Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Alasan Mengapa Memberikan Emoticon Pada Emailmu Lebih Merugikanmu

Alasan Mengapa Memberikan Emoticon Pada Emailmu Lebih Merugikanmu

28 Agustus 2017 | Dibaca : 368x | Penulis : Noor Azizah

Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu akan terlihat lebih baik dan ramah di mata rekan-rekan yang kamu kirimi email di mana kamu tambahkan smile emoticon di akhir atau di antara isi email? Pengembang software bisa saja setuju akan hal ini, namun studi terkini memberikan klaim bahwa mungkin kamu perlu mempertimbangkan lagi atau bahkan perlu menghentikan kebiasaanmu untuk menggunakan emoticon pada email resmi. 

Studi terkini, “The Dark Side of a Smiley” memberikan informasi bahwa smiley face kemungkinan memberikan lebih banyak kerugian dibandingkan manfaatnya. Menggunakan smiley face atau emoticon serupa dalam email yang berkaitan dengan pekerjaan mungkin tidak akan menciptakan kesan positif, bahkan sebenarnya dapat menggambarkan rendahnya kompetensi, ungkap penelitian yang dipublikasikan di jurnal Social Psychological and Personality Science.

“Temuan ini pertama kali memberikan fakta bahwa smiley face ini berkebalikan dengan senyum sesungguhnya, di mana emoticon tidak mampu menaikkan persepsi kehangatan dan persepsi kompetensi. Pada email resmi terkait bisnis, emoticon senyum bukanlah senyuman,” ujar Ella Glikson, seorang rekan doctoral di Universitas Ben-Gurion (BGU) di Negev, Israel.

Periset telah melakukan serangkaian percobaan dengan total 549 peserta dari 29 negara yang berbeda. Dalam satu percobaan, para peserta diminta untuk membaca e-mail yang berhubungan dengan pekerjaan dari orang yang tidak dikenal dan kemudian mengevaluasi kompetensi dan kehangatan orang tersebut. Semua peserta menerima pesan serupa. Beberapa termasuk smiley sementara yang lainnya tidak.

"Studi tersebut juga membuktikann bahwa ketika para peserta diminta untuk menanggapi email mengenai masalah formal, jawaban mereka lebih rinci dan mencakup lebih banyak informasi terkait konten saat e-mail tersebut dan tidak termasuk smiley. Kami menemukan bahwa persepsi kompetensi rendah jika senyum dimasukkan pada gilirannya mengurangi informasi sharing," kata Glikson.

Dalam percobaan lain, penggunaan smiley dibandingkan dengan foto tersenyum atau netral. Temuan menunjukkan bahwa dalam kasus sebuah foto, pengirim yang tersenyum dianggap lebih kompeten dan ramah daripada orang yang netral.

Namun, ketika sebuah e-mail mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan formal termasuk smiley, pengirim dianggap kurang kompeten. Smiley tersebut tidak mempengaruhi evaluasi keramahan pengirim, ujar peneliti.

Tim juga menemukan bahwa ketika jenis kelamin penulis e-mail tidak diketahui, penerima cenderung menganggap wanitalah pengirim email jika menyertakan smiley.

"Untuk saat ini, setidaknya, smiley hanya bisa menggantikan senyum saat Anda sudah mengenal lawan bicara Anda. Dalam interaksi awal, lebih baik hindari menggunakan smiley, berapa pun usia atau jenis kelaminnya," tambahnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Banjir dan Longsor telah Menerjang Tambang Freeport di Tembagapura
18 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Berita mengejutkan datang dari PT Freeport Indonesia. Banjir dan Longsor telah menerjang kawasan tambang PT Freeport di Tembagapura, ...
Pengurus Ranting DPP Partai Golkar dan Arus Bawah Menolak Mengusung Ridwan Kamil Pada Pilgub  Jabar 2018
8 November 2017, by Admin
Tampang.com – Pengurus Kecamatan, Desa dan Kelurahan Partai Golkar di Jawa Barat menyatakan tidak menerima keinginan DPP Partai Golkar yang mengusung ...
Anak-anak yang Kurang Tidur Berisiko Obesitas
7 Mei 2018, by Slesta
Terlalu sedikit tidur dapat meningkatkan risiko kegemukan seorang anak, para peneliti Inggris melaporkan. "Kelebihan berat badan dapat menyebabkan ...
Valerian and The City of a Thousand Planets, Film bersetting Abad ke-28
30 Juli 2017, by Rachmiamy
Valerian and the City of a Thousand Planets ini merupakan film Holyywood yang diadaptasi dari serial komik fiksi ilmiah Perancis berjudul ‘Empire of a ...
Kembangkan Mobil Listrik, Pemerintah Ajak 4 Universitas
4 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan akan membentuk tim ...
Berita GueBanget
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman