Baru-baru ini, perhatian dunia terfokus pada fenomena alam yang luar biasa di Pulau Hormuz, Iran. Banyak turis yang terkejut dan terkesima menyaksikan perubahan dramatis di pantai dan laut, yang tampak seperti terendam darah. Video yang merekam momen tersebut telah viral di media sosial, terutama Instagram, dengan jumlah 'like' yang mencapai lebih dari satu juta. Dalam rekaman tersebut, terlihat ekspresi kagum dari para pengunjung yang tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.
Perubahan warna mencolok ini diakibatkan oleh aliran air hujan yang membawa partikel tanah merah ke pantai. Fenomena ini tidak hanya mengagetkan turis asing, tetapi juga sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan warga lokal, yang menyebut area ini sebagai Pantai Merah. Sebuah penjelasan dari IFL Science mengungkapkan bahwa Pulau Hormuz dikenal sebagai "pulau pelangi." Hal ini disebabkan oleh adanya deposit mineral dan tanah yang beraneka warna, menciptakan panorama yang tidak hanya unik tetapi juga menakjubkan secara visual.
Menurut laporan dari Earth Observatory NASA, Pulau Hormuz merupakan kubah garam yang terbentuk dari berbagai mineral seperti garam batu, gips, anhidrit, dan juga batuan evaporit lain yang perlahan-lahan terangkat hingga ke permukaan. Struktur geologis ini menjadikan pulau tersebut kaya akan variasi warna. Garam batu, yang memiliki sifat lemah dan mudah mengapung, berperan penting dalam proses pembentukan warna tersebut. Selain itu, tidak semua material yang muncul dari dalam tanah adalah garam; di dalamnya juga terdapat campuran tanah liat, karbon, serta batu vulkanik, yang menambah kompleksitas warna yang terlihat.
Fenomena warna merah yang mencolok juga disebabkan oleh interaksi antara tanah dan air yang mengalir di pulau tersebut. Menurut analisis lebih lanjut, Pulau Hormuz sebagian besar terdiri dari tanah yang kaya akan hematit, sebuah mineral yang mengandung besi, yang dicampur dengan besi hidroksida. Dalam laporan penelitian yang dikutip oleh IFL Science, dijelaskan bahwa tanah berwarna merah ini muncul dari pencampuran antara kedua elemen tersebut, dengan kandungan hematit yang jauh lebih dominan.