Tutup Iklan
hijab
  
login Register
WHO: Jelang 2050, Hampir 1 Miliar Orang dapat Kehilangan Pendengarannya

WHO: Jelang 2050, Hampir 1 Miliar Orang dapat Kehilangan Pendengarannya

5 Maret 2018 | Dibaca : 225x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Berkenaan dengan peringatan Hari Pendengaran Dunia yang jatuh pada 3 Maret kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa 1 dari 10 orang di dunia atau sekitar 900 juta lebih berisiko kehilangan indera pendengaran mereka menjelang tahun 2050.

WHO melaporkan 466 juta orang di dunia saat ini menderita kehilangan pendengaran. Biaya tahunan negara-negara dari segi layanan kesehatan langsung dan hilangnya produktivitas akibat ketidakmampuan ini diperkiraan mencapai US$750 miliar

Permasalahan akibat dari hilangnya indra pendengaran diperkirakan akan mengalami peningkatan akibat pertumbuhan populasi dan bertambahnya warga lansia – populasi dunia diperkirakan akan mencapai 9 miliar jiwa menjelang tahun 2050, seperti dikutip dari laman VOAIndonesia (5/3/2018).

Shelly Chadha, pejabat teknis Departemen Pencegahan Ketulian dan Kehilangan Indra Pendengaran dari WHO mengatakan peningkatan populasi lansia tidak berarti peningkatan kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah.

Ia mengatakan ada banyak faktor selain meningkatnya usia yang mempengaruhi indra pendengaran.

“Bisa jadi ini adalah faktor-faktornya seperti penyakit infeksi, yang mungkin kita hadapi di masa kanak-kanak – campak Jerman atau penyakit gondong, meningitis atau infeksi telinga. Mungkin ada faktor-faktor seperti paparan pada suara bising, seperti musik yang bising atau kebisingan di tempat kerja. Banyak dari penyebabnya dapat dicegah, dan dengan mengangkat permasalahan ini, kita dapat menekan atau meminimalisir risiko kehilangan indra pendengaran,” ujar Chadha.

WHO melaporkan sekitar 60 persen dari hilangnya pendengaran di kalangan anak-anak dapat dicegah. Tindakan-tindakan seperti mengimunisasi anak untuk mencegah penyakit-penyakit infeksi, menyaraing dan merawat infeksi telinga kronis, mencegah konsumsi obat yang dapat berdampak pada indra pendengaran, dan mengendalikan paparan pada suara-suara bising dan musik.

Dalam kasus-kasus dimana kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah, WHO mengatakan penderita dapat dibantu lewat teknologi seperti alat bantu pendengaran dan dengan implantasi alat pendengaran.

WHO mengatakan semua peralatan ini memberikan manfaat yang besar bagi penderita kehilangan pendengaran karena semua peralatan tersebut memungkinkan mereka dapat berkomunikasi dengan baik dan bersosialisasi dengan orang lain

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pilihan Filter pada Foto Instagram Ternyata Menggambarkan Kepribadian Seseorang
14 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kini, media sosial menjadi salah satu tempat orang-orang mengekspresikan diri dan kepribadiannya. Sebuah penelitian baru memanfaatkan tren ini ...
Jalur Puncak ditutup Total Akibat Longsor
5 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Jalur menunju kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat tertutup total akibat material longsor. Akibatnya, akses utama menuju Cianjur-Bandung terputus ...
6 Hal Ini Buktikan Bahwa Pasanganmu Belum Mampu Move On
14 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika memutuskan hubungan dengan pasangan, tentunya kita merasakan kesedihan dan kekecewaan. Tidak sedikit orang yang masih mengingat kenangan ...
Berhenti Merokok Itu Menguntungkan, Inilah Perhitungannya!
10 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Kita semua mengetahui bahwa merokok dapat menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan kita. Bukan hanya itu saja, dengan merokok pun dapat ...
Hitam Bukan Berarti Selalu Jahat dan Putih Tidak Selamanya Identik Baik
14 Juli 2018, by oteli w
Hitam Bukan Berarti Selalu Jahat dan Putih Tidak Selamanya Identik Baik Kebanyakan diantara kita menilai sesuatu berdasarkan apa yang terlihat oleh mata. ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman