Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky menyampaikan keyakinannya bahwa sektor aviasi dapat menjadi ruang baru yang mendukung terciptanya ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Menurutnya, kolaborasi antara dunia aviasi dengan pelaku ekraf bukan hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, tetapi juga mampu melahirkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih segar dan dinamis. Pandangan ini ia sampaikan usai penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kemenekraf dengan pelaku usaha transportasi udara yang berlangsung dalam ajang Heli Expo Asia (HEXIA) 2025.
Dalam keterangannya, Teuku Riefky menekankan bahwa HEXIA 2025 bukan sekadar perhelatan yang menyoroti konektivitas transportasi udara, melainkan juga wadah strategis bagi industri kreatif untuk berkolaborasi, menunjukkan karya, serta menjalin jejaring yang luas. Melalui ruang aviasi, menurutnya, dapat dibangun jembatan menuju perekonomian kreatif yang lebih inovatif, berdaya saing global, dan tetap memperhatikan keberlanjutan. Kehadiran seniman serta pelaku kreatif di ajang tersebut semakin menegaskan bahwa industri kreatif Indonesia siap beradaptasi dan bersinergi dengan sektor transportasi udara yang memiliki nilai strategis tinggi.