Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Apakah Wanita Hamil Boleh Lari? Tentu Saja Boleh Asalkan...

Apakah Wanita Hamil Boleh Lari? Tentu Saja Boleh Asalkan...

8 Maret 2018 | Dibaca : 624x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Lari adalah salah satu olahraga paling murah dan mudah untuk dilakukan dimana saja. Biasanya lari dilakukan oleh orang yang sehat dan tidak punya beban. Namun, bagaimana jika lari itu dilakukan oleh wanita hamil? Apakah boleh wanita hamil melakukan jogging?

Mungkin sebagian dari kamu berkata tidak boleh dan sebagian mengatakan boleh. Namun, pada kenyataannya adalah wanita hamil diperbolehkan lari. Ya, tentu saja lari yang dimaksud tidak sama dengan lari yang dilakukan oleh orang yang tidak hamil. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan menjadi batas bagi wanita hamil ketika memutuskan untuk berlari. Berikut syarat menurut dokter olahraga Christine Graf asal Jerman saat wanita hamil berlari.

1. Tempo

Kurangilah tempo berlari agar detak jantung Anda tetap aman dan napas tidak terengah-engah. Sebaiknya detak jantung Anda tidak boleh lebih dari 140 detak per menit. Untuk lebih akurat, ada baiknya menggunakan alat pengukur detak jantung.

2. Perhatikan Jarak Lari

Bukan hanya tempo, ibu-ibu hamil pun perlu memerhatikan jarak lari. Ketika kehamilan memasuki trimester kedua dan berat badan sudah mulai betambah, janganlah ambisius. Anda perlu mengurangi jarak berlari. Patokan jarak amannya adalah 30 menit berlari dengan kecepatan sedang. Lakukan hal ini tiga kali sepekan.

3. Perhatikan Medan

Wanita hamil rentan terhadap cedera saat lari. Hal tersebut dikarenakan tubuh memproduksi hormon yang melonggarkan persendian kaki, lutut, dan pinggul. Jadi, berlatihlah di atas permukaan yang lembut. Tidak disarankan untuk berlari di medan curam atau naik-turun. Satu hal lagi, jangan lupa untuk menggunaan sepatu yang baik.

4. Turuti Kata Tubuh

Mendengarkan “kata” tubuh adalah salah satu hal penting ketika berlari. Meskipun sedikit saja terasa sakit, jangan diremehkan karena itu bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk buat tubuh. Jika badan sudah memberikan sinyal bahaya, maka jangan memaksakan diri. Segeralah berhenti berlari. Bagian tubuh yang rentan kala hamil adalah pinggul, lutut, serta pangkal paha. Bila rasa sakit berlanjut dan timbul sesak napas, konsultasilah ke dokter.

5. Minta Saran Dokter

Hal utama yang perlu dilakukan ibu hamil sebelum memulai berlari adalah konsultasi lebih dulu ke dokter. Jika tidak ada riwayat keguguran dan dokter sudah memberi lampu hijau, berarti Anda boleh berlari. Tetapi perlu diingat, tidak boleh lari dengan tenaga berlebihan. Jangan pula berlari di udara sangat panas atau sangat dingin.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Debat Capres : Ma'ruf Amin lebih banyak Diam, Strategi atau Kurang Waktu
18 Januari 2019, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Debat perdana capres cawapres yang bakal bertarung di Pilpres 2019 diwarnai berbagai macam komentar baik untuk paslon nomor urut 01 ( Jokowi - ...
Sungai Berwarna Merah Seperti Darah di Indonesia. Kok Bisa?
13 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Seperti yang kita ketahui, biasanya air sungai berwarna jernih atau berwarna cokelat. Kali ini kita dikejutkan oleh sebuah sungai yang ...
Saat Anda Ingin Berfoto dan Mengatakan “Peace!", Ternyata ini Berbahaya!
7 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Berfoto mungkin sudah menjadi hobi kids jaman now ya sobat. Datang ke suatu tempat kemudian yang dilakukan paling awal pasti berfoto dan ...
Anggota/Pengurus  Partai Politik Tidak Deperkenankan Menjadi Calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 2019
23 Juli 2018, by oteli w
Anggota/Pengurus  Partai Politik Tidak Deperkenankan Menjadi Calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 2019 Sebelumnya, Hafidz mengajukan uji materi ...
Orange is The New Green
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Pada pertengahan 1990an, 1.000 truk kulit dan biji jeruk sengaja dibongkar ke padang rumput yang tandus di sebuah taman nasional Kosta Rika. Hari ini, daerah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab