Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Wah, Kotak Suara Pemilu 2019 Transparan? Ini ternyata penjelasannya

Wah, Kotak Suara Pemilu 2019 Transparan? Ini ternyata penjelasannya

28 Juli 2017 | Dibaca : 638x | Penulis : Zeal

tampang.com - Isu adanya pasal selundupan, segera direspon oleh ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu, Lukman Edy. Lukman menepis adanya pasal selundupan dalam RUU Pemilu. Pasal yang selundupan yang dimaksud adalah Pasal 341 Ayat (1) huruf a yang berbunyi:

"Perlengkapan kotak suara untuk pemungutan suara harus bersifat transparan, yang bermakna bahwa isi kotak suara harus terlihat dari luar."

Lukman menegaskan bahwa pasal tersebut bukanlah pasal selundupan. Akan tetapi, secara terang-terangan disetujui oleh fraksi-fraksi dan pemerintah.

"Itu bukan pasal seludupan. Memang tanpa persetujuan Perludem dan KPU, karena KPU tidak pihak yang perlu dimintai persetujuan dalam hal ini," tegas Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saat dihubungi melalui pesan singkat oleh wartawan, Jumat (28/7).

Lukman berkilah, adanya pasal tersebut sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pemilu. Lagipula, lebih lanjut disampaikan bahwa kotak suara yang selalu digunakan untuk pemilu saat ini sudah tidak layak. Meskipun Lukman mengakui bahwa KPU tidak mengetahui adanya pasal tersebut.

"Mereka jalankan saja perintah undang-undang. Siapa yang mencetak itu kotak suara terserah mereka tak ada hubungan dengan kami. Masak kita dibilang transaksional dengan pasal selundupan, ampun apa maksudnya," keluh Lukman.

Lukman menambahkan, ide pasal tersebut hadir kan karena laporan teman-teman KPU itu sendiri, kalau kotaknya sudah banyak yang tidak layak pakai. Kemudian dengan kotak transparan diharapkan agar tidak ada kecurangan. "Plus sekarang pemilunya kan lima kotak. Jadi pasti kurang kotak yang tersedia," tutup Lukman.

Selain itu, Lukman juga beralasan kotak suara yang lama sudah tidak bisa disegel. Alasannya, hubungan antarsisi kotak sudah berlubang. Kemudian dengan adanya kotak suara baru yang transparan, untuk menjamin kualitas pemilu, dengan meminimalisasi kecurangan. "Sudah tidak banyak negara yang pakai kotak tertutup seperti sekarang. Bahkan negara miskin seperti Nepal saja sudah pakai yang transparan," tambahnya.

Selanjutnya, terkait dugaan adanya pasal selundupan dan berbau transaksi dalam UU Pemilu, menurut Lukman, adalah tuduhan dan fitnah yang sadis. Menurutnya, tuduhan tersebut dapat menggiring opini dan menghancurkan citra kerja keras Pansus RUU Pemilu.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, terkejut membaca pasal soal kotak suara itu. Penjelasan pasal 341 itu dinilai lepas dari pantauan banyak kalangan karena pembahasan RUU Pemilu yang cenderung tertutup dan yang beredar hanya batang tubuh RUU.

Dia juga mengatakan baru mendapatkan penjelasan RUU pada tanggal 20 atau tepat pada hari rapat paripurna pengesahan RUU Pemilu di DPR RI.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sering Ngantuk? Hindari Jenis Makanan Dibawah Ini!
30 Juli 2018, by oteli w
Sering Ngantuk? Hindari Jenis Makanan Dibawah Ini! Memilih jenis makanan yang tepat supaya tubuh tetap segar tanpa rasa ngantuk berlebihan disaat jam kerja ...
Rokok Elektrik Lipat Gandakan Risiko bagi Remaja
21 September 2017, by Rindang Riyanti
Remaja yang mencoba merokok rokok elektrik memiliki risiko untuk memiliki kebiasaan merokok yang berlipat ganda. Studi dari University of Waterloo dan Wake ...
Masyarakat Padang Berkesempatan Menikmati Supermoon Tanggal 3 Desember
3 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Diberitakan oleh badan BMKG, bahwa pada tanggal 3 desember 2017 hari ini masyarakat Indonesia tepatnya pada daerah Padang,Sumatra Barat, akan ...
Selamat Menikmati Perjalanan Pagi!
2 Agustus 2017, by Dika Mustika
Transportasi, ia adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan semua orang. Sejak dahulu orang sudah terbiasa untuk mobile dari datu tempat ke tempat lainnya. ...
Terlahir Dari Keluarga Yang Tak Mampu, Gak Usah Minder
5 Oktober 2017, by Yusef Maulana
  Pada hakikatnya manusia lahir ke dunia ini karena kehendak Yang Maha Kuasa. Kita sebagai manusia yang lahir ke dunia tidak bisa meminta keluarga mana ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab