Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Alasan Mengapa Memberikan Emoticon Pada Emailmu Lebih Merugikanmu

Alasan Mengapa Memberikan Emoticon Pada Emailmu Lebih Merugikanmu

28 Agustus 2017 | Dibaca : 433x | Penulis : Noor Azizah

Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu akan terlihat lebih baik dan ramah di mata rekan-rekan yang kamu kirimi email di mana kamu tambahkan smile emoticon di akhir atau di antara isi email? Pengembang software bisa saja setuju akan hal ini, namun studi terkini memberikan klaim bahwa mungkin kamu perlu mempertimbangkan lagi atau bahkan perlu menghentikan kebiasaanmu untuk menggunakan emoticon pada email resmi. 

Studi terkini, “The Dark Side of a Smiley” memberikan informasi bahwa smiley face kemungkinan memberikan lebih banyak kerugian dibandingkan manfaatnya. Menggunakan smiley face atau emoticon serupa dalam email yang berkaitan dengan pekerjaan mungkin tidak akan menciptakan kesan positif, bahkan sebenarnya dapat menggambarkan rendahnya kompetensi, ungkap penelitian yang dipublikasikan di jurnal Social Psychological and Personality Science.

“Temuan ini pertama kali memberikan fakta bahwa smiley face ini berkebalikan dengan senyum sesungguhnya, di mana emoticon tidak mampu menaikkan persepsi kehangatan dan persepsi kompetensi. Pada email resmi terkait bisnis, emoticon senyum bukanlah senyuman,” ujar Ella Glikson, seorang rekan doctoral di Universitas Ben-Gurion (BGU) di Negev, Israel.

Periset telah melakukan serangkaian percobaan dengan total 549 peserta dari 29 negara yang berbeda. Dalam satu percobaan, para peserta diminta untuk membaca e-mail yang berhubungan dengan pekerjaan dari orang yang tidak dikenal dan kemudian mengevaluasi kompetensi dan kehangatan orang tersebut. Semua peserta menerima pesan serupa. Beberapa termasuk smiley sementara yang lainnya tidak.

"Studi tersebut juga membuktikann bahwa ketika para peserta diminta untuk menanggapi email mengenai masalah formal, jawaban mereka lebih rinci dan mencakup lebih banyak informasi terkait konten saat e-mail tersebut dan tidak termasuk smiley. Kami menemukan bahwa persepsi kompetensi rendah jika senyum dimasukkan pada gilirannya mengurangi informasi sharing," kata Glikson.

Dalam percobaan lain, penggunaan smiley dibandingkan dengan foto tersenyum atau netral. Temuan menunjukkan bahwa dalam kasus sebuah foto, pengirim yang tersenyum dianggap lebih kompeten dan ramah daripada orang yang netral.

Namun, ketika sebuah e-mail mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan formal termasuk smiley, pengirim dianggap kurang kompeten. Smiley tersebut tidak mempengaruhi evaluasi keramahan pengirim, ujar peneliti.

Tim juga menemukan bahwa ketika jenis kelamin penulis e-mail tidak diketahui, penerima cenderung menganggap wanitalah pengirim email jika menyertakan smiley.

"Untuk saat ini, setidaknya, smiley hanya bisa menggantikan senyum saat Anda sudah mengenal lawan bicara Anda. Dalam interaksi awal, lebih baik hindari menggunakan smiley, berapa pun usia atau jenis kelaminnya," tambahnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Unik, di Jepang Kita Bisa Masuk ke Dalam Kolam Renang Anti Basah
21 September 2017, by Rachmiamy
Apakah kalian pernah membayangkan masuk ke dalam kolam renang akan tetapi pakaian dan badan tidak basah sama sekali. Di Jepang, kalian tidak hanya akan ...
Siapa Sangka, Inilah 5 Makanan Peningkat IQ Bayi
15 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Bayi yang sedang dikandung akan memiliki IQ berdasarkan dengan makanan yang dimakan oleh sang Ibu. Ya, salah satu faktor yang menentukan IQ ...
anak
21 Juni 2017, by Dony Prattiwa
1. Jika anakmu BERBOHONG, itu karena engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.   2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI, itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia ...
Ayu Ting Ting Kurbankan 3 Ekor Sapi Idul Adha Tahun ini
2 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pelantun dangdut yang sering menuai kontroversi, Ayu Ting Ting, tahun ini merayakan Idul Adha di kediamannya di Kawasan Depok, Jawa Barat dengan ...
Atlet Indonesia Menanti Menpora Berikan Tunjangan Masa Tua
25 November 2017, by Admin
Tampang.com - Apresiasi atas kinerja para atlet Indonesia memang disuarakan pemerintah melalui Kemenpora. Bahkan pada 2016 lalu program tunjangan masa tua ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab