Tampang

Indonesia Dipastikan Tidak Mengimpor Beras Industri pada 2026: Strategi Ketahanan Pangan yang Ditegaskan Pemerintah

31 Des 2025 08:04 wib. 106
0 0
Impor Beras Industri
Sumber foto: Google

Keberhasilan ini merupakan buah dari berbagai kebijakan dan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian seperti distribusi pupuk bersubsidi yang lebih lancar, modernisasi sistem irigasi, dan penggunaan varietas padi unggul. Semua ini turut membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas panen mereka. IBAI

Penolakan Usulan Impor Beras Industri

Salah satu poin penting dalam kebijakan 2026 adalah penolakan pemerintah terhadap usulan impor beras untuk kebutuhan industri. Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengusulkan impor beras bahan baku industrI sekitar ratusan ribu ton, dengan alasan untuk menjaga pasokan industri pengolahan makanan dan minuman. Namun, usulan tersebut ditolak oleh pemerintah pusat dengan alasan bahwa produksi dan cadangan lokal dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. S&P Global

Penolakan ini menunjukkan bahwa pemerintah semakin percaya diri terhadap kemampuan produksi domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar internasional yang sering kali bergejolak. Dalam konteks global, keputusan semacam ini juga dipandang akan berdampak pada pasar rice tradable, meskipun analis mengklaim efeknya terhadap harga global kemungkinan terbatas karena Indonesia bukan pembeli besar pada 2025. S&P Global

Dampak untuk Sektor Industri dan Pelaku Usaha

Kebijakan tanpa impor beras industri juga membawa implikasi pada para pelaku usaha di sektor pengolahan pangan. Pemerintah mendorong agar industri makanan dan minuman dapat lebih inovatif dalam pemanfaatan bahan baku lokal, khususnya beras pecah dan beras ketan pecah yang selama ini tersedia dalam jumlah besar. Ini menuntut para produsen untuk meningkatkan kemampuan teknologinya agar dapat mengolah bahan baku domestik sesuai kebutuhan spesifikasi produk. Liputan6

Meski demikian, terdapat pandangan dari sejumlah pengamat bahwa kebijakan ini perlu diikuti dengan dukungan teknologi yang memadai untuk industri, tanpa mengurangi daya saing produk dalam negeri di pasar global dan domestik. Upaya peningkatan kualitas dan efisiensi produksi perlu diperkuat agar industri mampu beradaptasi dengan penggunaan bahan baku lokal secara penuh.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?