Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
Bisnis Media Cetak Mengalami Kemunduran, Kalah dengan Media Online

Bisnis Media Cetak Mengalami Kemunduran, Kalah dengan Media Online

2 November 2017 | Dibaca : 492x | Penulis : Admin

 

Tampang.com – Nasib bisnis pers di masa depan menjadi topik dalam diskusi yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Harris Hotel & Convention, Surabaya, tadi malam (1/11). 

Tiga pelaku dan pengamat media berbicara di forum tersebut. Yakni, Presdir PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit Bisnis Indonesia) Lulu Terianto, Director Product Leader Consumer & Media View Nielsen Australia Brian Christopher, dan Ketua Umum SPS, Dahlan Iskan.

Brian mendapat kesempatan pertama berbicara. Dia mengulas kondisi media di Australia. Dia mengakui, media cetak memang mengalami penurunan. Posisinya di bawah media online dan televisi. ”Itu realita dan sekarang saya bertanya mengapa harus koran,” kata Christopher di depan anggota SPS, praktisi, dan pengamat media. 

Materi yang dipaparkan Brian tidak menyinggung jalan keluar atas kondisi bisnis media cetak yang kian turun. Dia justru ingin mendengar alasan-alasan mengapa bisnis koran itu masih harus ada.

Pertanyaan tersebut djawab Lulu Terianto. Dia mengungkapkan, perilaku konsumen media di Australia berbeda dengan Indonesia. Peran digital di Indonesia tidak semaju di Australia. ”Di Indonesia, koran dan radio masih dibutuhkan,” katanya.

Menurut dia, kondisi bisnis koran yang lesu tak otomatis akan mematikan koran. Semua bergantung pada pelaku bisnis tersebut. ”Sebab, kualitas adalah kunci untuk bertahan,” ucap dia.

Lulu mengatakan, media akan tetap menarik apabila menyajikan komunikasi dua arah. Media sosial selama ini melakukan strategi itu. Dia lantas menyebut Facebook, yang memungkinkan pengguna dan orang lain bisa berkomunikasi dalam sebuah forum. Artinya, ada komunikasi dua arah sehingga menarik perhatian. 

Nah, hampir semua media online belum melakukan itu. Lulu yakin, selama komunikasi yang diterapkan media online masih satu arah, umurnya tidak panjang. Demikian halnya dengan koran. ”Harus mewujudkan komunikasi dua arah,” ungkap Lulu. 

Dahlan sebagai pembicara terakhir setuju dengan informasi yang disampaikan Brian dan pernyataan Lulu.  Koran memang sedang dalam kondisi tertekan. ”Tapi tidak bisa diartikan akan mati,” katanya. 

Dia mengatakan 25 tahun lalu pernah mengucap bahwa nanti hanya ada satu koran di daerah atau di bidangnya. Misalnya, Bisnis Indonesia yang kuat di bidang ekonomi. Koran ini, kata Dahlan, memiliki keunggulan dalam bidang akurasi angka. ”Salah angka, pengusaha tidak akan percaya. Nah, biar Bisnis Indonesia menguasai bidang itu,” jelas dia.

Dahlan juga menyebut Kompas. Sejak dahulu dia menyarankan Kompas menjadi koran Jakarta. Sebab, media tersebut sangat kuat dengan Jakarta. ”Tapi, pernyataan itu sempat disalahartikan,” kata Dahlan yang disambut tawa audiens. 

Lalu, Jawa Pos dengan pangsa pasar Surabaya dan sekitarnya. Bidang itulah yang digagas sehingga koran tetap bertahan. Nanti jumlah koran itu tidak banyak. ”Kecil, tapi mentes,” ucap dia.  

Forum diskusi tersebut diikuti puluhan pengusaha pers dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir praktisi dan akademisi kampus se-Indonesia. 

Pada kesempatan itu, SPS menyerahkan sertifikat verifikasi kepada beberapa media. Kemudian, ada penyerahan penghargaan kepada penerima Indonesia Media Research Awards & Summit (IMRAS) 2017. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ingin Lebih Bahagia dengan Pekerjaanmu? Yuk,  Kita Belajar dari Konsep Ikigai!
31 Januari 2018, by Dika Mustika
Pernahkah kamu memperhatikan, betapa bahagianya seseorang dengan pekerjaannya karena memang pekerjaannya tersebut adalah hobinya. Atau dengan kata lain, betapa ...
kuliner khas cirebon
12 April 2017, by herline
Hmmm.....kalau dengar kata kuliner, rasanya pengen cepat-cepat menyantap sajian yang ada. Pasti udah ga asing kan dengar nasi jamblang, tahu gejrot, empal ...
Viral di Medsos, Afi Inayah dibanjiri Tawaran jadi Pembicara
21 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com. Malang- Afi Inayah Gadis asal Banyuwangi yang sekarang banyak dikenal masyarakat lewat potingannya di face book dengan judul Warisan, mulai ...
Ke Bandung Belum Lengkap Jika Belum Naik Bandros...
17 Maret 2018, by Dika Mustika
Bandung Tour On Bus atau lebih dikenal dengan istilah Bandros, kini menjadi salah satu pilihan berwisata yang diminati. Bukan hanya oleh wisatawan dari luar ...
Ingin Sehat? Coba Ubah Nasi Putih Kamu ke Nasi Cokelat
6 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Orang Indonesia memang dikenal biasa makan dengan nasi. Bahkan, ada istilah belum makan kalau belum menikmati nasi, padahal badan sudah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman