Pelatihan Khusus untuk Pilot
Bandara Paro dikategorikan sebagai bandara kelas C, yang berarti hanya pilot dengan pelatihan khusus yang diizinkan terbang ke sini. Mereka harus melakukan pendaratan manual tanpa bantuan radar, yang mengharuskan mereka mengenal detail lanskap sekitar dengan baik. Sedikit kesalahan saja dapat menyebabkan pendaratan di lokasi yang salah, seperti di atas atap rumah warga.
Dorji menjelaskan bahwa pengetahuan tentang area menjadi kunci utama. "Di Paro, Anda perlu memiliki keahlian dan kompetensi area yang luar biasa. Kami menyebutnya pelatihan kompetensi area atau pelatihan rute," jelasnya.
Tantangan Geografis dan Cuaca
Bhutan, yang terletak di antara China dan India, memiliki lebih dari 97% wilayahnya berupa pegunungan. Thimphu, ibu kota negara, berada di ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini memengaruhi kinerja pesawat karena udara yang lebih tipis di ketinggian tinggi membuat pesawat harus terbang lebih cepat untuk menjaga stabilitas.
Selain itu, cuaca menjadi tantangan lain yang harus dihadapi pilot. Penerbangan ke Paro biasanya dijadwalkan pagi hari untuk menghindari angin termal yang meningkat setelah tengah hari. Tidak ada penerbangan malam karena bandara tidak dilengkapi radar.