Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Arkeolog Menemukan Jaringan Perdagangan Kuno di Vietnam

Arkeolog Menemukan Jaringan Perdagangan Kuno di Vietnam

19 Agustus 2017 | Dibaca : 572x | Penulis : Rio Nur Arifin

Tampang.com, Internasional - Sebuah tim arkeolog dari The Australian National University (ANU) telah menemukan jaringan perdagangan yang luas yang beroperasi di Vietnam pada sekitar 4.500 tahun yang lalu sampai sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Sebuah studi baru menunjukkan sejumlah permukiman di sepanjang wilayah Delta Mekong di Vietnam Selatan merupakan bagian dari skema yang canggih dimana sejumlah besar barang diproduksi dan diedarkan lebih dari ratusan kilometer.

Peneliti utama Dr Catherine Frieman School dari ANU School of Archeology and Antropology mengatakan penemuan tersebut secara signifikan mengubah apa yang diketahui tentang budaya Vietnam awal.

"Kami tahu beberapa artefak dipindahkan, tapi ini menunjukkan bukti untuk jaringan perdagangan utama yang juga termasuk pembuatan alat dan perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Dr Frieman.

"Ini bukan sebuah kasus dimana orang memproduksi beberapa barang ekstra di atas apa yang mereka butuhkan. Ini adalah operasi besar."

Penemuan itu dibuat setelah Dr Frieman, ahli alat batu kuno, dibawa untuk melihat koleksi barang-barang batu yang ditemukan oleh para peneliti di sebuah situs bernama Rach Nui di Vietnam Selatan.

Dr Frieman menemukan batu gerinda batu pasir yang digunakan untuk membuat alat seperti kepala kapak dari batu yang diyakini berasal dari tambang yang terletak lebih dari 80 kilometer jauhnya di hulu lembah sungai Dong Nai.

"Wilayah Rach Nui tidak memiliki sumber batu, jadi masyarakat pasti sudah mengimpor batu dan menggarapnya untuk menghasilkan artefak," katanya.

"Orang-orang menjadi ahli dalam pembuatan alat batu meskipun mereka tidak tinggal di mana dekat dengan sumber batu apapun."

Dr Phillip Piper dari ANU School of Archeology and Anthropology, seorang ahli arkeologi Vietnam, bekerja untuk memetakan transisi dari perburuan dan pengumpulan ke pertanian di seluruh Asia Tenggara.

"Vietnam memiliki catatan arkeologi yang menakjubkan dengan sejumlah pemukiman dan situs yang menyediakan informasi penting mengenai jalur kompleks untuk pertanian di wilayah ini" kata Dr Piper.

"Di Vietnam bagian selatan, ada banyak situs arkeologi periode Neolitik yang relatif berdekatan, dan ini menunjukkan variasi yang cukup besar dalam budaya material, metode pembangunan permukiman dan subsisten.”

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat yang mendirikan pemukiman di sepanjang berbagai anak sungai dan di pantai selama periode ini dengan cepat berhasil mengembangkan aspek sosial, budaya dan ekonomi mereka sendiri.”

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

8 Bahasa Tubuh Ini Memiliki Arti yang Berbeda
12 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Gerakan tubuh ternyata menyimpan informasi luar biasa mengenai apa yang kita pikirkan. Asalkan, kita mengetahui bagaimana cara ...
Studi Menunjukkan Pentingnya Pengobatan Dini untuk Kaki Penderita Diabetes
20 November 2017, by Slesta
Penelitian baru menggarisbawahi perlunya pengobatan dini ulkus kaki diabetik untuk mencegah infeksi. Ulkus kaki adalah luka terbuka yang berkembang karena ...
7 Manfaat Minyak Zaitun Pada Kesehatan
16 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Minyak zaitun adalah minyak ajaib yang memliki banyak khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Minyak zaitun sudah digunakan sebagai obat herbal sejak ribuan ...
Ray Parlour Menilai Performa Paul Pogba di MU Usai Piala Dunia Akan Menjadi Lebih Baik
18 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pesta Piala Dunia 2018 di Rusia sebagai tuan rumah telah usai. Ajang turnamen sepakbola dunia paling dinanti-nantikan itu sudah bisa dipastikan diisi oleh ...
feromon
24 Oktober 2017, by Dika Mustika
Banyak yang bilang jika jatuh cinta itu sesuatu yang tak bisa didefinisikan dan sulit untuk dijelaskan dalam kata-kata. Jatuh cinta itu sulit digambarkan. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab