Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung dan stroke adalah penyebab utama kematian di Indonesia, dengan hampir 800.000 orang meninggal setiap tahunnya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih sadar akan dampak konsumsi makanan gorengan terhadap kesehatan mereka, serta berusaha untuk mengurangi asupan lemak trans dari makanan sehari-hari.
Untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan kardiovaskular, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi konsumsi gorengan. Memilih makanan yang lebih sehat, seperti yang dipanggang atau direbus, dapat membantu menurunkan risiko kolesterol tinggi dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, penting juga untuk menjaga pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol berlebihan.
Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Peningkatan kesadaran tentang bahaya lemak trans dalam gorengan serta pentingnya menjaga pola makan sehat harus menjadi prioritas. Dengan begitu, diharapkan jumlah kasus penyakit jantung dan stroke dapat menurun, dan beban ekonomi akibat pengobatan penyakit kardiovaskular pun dapat berkurang.