Para pengemudi menilai bahwa selama ini pendapatan mereka sangat dipengaruhi oleh kebijakan algoritma platform yang berubah-ubah dan sering kali lebih menguntungkan perusahaan daripada mitra pengemudi.
Salah satu masalah utama yang diangkat dalam aksi ini adalah ketidakpastian pendapatan akibat sistem algoritma yang digunakan oleh platform transportasi online. Lily menyoroti bahwa banyak pengemudi terpaksa bekerja hingga 17 jam atau lebih dalam sehari demi memperoleh penghasilan yang layak. Kondisi ini terjadi karena tarif per order yang diterima pengemudi tidak menentu dan sering kali terlalu rendah untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dengan kondisi ini, banyak pengemudi merasa diperlakukan tidak adil karena perusahaan terus mendapatkan keuntungan besar sementara mereka harus berjuang keras hanya untuk sekadar bertahan hidup.
Aksi demonstrasi ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk organisasi buruh dan aktivis hak pekerja. Mereka mendukung perjuangan pengemudi ojol dalam menuntut kejelasan hak-hak mereka sebagai pekerja, terutama dalam hal perlindungan sosial dan kesejahteraan.