Fungsi Keringat Saat Gugup
Lalu, apa fungsi biologis dari keringat saat gugup ini? Para ilmuwan memiliki beberapa teori. Salah satunya adalah fungsi termoregulasi yang salah tempat. Secara naluriah, tubuh menganggap aktivitas fight-or-flight akan menghasilkan panas, jadi ia mulai berkeringat untuk mendinginkan diri. Keringat ini adalah bagian dari mekanisme tubuh untuk mencegah overheating saat menghadapi ancaman. Namun, saat rasa gugup itu hanya berada di pikiran, keringat ini tetap muncul tanpa ada panas fisik yang signifikan.
Teori lain, yang lebih menarik, adalah keringat gugup berfungsi sebagai semacam sinyal kimia. Keringat yang dikeluarkan saat stres mengandung feromon, zat kimia yang bisa memengaruhi perilaku orang lain. Mungkin saja secara evolusioner, keringat ini berfungsi memberi sinyal kepada kelompok bahwa ada ancaman di sekitar, atau bisa juga berperan dalam interaksi sosial dan komunikasi non-verbal. Meskipun teori ini masih terus diteliti, ini menunjukkan bahwa keringat bukan sekadar cairan yang keluar, melainkan bisa jadi pembawa pesan.
Perbedaan Keringat Gugup dan Keringat Panas
Penting untuk membedakan antara keringat saat gugup dan keringat karena panas. Keringat akibat panas diproduksi oleh kelenjar ekrin, yang tersebar di seluruh tubuh. Keringat ini umumnya lebih encer, tidak berbau, dan bertujuan utama untuk mendinginkan tubuh. Sebaliknya, keringat gugup diproduksi oleh kelenjar apokrin yang terkonsentrasi di area-area tertentu. Keringat ini juga bisa muncul tanpa peningkatan suhu tubuh, seringkali membuat tangan terasa dingin dan basah, yang bisa memperburuk perasaan gugup.