Tampang

Makanan Gorengan, Kesenangan atau Ancaman Kesehatan? Ketahui Dampak Konsumsi Gorengan yang Mengkhawatirkan!

2 Apr 2025 13:58 wib. 49
0 0
Makanan Gorengan, Kesenangan atau Ancaman Kesehatan? Ketahui Dampak Konsumsi Gorengan yang Mengkhawatirkan!
Sumber foto: iStock

Menurut proyeksi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, beban ekonomi akibat penyakit jantung pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp67,34 triliun. Angka ini berasal dari klaim BPJS Kesehatan untuk pengobatan penyakit jantung yang diperkirakan mencapai Rp38,96 triliun hingga akhir tahun, serta estimasi kerugian akibat hilangnya produktivitas sebesar Rp28,38 triliun. Ini menunjukkan betapa besar dampak yang ditimbulkan oleh penyakit kardiovaskular di Indonesia, yang sebagian besar dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak trans.

Di sisi lain, meski bahaya kesehatan sudah sangat jelas, kecintaan masyarakat Indonesia terhadap gorengan tetap tinggi. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa daerah di Indonesia mencatatkan konsumsi gorengan yang sangat tinggi.

Kabupaten Batang, misalnya, tercatat sebagai wilayah dengan konsumsi gorengan tertinggi, dengan rata-rata warga mengonsumsi hingga 5,68 gorengan per minggu. Posisi kedua diisi oleh Kabupaten Indramayu, dengan 5,20 gorengan per minggu, sementara Brebes berada di posisi ke-10 dengan 4,62 gorengan per kapita setiap minggu.

Berikut adalah daftar 10 kabupaten/kota dengan konsumsi gorengan tertinggi sepanjang tahun 2024:

  1. Batang (5,69 gorengan per minggu)

  2. Indramayu (5,2 gorengan per minggu)

  3. Kota Pekalongan (5,11 gorengan per minggu)

  4. Pemalang (5,01 gorengan per minggu)

  5. Pekalongan (4,95 gorengan per minggu)

  6. Majalengka (4,94 gorengan per minggu)

  7. Nagan Raya (4,92 gorengan per minggu)

  8. Bener Meriah (4,84 gorengan per minggu)

  9. Padang Lawas (4,84 gorengan per minggu)

  10. Brebes (4,62 gorengan per minggu)

Konsumsi gorengan yang tinggi di daerah-daerah tersebut perlu menjadi perhatian, mengingat dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengarah pada penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan serius lainnya.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

SBY – Prabowo Bertemu, Bahas Apa?
0 Suka, 0 Komentar, 25 Jul 2018

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?