Temuan-temuan ini juga mencerminkan perkembangan pesat teknologi dan cara manusia beradaptasi dengan alat-alat modern untuk menjaga tradisi sekaligus melindungi hewan dari eksploitatif. Robot gajah tidak hanya berfungsi sebagai pengganti, tetapi juga menunjukkan komitmen masyarakat untuk berinovasi dalam menjalankan ritual keagamaan sambil tetap menjaga harkat dan martabat makhluk hidup.
Kisah-kisah transformasi ini menyoroti sebuah fakta menarik: meskipun teknologi dapat membantu menggantikan peran gajah, tantangan untuk mendidik masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesejahteraan hewan tetap menjadi prioritas utama. Penting untuk bukan hanya mengandalkan solusi teknis, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif tentang dampak dari penggunaan hewan dalam praktik keagamaan.
Situasi di Kerala, India ini bisa jadi junal bagi daerah-daerah lain yang juga mempraktikkan ritual dengan hewan tertentu. Apakah kehadiran robot akan menjadi hal yang umum dalam banyak tradisi keagamaan atau justru memunculkan lebih banyak tantangan dan perdebatan? Bagaimanakah jika teknologi yang ada berlanjut bersinergi dengan nilai-nilai budaya dan tradisi yang sudah ada? Era baru interaksi antara manusia, teknologi, dan hewan ini tampaknya menjadi fokus penting untuk masa depan, seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada solusi yang lebih berkelanjutan dan beretika.