“...Saya tidak provokasi, nanti orang timur yang nanti, nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil kita eksekusi mereka....”
Sengaja PENGGALAN pernyataan Victor di atas di-copas dari Detik.com. Bisa juga sih mentranskripnya langsung dari video pidato Victor yang beredar luas. Cuma, kalau ada satu kata saja yang lupa ditulisakan, bisa-bisa di-Buni Yani-kan.
Munurut kader terbaik lainnya, Victor menyampaikan pidatonya dengan menggunakan bahasa rakyat. Dan, sebagai rakyat, sedikit banyaknya mampu memahami pidato Victor di atas.
Hanya saja saya tidak mau mencoba menerjemahkan maksud Victor dengan “... kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil kita eksekusi mereka...”
Tapi, apa pun yang dipidatokan Victor, sudah sementinya Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN menoleransinya. Sebab, bagaimana pun juga Victor adalah kader terbaik Partai Nasdem yang dipimpin oleh Bapak Surya Paloh yang sangat dimuliakan.
Sebagai kader Nasdem, jelas apa yang keluar dari Victor tidak jauh berbeda dengan produk yang keluar dari lingkungan Nasdem. Kalau kita tahu “produk-produk” keluaran Nasdem dan lingkungan di sekitarnya, pastilah kita akan menoleransi pidati Victor di dapil-nya tersebut.
Lihat saja, bagaimana kader terbaik Nasdem Akbar Faisal yang bercerita tentang mobil penyedot data KPU yang dibeli oleh Luhut Panjaitan.
Kata Akbar, mobil itu dibeli dengan harga yang tidak terbatas. Mobil itu kemudian diparkirkan di dekat gedung KPU untuk menyedot data Pilpres 2014. (Baca di http://www.kompasiana.com/gatotswandito/akbar-faizal-cuma-selevel-johnny-english_55359fa36ea8343a0cda42fc)