Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

12 Juli 2017 | Dibaca : 25x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Mainan kerap kali dikaitkan dengan masa anak-anak. Seringkali kita jumpai anak-anak yang rewel meminta mainan ke orangtuanya.

Namun, keyakinan ini ternyata berbeda dengan Maggie Dent. Maggie Dent adalah pakar pengasuhan anak. Dia meyakini dengan menjauhkan mainan dapat menjadi praktek menyehatkan bagi anak.

Dilansir dari australiaplus, menurutnya, pada 20 tahun silam para peneliti Jerman menguji teori ini dengan menjauhkan selama 3 bulan setiap mainan di taman kanak-kanak.

"Alasan sebenarnya untuk kajian ini adalah untuk mencari tahu pada bagaimana kita mengembangkan ketergantungan pada hal-hal atau benda-benda," papar Maggie Dent.

Pada saat mainan disingkirkan, awalnya anak-anak tampak bingung dan bosan. Namun, lambat laun mainan tersebut diganti mereka dengan imajinasi mereka

"Keesokan harinya anak-anak mengambil permadani dan meletakan gulungan permadani itu diatas kursi sehingga perabotan itu menjadi permainan mereka," tambah Maggie Dent.

"Kebosanan adalah sesuatu yang sangat tidak nyaman bagi anak-anak, jadi jika kita tidak meletakkan sesuatu di tangan mereka atau sesegera mungkin menciptakan sesuatu untuk mereka, mereka akan benar-benar termotivasi untuk memperbaiki kebosanan tersebut dengan cara menciptakan sesuatu untuk diri mereka sendiri," pungkasnya.

Maggi Dent juga mengatakan bahwa dirinya sering mendapatkan keluhan dari orangtua karena anaknya memiliki setumpuk mainan yang sudah tidak dimainkan.

Untuk proses ini, dia tidak mendorong untuk segera menyingkirkan semua mainannya, tapi dia menyarankan orang tua untuk menyingkirkan 2/3 dari mainan itu dan secara teratur mengubah susunan penyimpanan mainan-mainan itu.

"Usahakan seluruh sisa mainan anak disimpan garasi, gantilah mainan mereka setiap 3 bulan, anda tidak perlu membeli mainan yang baru lagi karena mereka sudah akan lupa kalau mereka punya mainan itu dan mereka akan merasa seluruh mainan mereka baru kembali," sambungnya.

Maggie Dent juga menyarankan agar orang tua meminta anak mereka untuk menyortir beberapa mainan untuk disumbangkan, ajarkan anak-anak untuk berbagi dan mengapresiasi apa yang mereka miliki.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

yusril ihza mahendra
15 Juli 2017, by Tonton Taufik
PERPU NO. 2 TAHUN 2017 LEBIH  LEBIH KEJAM DARI PENJAJAH BELANDA, ORLA DAN ORBA Oleh Yusril Ihza Mahendra Masih banyak warga masyarakat dan bahkan ...
yuka kinoshita
11 Juli 2017, by Rachmiamy
Sebagian besar dari kita mungki sangat kenyang jika harus menghabiskan 2 bungkus mie instan saja. Bagaimana dengan 10? Bagi kita terutama kaum wanita rasanya ...
Oknum PNS di Ciduk Polisi saat Nyabu di Tanjung Priuk
18 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Anggota Polres Metro Jakarta Timur menggerebek sebuah rumah yang beralamat di jalan Plapon , Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. ...
hary tanoe
24 Juni 2017, by Zeal
Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC ditetapkan tersangka oleh kepolisian. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol ...
di Duga Virus.. Banyak Sapi di NTT Mati Mendadak
6 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Para peternak sapi di dusun Binilaka, Desa Oeltua, kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerugian yang cukup ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes