Menyusui dapat mengganggu pola tidur, terutama pada minggu-minggu awal. Namun, ada strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Salah satunya adalah memompa ASI dan menyimpannya untuk membantu mengatur waktu menyusui. Selain itu, berkonsultasi dengan konsultan laktasi juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan menyusui yang dihadapi.
Untuk meningkatkan kualitas istirahat meskipun waktu tidur terbatas, beberapa hal perlu diperhatikan. Pertama, cobalah untuk menetapkan jadwal rutin bagi bayi agar dapat menciptakan konsistensi dalam aktivitas sehari-hari. Kedua, penting untuk menjaga pola makan seimbang dan berkonsultasi dengan dokter mengenai rencana latihan fisik, jika diperlukan. Aktivitas ringan seperti berjalan di sekitar lingkungan dapat memberikan efek positif pada tingkat energi dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Mengenali tanda-tanda kurang tidur juga sangat penting. Beberapa indikasi yang bisa diperhatikan meliputi kelelahan yang berlebihan, kesulitan menjalin ikatan dengan bayi, dan kesulitan berkonsentrasi. Kelebihan kecemasan atau perasaan depresi juga bisa jadi sinyal bahwa kesehatan perlu segera diperhatikan. Apabila merasa sangat lelah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk berbicara dengan tenaga medis untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Menghadapi tantangan waktu tidur yang berantakan memang tidak mudah, namun dengan memahami langkah-langkah yang bisa diambil, diharapkan ibu dapat menemukan keseimbangan dalam menjalani peran baru sebagai orang tua.