Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bisnis Media Cetak Mengalami Kemunduran, Kalah dengan Media Online

Bisnis Media Cetak Mengalami Kemunduran, Kalah dengan Media Online

2 November 2017 | Dibaca : 1395x | Penulis : Admin

 

Tampang.com – Nasib bisnis pers di masa depan menjadi topik dalam diskusi yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Harris Hotel & Convention, Surabaya, tadi malam (1/11). 

Tiga pelaku dan pengamat media berbicara di forum tersebut. Yakni, Presdir PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit Bisnis Indonesia) Lulu Terianto, Director Product Leader Consumer & Media View Nielsen Australia Brian Christopher, dan Ketua Umum SPS, Dahlan Iskan.

Brian mendapat kesempatan pertama berbicara. Dia mengulas kondisi media di Australia. Dia mengakui, media cetak memang mengalami penurunan. Posisinya di bawah media online dan televisi. ”Itu realita dan sekarang saya bertanya mengapa harus koran,” kata Christopher di depan anggota SPS, praktisi, dan pengamat media. 

Materi yang dipaparkan Brian tidak menyinggung jalan keluar atas kondisi bisnis media cetak yang kian turun. Dia justru ingin mendengar alasan-alasan mengapa bisnis koran itu masih harus ada.

Pertanyaan tersebut djawab Lulu Terianto. Dia mengungkapkan, perilaku konsumen media di Australia berbeda dengan Indonesia. Peran digital di Indonesia tidak semaju di Australia. ”Di Indonesia, koran dan radio masih dibutuhkan,” katanya.

Menurut dia, kondisi bisnis koran yang lesu tak otomatis akan mematikan koran. Semua bergantung pada pelaku bisnis tersebut. ”Sebab, kualitas adalah kunci untuk bertahan,” ucap dia.

Lulu mengatakan, media akan tetap menarik apabila menyajikan komunikasi dua arah. Media sosial selama ini melakukan strategi itu. Dia lantas menyebut Facebook, yang memungkinkan pengguna dan orang lain bisa berkomunikasi dalam sebuah forum. Artinya, ada komunikasi dua arah sehingga menarik perhatian. 

Nah, hampir semua media online belum melakukan itu. Lulu yakin, selama komunikasi yang diterapkan media online masih satu arah, umurnya tidak panjang. Demikian halnya dengan koran. ”Harus mewujudkan komunikasi dua arah,” ungkap Lulu. 

Dahlan sebagai pembicara terakhir setuju dengan informasi yang disampaikan Brian dan pernyataan Lulu.  Koran memang sedang dalam kondisi tertekan. ”Tapi tidak bisa diartikan akan mati,” katanya. 

Dia mengatakan 25 tahun lalu pernah mengucap bahwa nanti hanya ada satu koran di daerah atau di bidangnya. Misalnya, Bisnis Indonesia yang kuat di bidang ekonomi. Koran ini, kata Dahlan, memiliki keunggulan dalam bidang akurasi angka. ”Salah angka, pengusaha tidak akan percaya. Nah, biar Bisnis Indonesia menguasai bidang itu,” jelas dia.

Dahlan juga menyebut Kompas. Sejak dahulu dia menyarankan Kompas menjadi koran Jakarta. Sebab, media tersebut sangat kuat dengan Jakarta. ”Tapi, pernyataan itu sempat disalahartikan,” kata Dahlan yang disambut tawa audiens. 

Lalu, Jawa Pos dengan pangsa pasar Surabaya dan sekitarnya. Bidang itulah yang digagas sehingga koran tetap bertahan. Nanti jumlah koran itu tidak banyak. ”Kecil, tapi mentes,” ucap dia.  

Forum diskusi tersebut diikuti puluhan pengusaha pers dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir praktisi dan akademisi kampus se-Indonesia. 

Pada kesempatan itu, SPS menyerahkan sertifikat verifikasi kepada beberapa media. Kemudian, ada penyerahan penghargaan kepada penerima Indonesia Media Research Awards & Summit (IMRAS) 2017. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

4 Makanan Ini Bantu Penglihatan Kamu Tetap Tajam
27 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Penglihatan merupakan salah satu indra yang penting untuk kita. Jika penglihatan tak sehat, maka mungkin menjadi pertanda untuk kesehatan ...
Olivier Giroud Ingin Bermain di Setiap Pertandingan Untuk Membantu Arsenal Meraih Kemenangan
1 Desember 2017, by Rachmiamy
Arsenal akan menjalani laga berat di pekan kelima belas Liga Inggris 2017/2018. The Gunners akan menjamu Manchester United di Emirates Stadium. Laga dipastikan ...
Wanita, 6 Tanda Ini Buktikan Kamu Sedang Menjalin Hubungan dengan Pria Egois
15 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dalam menjalin hubungan asmara, pastinya wanita selalu ingin diperhatikan dan dimengerti. Jika seperti itu, pastinya wanita tak mau untuk ...
pidato
5 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Berbicara di depan umum dikatakan sebagai salah satu ketakutan terbesar umat manusia. Umumnya dikenal sebagai glossophobia. Takut berbicara di depan umum dapat ...
kapolsek sukomanunggal
4 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pasangan kekasih Dimas Nobella (28) dan Sundari (29) yang seharusnya menjalani hubungan dengan bahagia kini harus rela mendekam di tahanan Polsek ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview