Tampang

Sejarah di Balik Penggunaan Karpet Merah pada Pesta Besar

29 Agu 2025 09:03 wib. 47
0 0
Karpet Merah
Sumber foto: Canva

Saat melihat acara-acara penghargaan bergengsi, festival film, atau kunjungan kenegaraan, ada satu elemen yang selalu mencuri perhatian: karpet merah. Jalur berwarna merah cerah ini bukan sekadar dekorasi biasa; ia adalah simbol kemewahan, kehormatan, dan status yang telah mengakar kuat dalam budaya visual kita. Penggunaan karpet merah untuk menyambut tamu-tamu penting punya sejarah panjang yang jauh melampaui era Hollywood modern. Ia berawal dari zaman kuno, di mana warna merah memiliki makna mendalam yang terkait dengan kekuasaan, keilahian, dan kekayaan.

Merah: Warna Kekuasaan dan Keilahian di Masa Lampau

Sejarah karpet merah bisa dilacak hingga ke peradaban kuno, di mana warna merah adalah salah satu pigmen paling sulit dan mahal untuk diproduksi. Pigmen merah cerah seringkali didapatkan dari zat langka seperti serangga cochineal atau mineral yang mahal, menjadikannya simbol eksklusif yang hanya bisa dimiliki oleh para penguasa dan bangsawan.

Salah satu rujukan tertua tentang penggunaan jalur merah ditemukan dalam drama Yunani kuno berjudul Agamemnon yang ditulis oleh Aeschylus pada tahun 458 SM. Dalam drama itu, Raja Agamemnon kembali dari Perang Troya, dan istrinya, Clytemnestra, menghampar "jalan karpet merah" yang megah untuk menyambutnya. Agamemnon awalnya menolak untuk berjalan di atasnya karena menganggapnya terlalu mewah dan hanya layak untuk dewa. Ini menunjukkan bahwa bahkan ribuan tahun lalu, berjalan di atas jalur merah dianggap sebagai hak istimewa yang berhubungan dengan status ilahi atau kekuasaan tertinggi.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

7 Tips Olahraga Lari Bagi Pemula
0 Suka, 0 Komentar, 13 Jul 2018

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?