Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

12 Juli 2017 | Dibaca : 652x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Mainan kerap kali dikaitkan dengan masa anak-anak. Seringkali kita jumpai anak-anak yang rewel meminta mainan ke orangtuanya.

Namun, keyakinan ini ternyata berbeda dengan Maggie Dent. Maggie Dent adalah pakar pengasuhan anak. Dia meyakini dengan menjauhkan mainan dapat menjadi praktek menyehatkan bagi anak.

Dilansir dari australiaplus, menurutnya, pada 20 tahun silam para peneliti Jerman menguji teori ini dengan menjauhkan selama 3 bulan setiap mainan di taman kanak-kanak.

"Alasan sebenarnya untuk kajian ini adalah untuk mencari tahu pada bagaimana kita mengembangkan ketergantungan pada hal-hal atau benda-benda," papar Maggie Dent.

Pada saat mainan disingkirkan, awalnya anak-anak tampak bingung dan bosan. Namun, lambat laun mainan tersebut diganti mereka dengan imajinasi mereka

"Keesokan harinya anak-anak mengambil permadani dan meletakan gulungan permadani itu diatas kursi sehingga perabotan itu menjadi permainan mereka," tambah Maggie Dent.

"Kebosanan adalah sesuatu yang sangat tidak nyaman bagi anak-anak, jadi jika kita tidak meletakkan sesuatu di tangan mereka atau sesegera mungkin menciptakan sesuatu untuk mereka, mereka akan benar-benar termotivasi untuk memperbaiki kebosanan tersebut dengan cara menciptakan sesuatu untuk diri mereka sendiri," pungkasnya.

Maggi Dent juga mengatakan bahwa dirinya sering mendapatkan keluhan dari orangtua karena anaknya memiliki setumpuk mainan yang sudah tidak dimainkan.

Untuk proses ini, dia tidak mendorong untuk segera menyingkirkan semua mainannya, tapi dia menyarankan orang tua untuk menyingkirkan 2/3 dari mainan itu dan secara teratur mengubah susunan penyimpanan mainan-mainan itu.

"Usahakan seluruh sisa mainan anak disimpan garasi, gantilah mainan mereka setiap 3 bulan, anda tidak perlu membeli mainan yang baru lagi karena mereka sudah akan lupa kalau mereka punya mainan itu dan mereka akan merasa seluruh mainan mereka baru kembali," sambungnya.

Maggie Dent juga menyarankan agar orang tua meminta anak mereka untuk menyortir beberapa mainan untuk disumbangkan, ajarkan anak-anak untuk berbagi dan mengapresiasi apa yang mereka miliki.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

penyembuhan kebutaan
19 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk sembuhkan pasien yang mengalami kebutaan, hingga kini tidak ada yang menjamin kesuksesan. Saat ini, untuk mengatasi hal ini hanya dapat ...
Inilah Fakta Mengejutkan tentang Persahabatan
5 September 2017, by Rindang Riyanti
Tampang.com - Apakah Anda seseorang yang memiliki banyak teman, ataukah Anda seseorang yang hanya memiliki beberapa teman dekat? Persahabatan adalah hal ...
Timnas Indonesia Kalah Jangkung Lawan Timnas Palestina
16 Agustus 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Timnas U-23 Indonesia harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Timnas U-23 Palestina dengan skor tipis 1 - 2 pada laga penyisihan Grup A Asian ...
bakat unik
4 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Dikatakan bahwa masing-masing dari kita masuk ke dalam kehidupan ini dengan satu set talenta dan karunia istimewa yang unik, dan bahwa keinginan untuk menjadi ...
Dianggap sebagai Hadiah Ultah, Menteri BUMN Targetkan Investasi 100 M kepada PT BII
28 Juni 2018, by Nur Atinal Khusna
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI ke-7, Rini Mariani Soemarno tak menyangka mendapatkan hadiah ulang tahunnya yang ke-60 tahun berupa pembentukan PT ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview