Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

Benarkah Mainan Menyebabkan Anak-Anak Menjadi Kurang Kreatif?

12 Juli 2017 | Dibaca : 168x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Mainan kerap kali dikaitkan dengan masa anak-anak. Seringkali kita jumpai anak-anak yang rewel meminta mainan ke orangtuanya.

Namun, keyakinan ini ternyata berbeda dengan Maggie Dent. Maggie Dent adalah pakar pengasuhan anak. Dia meyakini dengan menjauhkan mainan dapat menjadi praktek menyehatkan bagi anak.

Dilansir dari australiaplus, menurutnya, pada 20 tahun silam para peneliti Jerman menguji teori ini dengan menjauhkan selama 3 bulan setiap mainan di taman kanak-kanak.

"Alasan sebenarnya untuk kajian ini adalah untuk mencari tahu pada bagaimana kita mengembangkan ketergantungan pada hal-hal atau benda-benda," papar Maggie Dent.

Pada saat mainan disingkirkan, awalnya anak-anak tampak bingung dan bosan. Namun, lambat laun mainan tersebut diganti mereka dengan imajinasi mereka

"Keesokan harinya anak-anak mengambil permadani dan meletakan gulungan permadani itu diatas kursi sehingga perabotan itu menjadi permainan mereka," tambah Maggie Dent.

"Kebosanan adalah sesuatu yang sangat tidak nyaman bagi anak-anak, jadi jika kita tidak meletakkan sesuatu di tangan mereka atau sesegera mungkin menciptakan sesuatu untuk mereka, mereka akan benar-benar termotivasi untuk memperbaiki kebosanan tersebut dengan cara menciptakan sesuatu untuk diri mereka sendiri," pungkasnya.

Maggi Dent juga mengatakan bahwa dirinya sering mendapatkan keluhan dari orangtua karena anaknya memiliki setumpuk mainan yang sudah tidak dimainkan.

Untuk proses ini, dia tidak mendorong untuk segera menyingkirkan semua mainannya, tapi dia menyarankan orang tua untuk menyingkirkan 2/3 dari mainan itu dan secara teratur mengubah susunan penyimpanan mainan-mainan itu.

"Usahakan seluruh sisa mainan anak disimpan garasi, gantilah mainan mereka setiap 3 bulan, anda tidak perlu membeli mainan yang baru lagi karena mereka sudah akan lupa kalau mereka punya mainan itu dan mereka akan merasa seluruh mainan mereka baru kembali," sambungnya.

Maggie Dent juga menyarankan agar orang tua meminta anak mereka untuk menyortir beberapa mainan untuk disumbangkan, ajarkan anak-anak untuk berbagi dan mengapresiasi apa yang mereka miliki.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Dua Orang Polisi Ini Malah Bermain Seluncuran Air di Tengah Tugas
11 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Berita unik ini datang dari Asheville, North Carolina, dua orang petugas polisi menanggapi sebuah laporan atas sebuah seluncuran air yang diduga menghalangi ...
Inilah Penyebab Hubungan Tidak Intim dengan Pasangan, Berdasarkan Zodiak
9 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Keintiman dengan pasangan menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga harmonisasi sebuah hubungan yang dijalani. Jika Anda merasa ...
Tahukah Anda Berapa Jumlah Negara yang Ada di Dunia?
20 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Ada 196 negara di dunia saat ini. Kecuali Anda tidak menghitung Taiwan. Taiwan tidak dianggap sebagai negara resmi oleh banyak orang, yang membuat jumlah ...
jokowi prabowo
4 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Berdasarkan hasil survei Media Survei Nasional (Median), rupanya Jokowi masih menjadi kandidat terkuat dan idaman rakyat Indonesia pada Pilpres 2019 ...
Ahli Astrofisika Prediksi Planet Mirip Bumi Hanya Berjarak 16 Tahun Cahaya
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ahli astrofisika di University of Texas di Arlington telah meramalkan bahwa planet mirip Bumi mungkin bersembunyi di sistem bintang hanya berjarak 16 tahun ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman