Perkembangan dan Variasi
Seiring perkembangan zaman, gado-gado mengalami berbagai variasi dan adaptasi di berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menyajikan gado-gado, menambahkan atau mengurangi beberapa bahan sesuai dengan selera lokal. Di Jawa Tengah, misalnya, gado-gado dikenal dengan nama "lotek" dan menggunakan lebih banyak sayuran hijau serta saus yang lebih manis. Di Bali, ada hidangan serupa dengan nama "tipat cantok", yang menggunakan bahan-bahan serupa namun disajikan dengan lontong atau ketupat.
Gado-Gado dalam Budaya Populer
Gado-gado sering disajikan dalam berbagai acara, mulai dari pesta pernikahan, acara keluarga, hingga perayaan nasional. Hidangan ini juga kerap dijadikan simbol keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. Gado-gado sering muncul dalam berbagai media, seperti film, lagu, dan acara televisi. Salah satu lagu terkenal yang menyebut gado-gado adalah lagu "Gado-Gado Betawi" yang dinyanyikan oleh Benyamin Sueb, seorang seniman Betawi terkenal.
Resep Gado-Gado, berikut adalah resep gado-gado yang lezat dan mudah untuk dicoba di rumah.
Bahan-Bahan:
200 gram kacang tanah, goreng dan haluskan
5 siung bawang putih
5 buah cabai merah keriting
3 buah cabai rawit (sesuai selera)
2 sendok makan gula merah, serut
2 sendok teh garam
3 sendok makan air asam jawa
400 ml air matang
3 lembar daun jeruk, sobek-sobek
4 butir telur rebus, kupas dan belah dua
200 gram tahu, goreng dan potong dadu
200 gram tempe, goreng dan potong dadu
100 gram kangkung, rebus
100 gram bayam, rebus
100 gram tauge, siram air panas
100 gram kacang panjang, rebus dan potong-potong
100 gram kol, iris halus dan rebus
2 buah kentang, rebus dan potong dadu
1 buah mentimun, iris tipis
200 gram lontong, potong-potong
Kerupuk sebagai pelengkap