Faktor lain yang mempengaruhi evolusi tulisan tangan adalah kondisi psikologis seseorang. Emosi dan stres dapat terlihat melalui tulisan tangan. Ketika seseorang sedang mengalami perubahan emosional, mereka mungkin akan menulis dengan cara yang berbeda, bahkan untuk mengekspresikan perasaannya. Misalnya, dalam keadaan stres, tulisan tangan bisa menjadi lebih besar atau lebih kekar, sementara saat merasa tenang, tulisan bisa menjadi lebih halus dan kecil. Dengan kata lain, tulisan tangan tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis kita, tetapi juga mencerminkan keadaan jiwa kita saat itu.
Evolusi tulisan tangan juga bisa jadi dipengaruhi oleh gaya hidup. Dengan semakin sedikitnya kebutuhan untuk menulis secara manual, banyak orang beralih ke alat tulis digital. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat mengubah pola tulisan tangan, karena kita mungkin menjadi lebih terbiasa dengan mengetik daripada menulis. Juga, kurangnya latihan dapat mengurangi kelenturan dan kecekatan jari, sehingga tulisan menjadi lebih sulit dibaca dan kurang konsisten.
Pengaruh lingkungan sosial dan keluarga juga dapat menjadi faktor dalam perkembangan tulisan tangan. Ketika anak-anak melihat orang dewasa di sekitar mereka menulis dengan cara tertentu, mereka cenderung meniru gaya itu, dan ini bisa berlanjut saat mereka tumbuh dewasa. Perubahan budaya dan tren juga berkontribusi pada evolusi tulisan, di mana pengaruh media sosial dan komunikasi digital menciptakan cara baru dalam mengekspresikan diri.