Namun, transformasi teknologi tentu tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan anggaran, kesiapan sumber daya manusia, serta perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Teknologi secanggih apapun tidak akan efektif tanpa dukungan budaya disiplin dalam membuang dan memilah sampah. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Pemerintah kota terus mendorong integrasi antara kebijakan lingkungan dan inovasi teknologi. Program kebersihan berbasis komunitas, penguatan regulasi terkait pengurangan plastik sekali pakai, hingga peningkatan fasilitas pengolahan sampah menjadi langkah nyata menuju sistem yang lebih modern. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan teknologi, Singkawang berpeluang menjadi salah satu kota di Kalimantan Barat yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Dinas lingkungan hidup kota singkawang memiliki peran sentral dalam memastikan transformasi ini berjalan konsisten dan terarah. Melalui kombinasi kebijakan strategis, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kesadaran masyarakat, harapan untuk mewujudkan Singkawang yang bersih, hijau, dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil. Transformasi sistem pengelolaan sampah bukan sekadar soal kebersihan, melainkan investasi jangka panjang demi kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga kota.