Tutup Iklan
hijab
  
login Register
WHO: Jelang 2050, Hampir 1 Miliar Orang dapat Kehilangan Pendengarannya

WHO: Jelang 2050, Hampir 1 Miliar Orang dapat Kehilangan Pendengarannya

5 Maret 2018 | Dibaca : 377x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Berkenaan dengan peringatan Hari Pendengaran Dunia yang jatuh pada 3 Maret kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa 1 dari 10 orang di dunia atau sekitar 900 juta lebih berisiko kehilangan indera pendengaran mereka menjelang tahun 2050.

WHO melaporkan 466 juta orang di dunia saat ini menderita kehilangan pendengaran. Biaya tahunan negara-negara dari segi layanan kesehatan langsung dan hilangnya produktivitas akibat ketidakmampuan ini diperkiraan mencapai US$750 miliar

Permasalahan akibat dari hilangnya indra pendengaran diperkirakan akan mengalami peningkatan akibat pertumbuhan populasi dan bertambahnya warga lansia – populasi dunia diperkirakan akan mencapai 9 miliar jiwa menjelang tahun 2050, seperti dikutip dari laman VOAIndonesia (5/3/2018).

Shelly Chadha, pejabat teknis Departemen Pencegahan Ketulian dan Kehilangan Indra Pendengaran dari WHO mengatakan peningkatan populasi lansia tidak berarti peningkatan kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah.

Ia mengatakan ada banyak faktor selain meningkatnya usia yang mempengaruhi indra pendengaran.

“Bisa jadi ini adalah faktor-faktornya seperti penyakit infeksi, yang mungkin kita hadapi di masa kanak-kanak – campak Jerman atau penyakit gondong, meningitis atau infeksi telinga. Mungkin ada faktor-faktor seperti paparan pada suara bising, seperti musik yang bising atau kebisingan di tempat kerja. Banyak dari penyebabnya dapat dicegah, dan dengan mengangkat permasalahan ini, kita dapat menekan atau meminimalisir risiko kehilangan indra pendengaran,” ujar Chadha.

WHO melaporkan sekitar 60 persen dari hilangnya pendengaran di kalangan anak-anak dapat dicegah. Tindakan-tindakan seperti mengimunisasi anak untuk mencegah penyakit-penyakit infeksi, menyaraing dan merawat infeksi telinga kronis, mencegah konsumsi obat yang dapat berdampak pada indra pendengaran, dan mengendalikan paparan pada suara-suara bising dan musik.

Dalam kasus-kasus dimana kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah, WHO mengatakan penderita dapat dibantu lewat teknologi seperti alat bantu pendengaran dan dengan implantasi alat pendengaran.

WHO mengatakan semua peralatan ini memberikan manfaat yang besar bagi penderita kehilangan pendengaran karena semua peralatan tersebut memungkinkan mereka dapat berkomunikasi dengan baik dan bersosialisasi dengan orang lain

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bolehkah Mengkonsumsi Buah Sebelum Tidur?
21 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mengkonsumsi buah-buahan memang disarankan untuk kita, dengan kandungan vitamin dan serat yang dimilikinya, yang memang dibutuhkan oleh ...
Izzan jadi Siswa Termuda yang Lolos SBMPTN ITB Walau Sempat Gagal
15 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Belum lama ini telah diumumkan daftar siswa yang lolos SBMPTN 2017. Siapa sangka satu diantara ribuan peserta masih berusia sangat muda 14 ...
Kontroversi Sumber Waras: Mana yang Benar, Ahok atau BPK?
25 Juli 2017, by Gatot Swandito
Sewaktu Ahok membabi buta menyerang BPK, banyak pendukungnya yang lebih membabi buta lagi. BPK pun menjadi sasaran bully para ahoker di berbagai jejering media ...
Happy Birthday Golden Maknae – Bangtan Boy
1 September 2017, by Nur Atinal Khusna
Hari ulang tahun merupakan hari yang sangat dinanti-nantikan orang setiap manusia yang hidup di dunia. Ada yang merayakan dengan cara pesta yang sederhana ...
3 Fitur Kunci Ini Jadikan Alasan Android O Lebih Baik dari Sebelumnya
24 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sistem Operasi terbaru pada Android, Android Oreo telah dirilis berbarengan dengan gerhana matahari di Amerika Serikat pada Senin, 21 Agustus ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab