Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

12 Juli 2017 | Dibaca : 709x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Mainan kerap kali dikaitkan dengan masa anak-anak. Seringkali kita jumpai anak-anak yang rewel meminta mainan ke orangtuanya.

Namun, keyakinan ini ternyata berbeda dengan Maggie Dent. Maggie Dent adalah pakar pengasuhan anak. Dia meyakini dengan menjauhkan mainan dapat menjadi praktek menyehatkan bagi anak.

Dilansir dari australiaplus, menurutnya, pada 20 tahun silam para peneliti Jerman menguji teori ini dengan menjauhkan selama 3 bulan setiap mainan di taman kanak-kanak.

"Alasan sebenarnya untuk kajian ini adalah untuk mencari tahu pada bagaimana kita mengembangkan ketergantungan pada hal-hal atau benda-benda," papar Maggie Dent.

Pada saat mainan disingkirkan, awalnya anak-anak tampak bingung dan bosan. Namun, lambat laun mainan tersebut diganti mereka dengan imajinasi mereka

"Keesokan harinya anak-anak mengambil permadani dan meletakan gulungan permadani itu diatas kursi sehingga perabotan itu menjadi permainan mereka," tambah Maggie Dent.

"Kebosanan adalah sesuatu yang sangat tidak nyaman bagi anak-anak, jadi jika kita tidak meletakkan sesuatu di tangan mereka atau sesegera mungkin menciptakan sesuatu untuk mereka, mereka akan benar-benar termotivasi untuk memperbaiki kebosanan tersebut dengan cara menciptakan sesuatu untuk diri mereka sendiri," pungkasnya.

Maggi Dent juga mengatakan bahwa dirinya sering mendapatkan keluhan dari orangtua karena anaknya memiliki setumpuk mainan yang sudah tidak dimainkan.

Untuk proses ini, dia tidak mendorong untuk segera menyingkirkan semua mainannya, tapi dia menyarankan orang tua untuk menyingkirkan 2/3 dari mainan itu dan secara teratur mengubah susunan penyimpanan mainan-mainan itu.

"Usahakan seluruh sisa mainan anak disimpan garasi, gantilah mainan mereka setiap 3 bulan, anda tidak perlu membeli mainan yang baru lagi karena mereka sudah akan lupa kalau mereka punya mainan itu dan mereka akan merasa seluruh mainan mereka baru kembali," sambungnya.

Maggie Dent juga menyarankan agar orang tua meminta anak mereka untuk menyortir beberapa mainan untuk disumbangkan, ajarkan anak-anak untuk berbagi dan mengapresiasi apa yang mereka miliki.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jangan Bermain Canda “Bawa Bom”, Akibatnya Fatal
30 Mei 2018, by oteli w
Jangan Bermain Canda “Bawa Bom”, Akibatnya Fatal Seorang penumpang pesawat Lion Air iseng berteriak ada bom di pesawat di Bandara ...
Inilah Tujuh Keajaiban Dunia Modern yang Anda mungkin belum Tahu
20 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Tujuh keajaiban dunia yang selama ini kita kenal adalah 7 keajaiban dunia kuno. Lantas apa saja tujuh keajaiban dunia di zaman modern ini? Empire State ...
Korea Selatan Permalukan Jerman di Menit-menit Injury Time
28 Juni 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Juara bertahan Piala Dunia 2014, Tim Panser Jerman harus angkat kaki lebih awal setelah di babak akhir pertandingan babak penyisihan grup F ...
Ingin Hasil yang Optimal? Bekerjalah dengan Cerdas
13 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Ingin memiliki karier yang cemerlang di kantor? Tentu setiap orang menginginkannya bukan? Mindset kebanyakan orang, jika ingin memiliki ...
Hasil Survei Indo Barometer, Meski Tetap Peringkat Peringkat Teratas Elektabilitas Rindu Menurun
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Hasil survei teranyar Indo Barometer menyebut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dikatakan elektabilitasnya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab