Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Arkeolog Menemukan Jaringan Perdagangan Kuno di Vietnam

Arkeolog Menemukan Jaringan Perdagangan Kuno di Vietnam

19 Agustus 2017 | Dibaca : 381x | Penulis : Rio Nur Arifin

Tampang.com, Internasional - Sebuah tim arkeolog dari The Australian National University (ANU) telah menemukan jaringan perdagangan yang luas yang beroperasi di Vietnam pada sekitar 4.500 tahun yang lalu sampai sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Sebuah studi baru menunjukkan sejumlah permukiman di sepanjang wilayah Delta Mekong di Vietnam Selatan merupakan bagian dari skema yang canggih dimana sejumlah besar barang diproduksi dan diedarkan lebih dari ratusan kilometer.

Peneliti utama Dr Catherine Frieman School dari ANU School of Archeology and Antropology mengatakan penemuan tersebut secara signifikan mengubah apa yang diketahui tentang budaya Vietnam awal.

"Kami tahu beberapa artefak dipindahkan, tapi ini menunjukkan bukti untuk jaringan perdagangan utama yang juga termasuk pembuatan alat dan perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Dr Frieman.

"Ini bukan sebuah kasus dimana orang memproduksi beberapa barang ekstra di atas apa yang mereka butuhkan. Ini adalah operasi besar."

Penemuan itu dibuat setelah Dr Frieman, ahli alat batu kuno, dibawa untuk melihat koleksi barang-barang batu yang ditemukan oleh para peneliti di sebuah situs bernama Rach Nui di Vietnam Selatan.

Dr Frieman menemukan batu gerinda batu pasir yang digunakan untuk membuat alat seperti kepala kapak dari batu yang diyakini berasal dari tambang yang terletak lebih dari 80 kilometer jauhnya di hulu lembah sungai Dong Nai.

"Wilayah Rach Nui tidak memiliki sumber batu, jadi masyarakat pasti sudah mengimpor batu dan menggarapnya untuk menghasilkan artefak," katanya.

"Orang-orang menjadi ahli dalam pembuatan alat batu meskipun mereka tidak tinggal di mana dekat dengan sumber batu apapun."

Dr Phillip Piper dari ANU School of Archeology and Anthropology, seorang ahli arkeologi Vietnam, bekerja untuk memetakan transisi dari perburuan dan pengumpulan ke pertanian di seluruh Asia Tenggara.

"Vietnam memiliki catatan arkeologi yang menakjubkan dengan sejumlah pemukiman dan situs yang menyediakan informasi penting mengenai jalur kompleks untuk pertanian di wilayah ini" kata Dr Piper.

"Di Vietnam bagian selatan, ada banyak situs arkeologi periode Neolitik yang relatif berdekatan, dan ini menunjukkan variasi yang cukup besar dalam budaya material, metode pembangunan permukiman dan subsisten.”

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat yang mendirikan pemukiman di sepanjang berbagai anak sungai dan di pantai selama periode ini dengan cepat berhasil mengembangkan aspek sosial, budaya dan ekonomi mereka sendiri.”

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

vainglory
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu game MOBA Mobile, Vainglory sepertinya akan menghadirkan mode 5 vs 5. Melalui video Developer Update, Vainglory memperlihatkan ...
Inilah Manfaat Konsumsi Daging Ayam Setiap Hari
18 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Tidak sedikit masyarakat mengatakan bahwa mengkonsumsi daging ayam setiap hari bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Faktanya, beberapa ...
foto pasangan Cagub-Cawagub banten
8 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Pilkada Banten yang telah berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017, memenangkan perolehan suara pasangan Cagub dan Cawagub Wahidin Halim- Andika Hazrumi atas ...
Kapitra Ampera, Mantan Pengacara Habib Rizieq Siap Jadi Caleg PDIP Dengan 3 Syarat
19 Juli 2018, by oteli w
Kapitra Ampera, Mantan Pengacara Habib Rizieq Siap Jadi Caleg PDIP Dengan 3 Syarat   Ada sebuah kata mengatakan “Dalam Dunia Politik Tidak Ada ...
Inilah Penyebab Proyek KA Cepat Jakarta – Bandung Tak Berprogres
1 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Proyek KA Jakarta – Bandung dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu dibenarkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Proyek ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab