrawati. Dia juga mengaku, pemberlakuan pemotongan uang tunjangan ini akan mulai diterapkan pada 2018 mendatang. 
  Pasalnya, penerapan sistem absensi juga tengah diberlakukan di tahun depan. "Pengadaan mesin sidik jarinya juga sedang kita upayakan," ujarnya. Pemotongan tunjangan ini kata Reny buntut kenaikan TPP sebesar 60 persen pada tahun 2018. Sehingga kenaikan ini harus berbanding lurus dengan kinerja pegawai. 
  ”Sekarang ini yang sudah berjalan menggunakan sistem absensi adalah dinas penanaman modal dan investasi," jelasnya. Dalam sistem absensi elektronik itu kata Reny untuk mengontrol ketertiban pegawai dalam bekerja. Bukan hanya mereka yang bolos kerja yang mendapat potongan, akan tetapi pegawai yang datang terlambat juga dipotong TPP-nya sebesar 0.25 persen.  
  ”Jadi pemotongan itu didasarkan tunjangan yang dimiliki pegawai dalam sebulan bekerja,” paparnya. 
Menurut Reny juga, sistem kehadiran pegawai elektronik ini sudah siap diterapkan. Pihaknya pun menyiapkan petunjuk teknis melalui rancangan Peraturan Walikota (Perwal). 
  Perwal ini mengatur TPP bagi staf pelaksana maupun pejabat. "Yang dimaksud TPP itu dulumya disebut Tunjangan Daerah (Tunda)," katanya. Sejauh ini kata Reny, TPP diberikan dalam dua pos anggaran. Pertama TPP statis yang selalu dibayar 40 persen di awal bulan. Dan kedua TPP dinamis yang dibayar 60 perswn pada bulan berikutnya. "Nah yang menjadi incaran pemotongan ada di TPP dimas," paparnya.
  Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan penerapan pemotongan tunjangan itu seharusnya tidak menunggu kenaikan TPP. "Sama saja tidak ada pemotongan dong. Soalnya sudah lebih dulu dinaikan," jelasnya.
  Ketua fraksi PKB itu mengaku, banyak pegawai pemerintah daerah yang tidak disiplin saat jam kerja. Bahkan Satpol PP sering menangkap pegawai yang berkeliaran saat jam kerja. ”Padahal sudah ada bukti kenapa didiamkan sejak lama,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Musik Heavy Metal Ternyata Mampu Sehatkan Mental Kita Loh, Ini Penjelasannya
2 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kita tahu bahwa musik seringkali menjadi salah satu perangkat terapi untuk memperbaiki suasana hati dan mental seseorang. Biasanya, musik yang ...
Muhammad Zohri Ditawarkan Menjadi TNI
14 Juli 2018, by oteli w
Muhammad Zohri Ditawarkan Menjadi TNI Nama Muhaamd Zohri seakan tidak ada habisnya dibahas di dunia maya setelah menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik U20 ...
Bayern Munchen Kembali Dilatih Jupp Heynckes Untuk Keempat Kalinya
6 Oktober 2017, by Rachmiamy
Jupp Heynckes kembali menjadi pelatih klub Raksasa Jerman Bayern Munchen. Ini keempat kalinya Heynckes melatih Frank Ribery cs. "Saya tidak akan kembali ...
Simak Di Sini Yuk Cara Membuat Blog Gratis
14 September 2020, by Admin
Pastinya sudah sering mendengar kata blog bukan guys? Baik itu ketika sedang berselancar di internet maupun ketika sedang bercakap-cakap dengan teman. Bisa ...
reklamasi teluk jakarta
9 Oktober 2017, by Zeal
tampang - Persoalan berkaitan dengan pembangunan reklamasi yang terletak di Pantai Utara Jakarta kembali mencuat. Setelah moratorium pembangunan reklamasi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview