Baterai adalah “jantung” kendaraan listrik komponen yang paling menentukan performa, jarak tempuh, dan bahkan nilai jual kembali mobil listrik. Namun banyak pemilik justru menganggap baterai tidak perlu dirawat selama indikator menunjukkan angka aman. Padahal, cara kamu mengisi daya, memarkir mobil, hingga memilih charger bisa drastis memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Liputan6
Kalau kamu ingin baterai EV tetap sehat, awet, dan tidak cepat drop, simak 5 cara sederhana tapi sangat efektif berikut ini!
1. Parkir di Tempat Teduh — Panas Matahari Bisa Memperpendek Umur Baterai
Salah satu musuh utama baterai kendaraan listrik adalah suhu panas berlebih. Ketika mobil listrik terlalu lama terpapar sinar matahari langsung, baterai bekerja lebih keras untuk menjaga suhu optimal yang dalam jangka panjang bisa mempercepat degradasinya. Liputan6
Baterai EV didesain dengan sistem termal yang canggih, tapi bukan berarti tahan terhadap panas ekstrem. Paparan sinar UV dan suhu tinggi dapat membuat kinerja baterai menurun lebih cepat dari seharusnya. Chery Indonesia
Tips praktis:
- Selalu parkir di bawah naungan atau garasi tertutup ketika memungkinkan.
- Hindari meninggalkan mobil listrik di bawah terik matahari saat siang hari.
Dengan suhu yang lebih stabil, baterai EV akan tetap awet dan performanya tetap maksimal dalam jangka panjang.
2. Isi Daya Sebelum Baterai Turun di Bawah 20%
Membiarkan baterai turun terlalu rendah bisa berdampak buruk. Baterai EV yang sering habis di bawah 20% mengalami penurunan tegangan yang mempercepat keausan sel baterai. Liputan6