Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Bayi Lebih Mungkin Meninggal Akibat SIDS di Beberapa Negara Bagian

Bayi Lebih Mungkin Meninggal Akibat SIDS di Beberapa Negara Bagian

13 Februari 2018 | Dibaca : 74x | Penulis : Slesta

 Sindrom kematian bayi mendadak, atau SIDS, menewaskan sekitar 3.500 bayi di Amerika Serikat setiap tahunnya, namun jumlah korban jauh lebih berat di beberapa negara bagian daripada yang dilaporkan petugas kesehatan lainnya.

"Meskipun ada pembaruan dan penyempurnaan lanjutan terhadap rekomendasi selamat tidur dari American Academy of Pediatrics, penurunan [SIDS] telah melambat sejak 1999," kata pemimpin peneliti Alexa Erck Lambert.
"Analisis kami juga menemukan bahwa tren di [SIDS] bervariasi menurut negara," tambahnya. "Meskipun beberapa negara bagian telah mengalami penurunan yang mencolok, variasi yang luas dalam tingkat [SIDS] oleh negara masih ada."

Erck Lambert bersama dengan cabang kesehatan ibu dan bayi di divisi kesehatan dan kesehatan reproduksi A.S. Centers for and Prevention.

Meskipun para periset tidak dapat menjelaskan trennya, seorang dokter anak menyarankan agar tingkat merokok yang bervariasi, bersamaan dengan perbedaan ras dan etnis, mungkin akan bermain.

Penurunan terbesar tingkat SIDS terlihat di California, Colorado, District of Columbia, Florida, Kansas, Missouri, New York, Oregon, Washington dan Wisconsin.

Di sisi lain, tingkat SIDS tertinggi ditemukan di Alaska, Arkansas, Alabama, Kentucky dan Louisiana. Peningkatan kasus SIDS yang signifikan juga terlihat di negara-negara antara 2000-2002 dan 2013-2015.

Menurut Erck Lambert, kematian bayi menurun tajam pada 1990-an karena sebuah kampanye yang disebut Back to Sleep, yang mendorong orang tua untuk meletakkan bayi mereka di belakang mereka untuk tidur. Tapi sejak tahun 1999 penurunan kematian bayi pada dasarnya macet.

Tingkat kasus SIDS turun sekitar 7 persen dari tahun 1999 sampai 2015. Namun, dari tahun 1990 sampai 1998, kematian tersebut turun hampir 45 persen, para penulis penelitian melaporkan.

Para peneliti tidak bisa mengatakan mengapa ada perbedaan negara atau mengapa jumlah kasus SIDS telah diratakan.

"Alasan untuk tren berada di luar cakupan studi ini dan tidak mungkin untuk menggoda keluar dari data statistik penting," kata Erck Lambert. "Tujuan kami adalah untuk menerangi tren dan variasi negara."

Laporan tersebut dipublikasikan online 12 Februari di jurnal Pediatrics.

Salah satu spesialis mengatakan bahwa banyak faktor dapat menyebabkan perbedaan tingkat kematian bayi secara mendadak.

Dr. Rebecca Carlin adalah seorang dokter anak di Children's Health Center Hospital di Washington, D.C., yang mengatakan bahwa merokok ibu telah terbukti meningkatkan risiko SIDS.

"Kelima negara bagian dengan tingkat SIDS tertinggi dan meningkat juga memiliki tingkat merokok tertinggi, sedangkan hanya satu dari sembilan negara bagian dengan tingkat penurunan terbesar [SIDS] memiliki tingkat penggunaan tembakau yang tinggi, " dia berkata.

Selain itu, undang-undang yang mencakup pelatihan penyedia perawatan anak tentang keselamatan bayi bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya, seperti halnya tingkat cakupan asuransi kesehatan, kata Carlin, yang turut menulis sebuah editorial yang menyertai studi tersebut.

"Ada juga perbedaan rasial pada tingkat [SIDS], dengan bayi Amerika dan Alaska Amerika dan Amerika Hispanik Amerika non-Hispanik memiliki tingkat tertinggi, dan bayi Amerika Hispanik dan Asia Amerika memiliki tingkat terendah," katanya.

Selain itu, beberapa negara bagian memiliki program kunjungan ke rumah dan inisiatif lainnya yang sangat membantu dalam mendidik orang tua tentang tidur yang aman, Carlin menambahkan.

"Di AS secara keseluruhan, namun terutama di negara-negara di mana jumlah kematian [SIDS] meningkat, kita perlu berinvestasi dalam program untuk mengurangi penggunaan merokok dan zat secara efektif, meningkatkan perawatan prenatal dan mempromosikan lingkungan tidur yang aman untuk melindungi yang lebih baik. bayi, "katanya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mbappe
4 Mei 2017, by Ayu
Memiliki nama lengkap Kylian Sanmi Mbappe Lottlin, striker muda kelahiran Perancis ini sudah menjadi sorotan dunia sepak bola. Setelah beberapa kemenangan yang ...
Ingin Hamil Anak Kembar, Coba Tips Ini !
25 Agustus 2017, by Rachmiamy
Memiliki bayi kembar pasti menjadi dambaan bagi setiap wanita. Bisa dibayangkan betapa menggemaskannya mengurus dua bayi sekaligus. Hanya saja, tidak semua ...
Wonder Woman Larang Tayang di Qatar
2 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Film Wonder Woman yang disutradarai oleh Patty Jenkins kini masih menempati Box Office. Setelah larang tayang di Lebanon dan Tunisia, kesuksesan ...
Rupanya ini Alasan Risma Menolak jadi Calon Gubernur Jatim
14 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Pencalonan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai calon kuat PDIP yang elektabilitas dan popularitasnya hampir menyamai Calon Gubernur dari ...
Tak Bisa Menunggu Lagi, Pasangan Ini Terpaksa Menikah di Kamar Mandi
3 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pernikahan menjadi salah satu acara sakral untuk dilakukan. Karena itulah, biasanya kita menginginkan hal ini terjadi di tempat yang baik dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis