Idealnya, kamu harus mengisi ulang sebelum level baterai mencapai batas rendah tersebut. Bahkan, sebagian ahli menyarankan untuk tidak membiarkan baterai turun di bawah 10% agar sel baterai tidak cepat lelah. Chery Indonesia
Rutinitas yang baik:
- Isi baterai setiap dua hari sekali kalau kamu tidak sering pakai mobil.
- Jangan menunggu sampai baterai benar-benar kosong sebelum connect ke charger.
Dengan kebiasaan ini, kamu bisa meminimalkan degradasi baterai secara signifikan dan menjaga kapasitas baterai tetap tinggi.
3. Stop Isi Sampai 100% — Baterai Lebih Awet di 80–90%
Banyak orang berpikir “lebih penuh lebih baik”. Faktanya, terlalu sering mengisi baterai sampai 100% justru dapat memperpendek umur baterai. Liputan6
Charging penuh membuat sel baterai berada dalam kondisi stres lebih lama, yang mempercepat degradasi kimia pada inti baterai. Chery Indonesia
Triknya:
- Targetkan pengisian baterai di level 80–90% dalam penggunaan sehari-hari.
- Simpan pengisian 100% hanya ketika kamu benar-benar membutuhkan jarak tempuh ekstra panjang.
Dengan membatasi level maksimum pengisian, kamu menjaga baterai tetap sehat lebih lama.
4. Slow Charging Lebih Baik daripada Fast Charging
Fast charging memang sangat membantu ketika kamu buru-buru, namun jika dilakukan terlalu sering, arus listrik tinggi dari fast charging dapat mempercepat penurunan performa baterai. Liputan6
Tekanan listrik besar membuat baterai bekerja keras, meningkatkan suhu internal sel, dan mempercepat keausan. CITA Smart EV Charger