Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Balong Ukuran 3x6 Meter di Cirebon ini Diyakini Berkhasiat Sembuhkan Banyak Penyakit

Balong Ukuran 3x6 Meter di Cirebon ini Diyakini Berkhasiat Sembuhkan Banyak Penyakit

27 Desember 2017 | Dibaca : 1020x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Cirebon tak hanya terkenal kulinernya saja yang sudah dikenal banyak pendatang dari dalam maupun mancanegara. Bahkan tak sedikit pejabat negara termasuk Presiden Jokowi dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang datang ke Cirebon untuk menikmati sajian khas kuliner asli Cirebon seperti Empal Gentong dan nasi Jamblang.

Tak hanya kuliner, Cirebon juga mempunyai banyak sekali tempat wisata religi dan peninggalan bersejarah islam yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik. Sebut saja Makam Sunan Gunung Jati, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Goa Sunyaragi dan masih banyak lagi tempat yang jadi kunjungan wisata religi pendatang yang berkunjung ke Kota Cirebon. 

Ada satu Balong atau kolam di Cirebon yang oleh masyarakat sekitar konon diyakini airnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Situs Balong Tuk, terletak di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon ini masih banyak pendatang yang belum mengetahui karena letaknya memang agak masuk di Desa Tuk.

Balong Tuk besarnya hanya 3x6 Meter saja dan dikelilingi pagar tembok berwarna merah dari Bata yang merupakan ciri khas bangunan Keraton-keraton di Cirebon. Di dalam balong Tuk sendiri terdapat sebuah kayu yang oleh masyarakat sekitar diberi nama Buyut Kayu Perbatang.

 Menurut sejarahnya yang diceritakan oleh juru kunci Situs Balong Tuk, Raden Suparja, pada zaman sekitar abad ke-15, Cirebon dilanda kekeringan dan raja pertama di keraton Kasepuhan Cirebon yaitu Mbah Kuwu Cirebon bertapa diatas Kayu tersebut kemudian ditinggal oleh Mbah Kuwu Cirebon. "Kayu itu usianya sudah ratusan tahun, Pangeran Mancur Jaya saat itu diutus untuk mencari sumber mata air", jelas Suparja.

Pangeran Mancur Jaya tak hanya mencari sumber mata air, tapi juga mengembangkan ajaran islam sampai ke pelosok-pelosok Cirebon. Ketika itu Pangeran Mancur Jaya sampai di Desa Tuk tempat bertapanya Mbah Kuwu Cirebon yang dikenal juga dengan Pangeran Cakrabuana.

"Saat itu Pangeran Mancur Jaya hendak sholat duha namun kesulitan mendapatkan air, beliau kemudian berdoa mohon petunjuk allah, dan tiba-tiba dari kayu tempat Pangeran Cakrabuana bertapa tadi keluar rembesan air", tambah Suparja.

Diceritakan kembali oleh Suparja, Pangeran Mancur Jaya seperti mendapatkan bisikan untuk memegang kayu tersebut dan ditancapkan ke tanah sambil diketuk-ketukkan ke tanah. Tuk Tuk.. tiba-tiba keluarlah air yang banyak dan sampai sekarang menjadi Balong Tuk", lanjut Suparja.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tekken 7 Akhirnya Siap Berlaga di PS4, Xbox One, dan PC
5 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk para penggemar Game bertipe fighting pasti tahu dengan Game Tekken. Nah, ada kabar baik nih untuk para penggemar Tekken. Seri teranyar dari ...
Kasus Sumber Waras: Kontroversi Posisi Lahan
24 Juli 2017, by Gatot Swandito
"Pemiliknya sama, (sertifikat) atas nama RS Sumber Waras sama Bu Kartining Mulyono yang punya Tempo Scan (kepemilikan pribadi)," kata Kadis Kesehatan ...
Berbahayakah Tindakan Kuret? Simak Penjelasannya
4 Januari 2020, by Admin
Bilakah tindakan kuret itu berbahaya? Seringkali pertanyaan tersebut muncul ketika terjadi kehamilan kosong atau janin tidak berkembang dan keguguran sehingga ...
Kamu Penderita Maag? Hindari Makanan Ini Saat Berpuasa
2 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Selama berpuasa, asupan makanan dan minuman harus menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang pernah sakit maag. “Sebaiknya menghindarkan ...
diabetes
29 Mei 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Berpuasa wajib bagi semua umat Islam di Bulan Ramadhan termasuk bagi para penderita Diabetes. Memang, menjalankan ibadah puasa bagi penderita diabetes tidak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab