Tampang

Bocor! Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil 2026 Melesat ke 850 Ribu Unit, Industri Otomotif Siap ‘Meledak’?!

2 Feb 2026 22:57 wib. 59
0 0
Gaikindo
Sumber foto: Google

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo kembali mengejutkan pelaku pasar otomotif Tanah Air dengan menetapkan target ambisius untuk penjualan mobil sepanjang tahun 2026. Menurut pernyataan resmi yang disampaikan oleh Sekretaris Umum Gaikindo, dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) di Jakarta, asosiasi ini memasang angka penjualan sebesar 850 ribu unit mobil untuk tahun ini, sebuah target yang bisa menjadi titik balik bagi industri otomotif nasional yang sempat mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir.

Target tersebut menjadi fokus utama dalam pembicaraan pelaku industri karena merefleksikan optimisme yang tumbuh di tengah tantangan pasar. Meski angka 850 ribu unit masih berada di bawah level 1 juta unit, namun jika berhasil diraih, ini menjadi pertanda positif bahwa pasar mobil Indonesia mulai bergerak menuju pemulihan setelah performa yang kurang konsisten pada 2024–2025.

Target 850 Ribu Unit: Ambisi atau Realita?

Menurut Kukuh Kumara, sekretaris umum Gaikindo, angka target 850 ribu unit itu merupakan hasil kesepakatan internal antara produsen mobil, dealer, dan pemangku kepentingan dalam industri. Ia menegaskan bahwa meskipun target ini telah ditetapkan, angka tersebut masih memungkinkan untuk direvisi bergantung pada dinamika pasar yang terus berubah, termasuk kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi makro.

Kesediaan Gaikindo untuk menyesuaikan target menunjukkan bahwa industri menyadari ketidakpastian pasar, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar, harga bahan bakar, hingga perubahan preferensi konsumen. Walau begitu, angka 850 ribu unit dipandang sebagai angka yang realistis jika pabrikan dan pelaku pasar dapat memaksimalkan momentum tertentu, seperti libur panjang dan pameran otomotif.

Pameran & Momentum Idul Fitri Jadi Penentu

Salah satu strategi yang diyakini dapat membantu menaikkan angka penjualan adalah pemanfaatan momentum libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Biasanya, periode libur nasional ini melihat lonjakan permintaan kendaraan karena konsumen memanfaatkan momen untuk membeli mobil baru atau sekadar melakukan perjalanan panjang. Namun, Kukuh juga mengingatkan bahwa sisi negatif dari momentum ini adalah berkurangnya hari kerja di pabrik sehingga potensi produksi bisa menurun, yang juga menambah kompleksitas mengejar target tersebut.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

AC Milan Belum Selesai!
0 Suka, 0 Komentar, 15 Jul 2017

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?