Di Kekaisaran Romawi, warna ungu kemerahan (ungu Tyrian) yang sangat mahal dan langka digunakan untuk jubah para kaisar dan senator, semakin memperkuat asosiasi warna merah dengan kekuasaan, status, dan kekayaan yang tak tertandingi.
Bangkitnya Tradisi di Era Modern Awal
Tradisi penggunaan karpet merah mulai mengakar lebih dalam di era modern, terutama di kalangan kerajaan dan diplomat. Pada abad ke-19, karpet merah secara rutin digunakan untuk menyambut kepala negara, bangsawan, dan tamu kehormatan di stasiun kereta api, istana, atau saat acara-acara seremonial. Di Inggris, karpet merah dihampar untuk menyambut kunjungan ratu atau raja, menandakan jalur eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi mereka.
Pada tahun 1902, tradisi ini meluas ke Amerika Serikat saat jalur karpet merah dihampar di Stasiun Grand Central Terminal, New York, untuk menyambut kedatangan Presiden Theodore Roosevelt. Acara tersebut banyak diliput oleh media, menjadikan karpet merah sebagai simbol seremonial yang diakui secara luas.
Hollywood yang Mengubahnya Menjadi Ikon Pop Culture
Namun, yang benar-benar mengubah karpet merah dari tradisi seremonial menjadi fenomena global adalah Hollywood. Pada pemutaran perdana film Robin Hood yang dibintangi oleh Douglas Fairbanks pada tahun 1922, karpet merah dihampar dari jalan masuk bioskop Grauman's Egyptian Theatre hingga pintu masuk utama. Acara itu menjadi tontonan spektakuler yang menarik ribuan penonton, yang melihat para bintang film berjalan di atasnya.