Tulisan tangan adalah salah satu ekspresi personal yang sangat khas dari setiap individu. Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa tulisan tangan mereka bisa mengalami evolusi seiring berjalannya waktu. Perubahan ini bukan hanya sekedar masalah gaya, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan menulis, perkembangan fisik, dan bahkan aspek psikologis seseorang.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan evolusi tulisan tangan adalah perubahan motorik. Seiring bertambahnya usia, kemampuan motorik halus kita dapat berkembang atau menurun tergantung pada berbagai aspek, seperti kesehatan, aktivitas fisik, dan latihan. Pada masa kanak-kanak, saat kita belajar menulis, kita mengembangkan keterampilan motorik halus. Seiring berjalannya waktu, saat kita lebih sering menggunakan teknologi digital, seperti komputer dan smartphone, kebiasaan menulis dengan tangan dapat berkurang. Hal ini dapat menyebabkan tulisan tangan kita menjadi kurang terlatih dan mengalami perubahan, sehingga bentuk huruf atau gaya tulisan pun bisa saja berbeda.
Kebiasaan menulis juga berperan memainkan peran penting dalam evolusi tulisan tangan. Penggunaan gaya menulis yang berbeda atau perubahan alat tulis — dari pensil ke pulpen, atau bahkan penggunaan alat digital — dapat mengubah cara kita menulis. Misalnya, ketika seseorang beralih dari penggunaan pensil ke pulpen, tekanan yang diberikan pada kertas bisa bervariasi dan menciptakan efek yang berbeda pada tulisan. Selain itu, cara menahan alat tulis juga akan memengaruhi hasil akhir tulisan. Beberapa orang mungkin semakin santai dalam cara menulis, sementara yang lain dapat mengembangkan gaya yang lebih rapi seiring bertambahnya pengalaman seiring waktu.