Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan pelaku transportasi udara dalam pengembangan ekraf bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi dan investasi baru, terutama ketika kekayaan intelektual karya anak bangsa turut dipamerkan dalam forum internasional seperti HEXIA. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi landasan penguatan program unggulan Kemenekraf sekaligus akselerasi pertumbuhan ekraf yang diharapkan mampu menjadi the new engine of growth bagi perekonomian nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenekraf juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Whitesky Group. Kesepakatan tersebut meliputi berbagai aspek strategis, mulai dari pertukaran data dan informasi, dukungan penelitian bersama, koordinasi penyusunan kebijakan, hingga pelaksanaan kegiatan ekonomi kreatif baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, terdapat pula komitmen dalam hal perlindungan kekayaan intelektual, fasilitasi pendanaan, pemanfaatan infrastruktur bersama, strategi pemasaran, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif.
CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menuturkan bahwa melalui HEXIA 2025 pihaknya ingin membuka ruang eksplorasi lebih luas bagi pelaku ekraf maupun generasi muda untuk mengenal dan mendalami industri penerbangan dengan cara yang menyenangkan. Ajang ini tidak hanya menjadi tempat pertemuan bisnis, tetapi juga wadah pembelajaran dan inspirasi melalui lokakarya, kompetisi digital, hingga diskusi bersama akademisi, mahasiswa, dan komunitas kreatif. Denon optimistis bahwa inisiatif ini akan memperkuat ekosistem aviasi sekaligus mendorong industri kreatif Indonesia agar semakin tangguh, kompetitif, dan berdaya tarik global.