Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

12 Juli 2017 | Dibaca : 196x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan
TamFoll

Tampang.com - Mainan kerap kali dikaitkan dengan masa anak-anak. Seringkali kita jumpai anak-anak yang rewel meminta mainan ke orangtuanya.

Namun, keyakinan ini ternyata berbeda dengan Maggie Dent. Maggie Dent adalah pakar pengasuhan anak. Dia meyakini dengan menjauhkan mainan dapat menjadi praktek menyehatkan bagi anak.

Dilansir dari australiaplus, menurutnya, pada 20 tahun silam para peneliti Jerman menguji teori ini dengan menjauhkan selama 3 bulan setiap mainan di taman kanak-kanak.

"Alasan sebenarnya untuk kajian ini adalah untuk mencari tahu pada bagaimana kita mengembangkan ketergantungan pada hal-hal atau benda-benda," papar Maggie Dent.

Pada saat mainan disingkirkan, awalnya anak-anak tampak bingung dan bosan. Namun, lambat laun mainan tersebut diganti mereka dengan imajinasi mereka

"Keesokan harinya anak-anak mengambil permadani dan meletakan gulungan permadani itu diatas kursi sehingga perabotan itu menjadi permainan mereka," tambah Maggie Dent.

"Kebosanan adalah sesuatu yang sangat tidak nyaman bagi anak-anak, jadi jika kita tidak meletakkan sesuatu di tangan mereka atau sesegera mungkin menciptakan sesuatu untuk mereka, mereka akan benar-benar termotivasi untuk memperbaiki kebosanan tersebut dengan cara menciptakan sesuatu untuk diri mereka sendiri," pungkasnya.

Maggi Dent juga mengatakan bahwa dirinya sering mendapatkan keluhan dari orangtua karena anaknya memiliki setumpuk mainan yang sudah tidak dimainkan.

Untuk proses ini, dia tidak mendorong untuk segera menyingkirkan semua mainannya, tapi dia menyarankan orang tua untuk menyingkirkan 2/3 dari mainan itu dan secara teratur mengubah susunan penyimpanan mainan-mainan itu.

"Usahakan seluruh sisa mainan anak disimpan garasi, gantilah mainan mereka setiap 3 bulan, anda tidak perlu membeli mainan yang baru lagi karena mereka sudah akan lupa kalau mereka punya mainan itu dan mereka akan merasa seluruh mainan mereka baru kembali," sambungnya.

Maggie Dent juga menyarankan agar orang tua meminta anak mereka untuk menyortir beberapa mainan untuk disumbangkan, ajarkan anak-anak untuk berbagi dan mengapresiasi apa yang mereka miliki.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kejutan apa yang  di Siapkan Agnez Mo untuk Fansnya Selanjutnya
22 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Agnez Mo, artis yang bercita-cita go Internasional dan semua hasil kerja kerasnya sedikit – sedikit sudah dibuktikan, bahkan belum lama ini ...
Rezeki  Pas-Pas-an...
31 Maret 2018, by Dika Mustika
Dulu aku pernah mendengar tentang sebuah kata bijak atau apapun namanya, “Rezeki aku selalu pas-pas-an.” Yang pernah mengucapkan kata-kata tersebut ...
Jalanan London Diserbu Ribuan Lebah
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
DIlansir dari cbsnews.com - Kejadian mengerikan ini terjadi di sepanjang jalan Greenwich Church, melihat segerombolan serangga berdengung mengerumuni mobil, ...
Tak Hadir, Fahri Hamzah Komentari Nikahan Kahiyang
9 November 2017, by Rindang Riyanti
Hari ini, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak hadir dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kahiyang Ayu, di Solo, Jawa Tengah. Dirinya mengaku ...
Ternyata Cara Kerja Otak Pria dan Wanita Berbeda
15 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tim peneliti, kini menemukan bukti baru mengenai otak wanita dan pria yang memiliki fungsi yang berbeda. Peneliti tersebut berasal dari ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih