Tampang

Apa Itu Middle Income Trap dalam Perekonomian Negara?

28 Agu 2025 14:00 wib. 24
0 0
Pendapatan
Sumber foto: Canva

Istilah middle income trap atau "jebakan pendapatan menengah" sering terdengar dalam diskusi ekonomi, terutama saat membahas masa depan sebuah negara berkembang. Fenomena ini menggambarkan sebuah kondisi di mana sebuah negara berhasil beralih dari status negara miskin ke negara berpendapatan menengah, namun kemudian kehilangan momentum pertumbuhan dan gagal mencapai status negara berpendapatan tinggi. Mereka terjebak, tidak bisa lagi bersaing dengan negara miskin yang punya upah lebih murah, namun juga tidak bisa menandingi negara maju yang unggul dalam inovasi dan teknologi.

Perjalanan Menuju Jebakan

Perjalanan sebuah negara menuju middle income trap biasanya diawali dengan fase pertumbuhan ekonomi yang pesat. Fase ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Pertama, adanya keunggulan upah tenaga kerja yang rendah. Negara-negara ini menarik investasi asing yang mencari biaya produksi murah, terutama dalam sektor industri manufaktur. Kedua, adanya ekspansi sektor manufaktur yang intensif dan berorientasi ekspor, seperti tekstil, produk elektronik dasar, dan perakitan. Ketiga, memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, seperti batu bara, minyak, atau gas. Keempat, adanya bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif sangat besar, menyediakan tenaga kerja yang melimpah.

Kombinasi faktor-faktor ini memungkinkan negara-negara tersebut untuk bersaing di pasar global dan mencapai tingkat pendapatan menengah dalam waktu relatif singkat. Namun, seiring waktu, keunggulan ini mulai memudar. Upah buruh naik, tidak lagi semurah di negara-negara miskin. Sementara itu, ketergantungan pada sumber daya alam membuat mereka rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global. Negara-negara ini kemudian berada di persimpangan jalan: mereka tidak bisa lagi bersaing berdasarkan biaya, tetapi belum memiliki kapasitas untuk bersaing berdasarkan inovasi. Inilah saat mereka jatuh ke dalam jebakan.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?